๐ ๐จ๐ง๐๐๐ฅ๐ ๐ก๐๐ฆ๐๐๐๐ง ๐๐๐ ๐๐๐ก ๐๐๐ ๐ง๐๐๐๐๐ ๐ฏ๐ฎ๐ด๐ถ๐ฎ๐ป ๐๐
Oleh Ustadz : Ahmad Syahrin Thoriq
ุงููุงุณ ููุงู ، ูุฅุฐุง ู ุงุชูุง ุงูุชุจููุง
“Manusia itu tertidur, ketika mereka mati, barulah mereka terbangun.”[1]
ุซุจุงุช ุงูู ูู ุจุงูุนุฏู
“Kokohnya negara adalah karena keadilannya.”[2]
ุงูุชูููุฉ ูู: ุฃู ูุฐูุจ ุงูุนุจุฏ ุฐูุจุง ุซู ูุง ูุนู ู ุจุนุฏู ุฎูุฑุง ุญุชู ูููู
“Kebinasaan sebenarnya adalah ketika seorang hamba melakukan dosa kemudian ia tidak mau melakukan satu kebaikan setelahnya, sampai ia binasa.”[3]
ูุง ุดุฑู ู ุน ุณูุก ุฃุฏุจ
“Tidak ada kemuliaan bersama buruknya adab.”[4]
ุญุฏุซูุง ุงููุงุณ ุจู ุง ูุนุฑููู، ุฃุชุญุจูู ุฃู ููุฐุจ ุงููู ูุฑุณููู
“Berbicaralah dengan manusia dengan apa yang mereka bisa memahaminya. Apakah kalian mau Allah dan Rasulnya didustakan ?”[5]
ููู ุฑุงุฆู ุซูุงุซ ุนูุงู ุงุช ููุณู ุฅุฐุง ูุงู ูุญุฏู ูููุดุท ุฅุฐุง ูุงู ูู ุงููุงุณ ููุฒูุฏ ูู ุงูุนู ู ุฅุฐุง ุฃุซูู ููููุต ุฅุฐุง ุฐู
“Orang yang riya itu ada tiga tandanya : Malas beramal jika sendiri tapi semangat jika bersama orang banyak. Bertambah amalnya jika dipuji dan berkurang amalnya jika dicela.”[6]
ุตุฏู ุงูู ุฑุก ูุฌุงุชู. ุตุญุฉ ุงูุจุฏู ูู ุงูุตูู . ุงูุตุจุฑ ููุฑุซ ุงูุธูุฑ
“Kejujuran seseorang adalah sumber kesuksesannya, kesehatan badan ada pada puasa dan kesabaran akan mewariskan kemenangan.”[7]
ูุฅู ุงูุตุจุฑ ู ู ุงูุฅูู ุงู ุจู ูุฒูุฉ ุงูุฑุฃุณ ู ู ุงูุฌุณุฏ؛ ูุง ุฎูุฑ ูู ุฌุณุฏ ูุง ุฑุฃุณ ูู
“Sesungguhnya kedudukan kesabaran bagi iman itu seperti kedudukan kepala atas jasad. Tidak akan ada gunanya badan yang tidak ada kepalanya.”[8]
ุฅูู ุฅู ุตุจุฑุช ุฌุฑู ุนููู ุงููุฏุฑ ูุฃูุช ู ุฃุฌูุฑٌ؛ ูุฅู ุฌุฒุนุช، ุฌุฑู ุนููู ุงููุฏุฑ، ูุฃูุช ู ุฃุฒูุฑ
“Sesungguhnya jika engkau bersabar, memang taqdir akan tetap terjadi padamu tapi engkau akan mendapatkan pahala. Dan jika engkau tidak bersabar, taqdir juga tetap terjadi padamu dan engkau akan diberi dosa.”[9]
ุจูุงุก ุงูุฅูุณุงู ู ู ุงููุณุงู
“Musibah yang menimpa seseorang, disebabkan oleh lisannya.”[10]
ุฅู ุงููุนู ุฉ ู ูุตูุฉ ุจุงูุดูุฑ، ูุงูุดูุฑ ู ุนูู ุจุงูู ุฒูุฏ، ููู ุง ู ูุฑููุงู ูู ูุฑู، ููู ูููุทุน ุงูู ุฒูุฏ ู ู ุงููู ุญุชู ูููุทุน ุงูุดูุฑ ู ู ุงูุนุจุฏ
"Sesungguhnya kenikmatan akan terus berlanjut bila diiringi dengan syukur, dan rasa syukur mendatangkan tambahan kenikmatan. Keduanya selalu beriringan laksana sepasang tanduk.
Allah tidak akan berhenti menambahkan kenikmatan kepada hamba sampai ia berhenti bersyukur kepada-Nya."[11]
ุฅูู ุงู ุงูู ุฑุก ูุนุฑู ุจุฃูู ุงูู
“Keimanan seseorang bisa diketahui dari janji-janjinya.”[12]
ุฅู ุงูุญู ูุงูุจุงุทู ูุง ูุนุฑูุงู ุจุฃูุฏุงุฑ ุงูุฑุฌุงู، ูุจุฅุนู ุงู ุงูุธู! ุงุนุฑู ุงูุญู ุชุนุฑู ุฃููู، ูุงุนุฑู ุงูุจุงุทู ุชุนุฑู ุฃููู
“Seungguhnya kebenaran dan kebatilan itu tidak dikenal dengan melihat ukuran kedudukan seseorang, atau karena sekedar prasangka. Kenalilah kebenaran maka engkau akan mengetahui siapa-siapa yang mengusungnya. Kenalilah kebatilan, maka engkau juga akan mengetahui siapa-siapa pengusungnya.”[13]
ุจุงูุฑ ุชุณุนุฏ
“Bersegeralah (dalam beramal) maka engkau akan beruntung.”[14]
ู ู ูุงูุช ููู ุชู، ูุฌุจุช ู ุญุจุชู
“Siapa yang lemah lembut kata-katanya, maka sudah menjadi keharusan ia akan dicintai banyak orang.”[15]
ููุง ูุณุชุญู ุฅุฐุง ุณุฆู ุนู ุง ูุง ูุนูู ุฃู ูููู: ูุง ุฃุนูู ، ููุง ูุณุชุญู ุฃู ูุชุนูู ุฅุฐุง ูู ูุนูู
“Jangan kalian malu ketika ditanya tentang hal yang kalian memang tidak tahu untuk mengatakan : ‘Aku tidak tahu’. Dan jangan kalian malu untuk belajar jika tidak mengetahui.”[16]
ุชุบุงูู ุนู ุงูู ูุฑูู ุชููุฑ
“Taghaful (tak ambil pusing) terhadap hal yang tak disukai akan mendatangkan kehormatan.”[17]
ุญูู ู ุนูู ุงูุณููู ููุซุฑ ุฃูุตุงุฑู ุนููู
“Sikap santunmu kepada orang yang berlaku buruk kepadamu, akan memperbanyak pembelamu terhadap kejahatannya.”[18]
ูุนู ุงููุฑูู ุงูุฑุถู
“Sebaik-baik pendamping adalah sifat Ridha.”[19]
ุงูุนูู ุฎูุฑ ู ู ุงูู ุงู، ุงูุนูู ูุญุฑุณู ูุฃูุช ุชุญุฑุณ ุงูู ุงู. ุงูุนูู ูุฒูู ุนูู ุงูุนู ู ูุงูู ุงู ุชููุตู ุงููููุฉ
“Ilmu lebih baik dari pada harta. Ilmu itu menjagamu, sedangkan harta engkau yang menjaganya. Ilmu bertambah ketika dibagikan, sedangkan harta akan berkurang ketika diberikan.”[20]
ุชููู ูุง ุชุนุฑููุง، ูุฅู ุงูู ุฑุก ู ุฎุจูุก ูุฑุงุก ูุณุงูู
“Bicaralah, maka engkau akan dikenal dari cara bicaramu. Karena hakikatnya rahasia seseorang itu tersembunyi di belakang lisannya.”[21]
Wallahu a’lam.
•┈┈•••○○❁༺ฮฑัั༻❁○○•••┈┈•
[1] Al I’jaz wa Ijaz hal. 35
[2] Majani al Adab (2/67)
[3] Mwaidh ash Shahabah hal. 66
[4] Al I’jaz wa Ijaz hal. 35
[5] Riwayat Bukhari no. 127
[6] Ihya Ulumuddin (3/296)
[7] Majani al Adab (2/67)
[8] Al Iman hal. 85
[9] Tarikh Damsyiq (9/139)
[10] Majani al Adab (2/67)
[11] Mawa’idh as Shahabah hal. 51
[12] Majani al Adab (2/67)
[13] Ansab al Asyraf (2/238)
[14] Majani al Adab (2/67)
[15] Al Aqdud Farid (2/138)
[16] Al Iman hal 85
[17] Majani al Adab (2/67)
[18] Al Aqdud Farid (2/138)
[19] Tadzkiratul Hamudiyah (1/251)
[20] Hilyatul Aulia (1/80)
[21] Dirasat wa Taujihat al Islamiyah hal. 89
Sumber FB Ustadz : Ahmad Syahrin Thoriq
