Bolehkah Membatalkan Pernikahan Sebelum Akad Nikah?

Kajian Islam Ahlussunnah wal Jama’ah lengkap mencakup aqidah Asy’ariyah dan Maturidiyah, fiqih mazhab empat (Hanafi, Maliki, Syafi’i, Hanbali), hadits Nabi ﷺ, tasawuf, serta pembahasan khilafiyah ulama berdasarkan Al-Qur’an dan Sunnah.
Disusun dari kajian para ustadz dan ulama terpercaya, materi disajikan secara terstruktur, ringkas, dan mudah dipahami untuk membantu umat Islam belajar agama sesuai manhaj Ahlussunnah wal Jama’ah.

Kumpulan kajian Islam terbaru tentang aqidah, fiqih, hadits, dan khilafiyah ulama Ahlussunnah wal Jama’ah.
Belajar Islam dari dasar secara terstruktur: mulai dari aqidah, manhaj Ahlussunnah, Asy’ariyah, hingga fiqih dan hadits—dirangkum dari kajian para ustadz dan ulama terpercaya agar mudah dipahami.
Mulai Belajar IslamPelajari Kajian Ahlussunnah wal Jama’ah dalam memahami Islam secara benar sesuai tuntunan ulama.
Ahlussunnah wal Jama’ah adalah manhaj mayoritas umat Islam yang berpegang pada Al-Qur’an dan Sunnah dengan pemahaman para sahabat serta ulama mu'tabar, yang terwujud dalam aqidah Asy’ariyah–Maturidiyah dan fiqih empat mazhab.
Aqidah Ahlussunnah mengikuti manhaj Asy’ariyah dan Maturidiyah yang menetapkan keyakinan berdasarkan dalil Al-Qur’an dan hadits, termasuk pembahasan sifat wajib, mustahil, dan jaiz bagi Allah.
Perbedaan pemahaman keagamaan dapat berkaitan dengan metode memahami dalil, pendekatan akidah, dan penerapan hukum Islam. Dalam tradisi Ahlussunnah wal Jama’ah, pemahaman agama dikembangkan melalui Al-Qur’an, Sunnah, pemahaman generasi salaf, serta penjelasan ulama yang memiliki keahlian. Perbedaan pendapat hendaknya dikaji berdasarkan dalil dan penjelasan ilmiah, bukan sekadar label kelompok.
Mazhab adalah metode ilmiah para imam mujtahid dalam memahami hukum dari Al-Qur’an dan hadits. Dalam Ahlussunnah, mazhab yang diikuti adalah Hanafi, Maliki, Syafi’i, dan Hanbali.
Ulama memiliki penjelasan yang beragam mengenai hukum mengikuti mazhab. Bagi orang awam yang belum memiliki kemampuan menggali hukum langsung dari dalil, merujuk kepada ulama yang kompeten dan mengikuti bimbingan mazhab yang mu’tabar merupakan cara yang terarah untuk memahami hukum syariat.
Bid’ah secara umum berkaitan dengan perkara baru dalam agama. Para ulama menjelaskan istilah dan pembagiannya dengan pendekatan yang berbeda, termasuk berdasarkan makna umum maupun khusus. Karena itu, penilaian terhadap suatu amalan perlu memperhatikan dalil, kaidah syariat, serta penjelasan ulama.
Terdapat perbedaan penjelasan ulama dalam menggunakan istilah bid’ah. Sebagian membaginya menjadi beberapa kategori berdasarkan hukum syariat, sedangkan sebagian lain menggunakan istilah bid’ah tercela secara lebih khusus untuk perkara yang tidak memiliki dasar yang dibenarkan. Karena itu, suatu amalan perlu dinilai berdasarkan dalil dan penjelasan ulama, bukan hanya berdasarkan istilahnya.
Khilafiyah disikapi dengan menghormati perbedaan yang memiliki dasar dalil serta tetap mengikuti pendapat ulama yang mu'tabar tanpa mudah menyalahkan.
Ulama adalah pewaris para nabi yang memiliki keilmuan, sanad, dan metodologi dalam memahami agama. Mengikuti ulama membantu menjaga pemahaman agar tetap sesuai dengan ajaran yang benar.
Manhaj yang benar dapat dikenali dari kesesuaiannya dengan Al-Qur’an dan Sunnah serta pemahaman para sahabat dan ulama yang memiliki sanad keilmuan, serta menjaga keseimbangan dalam aqidah, fiqih, dan akhlak.
Ingin mempelajari lebih banyak?
Baca kumpulan tanya jawab Ahlussunnah wal Jama’ah tentang aqidah, fiqih, hadits, mazhab, dan khilafiyah ulama melalui halaman FAQ lengkap berikut.
Kumpulan artikel dan kajian Islam yang paling banyak dibaca oleh pengunjung Kajian Ulama.