
Sifat Wajib Rasul Ada Berapa?
Sifat wajib adalah sifat keniscayaan secara rasional. Biasanya kita menghafal sifat wajib para rasul ada empat, yakni:
1. shiddiq (jujur dalam ucapan)
2. amanah (kredible dalam tindakan)
3. tabligh (menyampaikan semua risalah)
4. fathanah (cerdas)
Tapi imam Sanusi menyebut hanya tiga yang pertama saja. Baginya, fathanah (cerdas) tidak termasuk yang pasti ada secara rasional.
Kalau dipikir-pikir, pilihan Imam Sanusi ini akurat. Secara rasional memang seorang rasul pastilah orang yang jujur, kredibel, dan berani menyampaikan wahyu. Kalau salah satunya tak terpenuhi, maka tak mungkin diangkat menjadi Rasul. Tugas Rasul adalah menyampaikan wahyu, mustahil Allah memilih pembohong, pengkhianat dan orang yang tidak punya kemampuan menyampaikan Wahyu apa adanya. Kalau terjadi, maka ketuhanan Allah bisa dipertanyakan kok memilih orang seperti itu.
Adapun kecerdasan, maka itu bukan syarat rasional tapi syarat 'adiy atau kebiasaan praktis. Biasanya tugas risalah akan sempurna kalau rasulnya cerdas, tapi secara rasional tidak ada konsekuensi fatal bila yang tidak cerdas diangkat menjadi Rasul. Bisa saja orang yang tidak cerdas ditugaskan diberi wahyu lalu ditugaskan menyampaikannya apa adanya. Kasusnya sama seperti bisa saja seorang presiden mengangkat orang bodoh sebagai juru bicara untuk membacakan pidato kepresidenan. Tidak ada paradox rasional dari itu, hanya saja memang tidak ideal.
Kalau kita membuka bab idealisme sebagai sebagai tambahan syarat kerasulan, maka ada banyak karakter lain yang harus dimiliki seorang Rasul selain kecerdasan, yaitu:
A. Tidak punya penyakit menular. Masak sih ditugaskan memimpin umat tapi berpenyakit menular?
B. Terhormat di masyarakat. Masak sih yang diangkat menjadi rasul adalah orang yang dianggap hina di masyarakat, misalnya anak zina?
C. Keturunan baik-baik. Masak sih yang dipilih jadi rasul anak seorang bandit, penjahat, pemabuk tukang tipu dan semacamnya?
D. Tidak buruk rupa. Pemimpin umat idealnya enak dilihat dengan postur bagus, bukan sosok yang ketika muncul malah ditertawakan, dihina dan dianggap jelek. Kalau Rasulnya buruk rupa, maka orang akan meremehkan sejak pandangan pertama.
E. Pekerjaannya terhormat. Pekerjaan terhormat di sini bukan berarti harus pekerjaan orang kaya atau elit, namun tidak dianggap hina dalam pandangan umum, seperti misalnya menjadi tukang bersih-bersih WC dan pekerjaan yang berhubungan dengan najis lainnya.
Jadi, kalau yang ideal-ideal itu dianggap sifat wajib, maka sifat wajib rasul ada banyak, bukan hanya empat. Belum lagi kalau kita menghitung sifat yang ditentukan syariat, yaitu harus lelaki agar bisa bebas libur karena haid.
Sebagai catatan, ini semua adalah pembahasan teoritis. Faktanya semua yang dipilih menjadi Rasul memenuhi semua hal di atas. Mereka cerdas, berwibawa, terhormat, good looking, ideal lah pokoknya untuk menjadi seorang pemimpin umat.
Semoga bermanfaat
Sumber FB Ustadz : Abdul Wahab Ahmad