Jangan Tunda Amal Saleh! Rasulullah Peringatkan 7 Penghalang Sebelum Terlambat

Bersegeralah Beramal Sebelum Datang Tujuh Penghalang

Bersegeralah Beramal Sebelum Datang Tujuh Penghalang

Dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

 «بَادِرُوا بِالأَعْمَالِ سَبْعًا، هَلْ تَنْتَظِرُونَ إِلَّا فَقْرًا مُنْسِيًا، أَوْ غِنًى مُطْغِيًا، أَوْ مَرَضًا مُفْسِدًا، أَوْ هَرَمًا مُفْنِدًا، أَوْ مَوْتًا مُجْهِزًا، أَوِ الدَّجَّالَ فَشَرُّ غَائِبٍ يُنْتَظَرُ، أَوِ السَّاعَةَ فَالسَّاعَةُ أَدْهَى وَأَمَرُّ»

“Bersegeralah melakukan amal-amal saleh sebelum datang tujuh perkara. Apakah kalian menunggu selain: kemiskinan yang membuat lupa, atau kekayaan yang membuat melampaui batas, atau penyakit yang merusak, atau usia tua yang melemahkan, atau kematian yang datang tiba-tiba, atau munculnya Dajjal —dan ia adalah seburuk-buruk perkara gaib yang ditunggu— atau datangnya Kiamat, sedangkan Kiamat itu lebih dahsyat dan lebih pahit.” (HR. Tirmidzi)

Pendahuluan

Salah satu tabiat manusia adalah menunda. Ketika masih muda, ia berkata akan beribadah ketika tua. Ketika miskin, ia berkata akan bersedekah ketika kaya. Ketika sibuk, ia berkata akan memperbaiki diri setelah urusannya selesai. Namun kenyataannya, waktu terus berjalan sementara kesempatan tidak selalu kembali.

Hadis ini merupakan peringatan Nabi ﷺ agar seorang mukmin tidak menunggu kondisi ideal untuk beramal. Sebab sebelum cita-cita dan rencana itu terwujud, bisa saja datang berbagai hal yang menghalangi dirinya dari ketaatan.

1. Kemiskinan yang Membuat Lupa

«فَقْرًا مُنْسِيًا»

Kemiskinan sering kali menyibukkan pikiran seseorang dengan urusan kebutuhan hidup. Bukan berarti setiap orang miskin lalai dari agama, tetapi kemiskinan dapat menjadi ujian yang membuat sebagian manusia tenggelam dalam kegelisahan sehingga melupakan banyak amal dan kewajiban.

Karena itu, ketika seseorang memiliki kemampuan dan kesempatan, hendaknya ia memanfaatkannya untuk beramal sebelum keadaan berubah.

2. Kekayaan yang Membuat Melampaui Batas

«غِنًى مُطْغِيًا»

Sebagaimana kemiskinan merupakan ujian, kekayaan juga merupakan ujian.

Allah berfirman:

 ‎كَلَّا إِنَّ الْإِنسَانَ لَيَطْغَىٰ ۝ أَن رَّآهُ اسْتَغْنَىٰ

 “Sekali-kali tidak! Sesungguhnya manusia benar-benar melampaui batas, karena dia melihat dirinya serba cukup.”

(QS. Al-’Alaq: 6–7)

Banyak orang yang ketika hidupnya sulit dekat dengan Allah, namun setelah memperoleh kekayaan justru menjadi sombong, lalai, dan merasa tidak membutuhkan petunjuk-Nya.

Hadis ini mengingatkan bahwa harta bukan jaminan istiqamah. Karena itu, beramallah sebelum nikmat berubah menjadi fitnah.

3. Penyakit yang Merusak

«مَرَضًا مُفْسِدًا»

Betapa banyak orang yang memiliki niat baik, namun ketika sakit, kekuatan fisik dan mentalnya berkurang.

Dahulu ia mampu menghadiri majelis ilmu, berpuasa sunnah, bersedekah, dan membantu orang lain. Ketika penyakit datang, semua itu menjadi berat.

Karena itu Nabi ﷺ mendorong umatnya memanfaatkan masa sehat sebelum datang masa sakit.

4. Usia Tua yang Melemahkan

«هَرَمًا مُفْنِدًا»

Maksudnya adalah usia lanjut yang menyebabkan lemahnya badan, berkurangnya daya ingat, dan menurunnya kemampuan beraktivitas.

Seseorang mungkin berkata, “Nanti ketika tua saya akan lebih rajin beribadah.” Namun tidak ada jaminan bahwa ketika tua ia masih memiliki kekuatan, semangat, atau bahkan ingatan yang baik.

Masa muda adalah modal yang sangat berharga. Karena itu para ulama salaf sangat menghargai waktu dan kekuatan yang Allah berikan kepada mereka.

5. Kematian yang Datang Tiba-Tiba

«مَوْتًا مُجْهِزًا»

Kematian adalah kepastian yang waktunya tidak diketahui.

Banyak orang yang keluar rumah dengan berbagai rencana, namun tidak pernah kembali. Banyak yang memiliki target jangka panjang, tetapi ajal mendahuluinya.

Oleh sebab itu, orang yang cerdas menurut syariat adalah orang yang selalu mempersiapkan bekal untuk akhirat dan tidak menunda taubat serta amal saleh.

6. Munculnya Dajjal

«أَوِ الدَّجَّالَ فَشَرُّ غَائِبٍ يُنْتَظَرُ»

Dajjal adalah fitnah terbesar yang akan menimpa umat manusia menjelang hari kiamat.

Nabi ﷺ berkali-kali memperingatkan umatnya tentang bahaya fitnah Dajjal karena begitu banyak manusia yang akan tertipu olehnya.

Makna hadis ini adalah: jika fitnah Dajjal muncul, keadaan akan menjadi sangat berat sehingga kesempatan beramal dan menjaga keimanan menjadi jauh lebih sulit dibanding sebelumnya.

7. Hari Kiamat yang Lebih Dahsyat

«أَوِ السَّاعَةَ فَالسَّاعَةُ أَدْهَى وَأَمَرُّ»

Jika seluruh penghalang sebelumnya belum datang, maka pada akhirnya manusia akan menghadapi Hari Kiamat.

Kiamat adalah peristiwa yang paling dahsyat. Setelah itu tidak ada lagi kesempatan untuk beramal, bertaubat, atau memperbaiki kesalahan.

Saat itulah manusia hanya akan memetik hasil dari apa yang telah ia lakukan selama hidupnya.

Pelajaran Penting dari Hadis

Hadis ini mengajarkan beberapa prinsip besar:

 1. Jangan menunda amal saleh.

 2. Kesempatan berbuat baik tidak selalu tersedia.

 3. Nikmat sehat, muda, dan lapang adalah modal yang harus dimanfaatkan.

 4. Dunia selalu berubah; keadaan yang mendukung hari ini belum tentu ada esok hari.

 5. Orang yang cerdas adalah yang memanfaatkan waktu sebelum datang penghalangnya.

Penutup

Hadis ini mengingatkan bahwa musuh terbesar amal bukan hanya kemaksiatan, tetapi juga penundaan. Banyak orang tidak meninggalkan kebaikan karena membencinya, melainkan karena terus berkata, “nanti.”

Padahal bisa jadi sebelum “nanti” itu tiba, datang kemiskinan, kekayaan yang melalaikan, penyakit, usia tua, kematian, fitnah besar, atau bahkan kiamat.

Karena itu, selama pintu amal masih terbuka, kesehatan masih ada, dan kesempatan masih tersedia, seorang mukmin hendaknya bersegera mendekat kepada Allah dengan ibadah, ilmu, dakwah, sedekah, dan seluruh amal saleh yang mampu ia lakukan. Sebab waktu terbaik untuk beramal bukanlah esok hari, melainkan hari ini. 

Sumber FB Ustadz : Danang Kuncoro Wicaksono

© Terima kasih telah membaca Kajian Islam Ahlussunnah wal Jama’ah dengan judul "Jangan Tunda Amal Saleh! Rasulullah Peringatkan 7 Penghalang Sebelum Terlambat". Semoga Allah ﷻ senantiasa menganugerahkan ilmu yang bermanfaat, taufiq, dan hidayah kepada kita semua. Aamiin.