Khususon Ila Ruhi Artinya Apa? Perbedaan Ila Ruhi, Ila Arwahi, dan Ila Hadroti yang Sering Disalahpahami

KHUSUSON ILA RUHI ARTINYA APA?

KHUSUSON ILA RUHI ARTINYA APA?

#Biasanya, umat Muslim mendoakan sanak keluarganya dengan menggunakan surat Al Fatihah. Namun, beberapa orang terkadang sulit membedakan khususon ila ruhi, ila arwahi, dengan ila hadroti.

#Ketika salah mengucapkan kata tersebut, makna yang dipanjatkan akan berbeda. Oleh karena itu, jangan sampai umat Muslim salah mengartikan kata tersebut dan membuat surat Al Fatihah (tawassul) menjadi sia-sia.

#Lantas, apa perbedaan dari ila ruhi, ila arwahi, dan ila hadroti? Berikut penjelasannya...!

✓ 1. Ila Ruhi

Ila ruhi merupakan sebuah kalimat yang memiliki arti ruh atau sebuah ruh. Kalimat ini ditujukan kepada satu orang atau tunggal.

*Misalnya kepada ila ruhi Fulan bin Fulan, ila ruhi abi, ila ruhi umi. Pada kalimat ini, penggunaannya bisa ditambahkan dengan menggunakan kata khusushon.

*Maka, kalimat ila ruhi berubah menjadi khusushon ila ruhi Fulan bin Fulan.

✓ 2. Ila Arwahi

Ila arwahi merupakan bentuk jamak dari kata ruh yang ada pada ila ruhi. Hal ini karena pada kalimat ila arwahi terdapat kata arwah yang mewakili penggunaan kata jamak.

*Contoh dari kalimat ila arwahi ini adalah tsumma ilaa arwahi jami'i ahlil kubur minal muslimiina wal muslimaat. Artinya, "Kemudian kepada arwah para penghuni kubur, baik yang muslim maupun muslimah."

*Singkatnya, ila ruhi hanya diperuntukkan untuk satu orang atau tunggal saja, sedangkan ila arwahi diperuntukkan untuk banyak arwah.

✓ 3. Ila Hadroti

*Kalimat ini diperuntukkan kepada seseorang yang dinilai memiliki derajat yang tinggi di hadapan Allah SWT.

*Penggunaan kalimat ini menjadi bentuk karena memang orang yang disebutkan memiliki iman dan ilmu yang tidak terbantahkan. Siapakah orang-orang yang dimaksud? Misalnya, seperti Nabi, para ulama, keluarga, dan lain sebagainya.

#Penting bagi kita untuk mengirim doa kepada orang-orang terdekat yang sudah meninggal. Perlu diingat bahwa doa yang dikirimkan akan memberikan kebaikan dan ketenangan tersendiri. Kemudian, doa juga akan menjadi salah satu cara bagi kita untuk tetap mengingat orang tersebut...

#Setiap doa untuk seseorang yang sudah meninggal, alangkah baiknya menyebutkan nama orang tersebut. Hal ini bermaksud agar kita memperjelas doa yang sedang kita panjatkan untuk siapa...!?

#Selain menyebutkan nama, perlu juga untuk menyebut nama ayah dengan menggunakan bin atau binti, yang mana bin digunakan untuk laki-laki dan binti untuk perempuan...

 ❛❛  TAWASSUL, MENGIRIM DO'A AL-FATIHAH UNTUK KEDUA ORANG TUA  ❛❛ 

✓ 1. Mengirim do'a untuk Papa

*Ketika masih hidup, Papa rela menghabiskan waktunya demi membahagiakan keluarganya. Namun, ketika sudah tiada mungkin keadaan akan berubah. Kendati demikian bukan berarti kita melupakan segala perjuangannya itu dan berhenti berdoa...

*Bahkan sebagai anak, sudah sepatutnya kita mendoakan orangtua yang sudah meninggal. Berikut doa yang bisa digunakan, yakni: 

✔️ Khushuushon ilaa ruuhi abii ... (sebut namanya) bin ... (sebut nama papanya). Allahumaghfir lahu warhamhu wa ‘aafihi wa’fu ‘anhu, lahul faatihah...

✔️ Artinya: "Terkhusus untuk ruhnya papaku ... (sebut namanya) putranya ... (sebut nama papanya). Ya Allah ampunilah dia, kasihilah dia, selamatkanlah dia, dan maafkanlah dia, untuknya Al-Fatihah..." 

✔️ “Selama hidup, waktu Ayah habis demi memastikan keluarga bahagia. Kepergian Ayah membawa perbedaan. Hidup kami tidak akan sama lagi.”

✓ 2. Mengirim do'a untuk Mama

*Berbakti kepada Mama sewaktu beliau masih hidup bisa kita lakukan dengan apa saja, mulai dari membantu pekerjaan rumah hingga membelikan hadiah. Akan tetapi, ketika beliau sudah meninggal tidak ada lagi yang bisa kita lakukan untuk berbakti kepada Mama selain mengirimkan doa...

*Berikut ini doa yang bisa digunakan dan bisa dibaca setelah sholat atau saat ziarah, yakni: 

✔️ Khushuushon ilaa ruuhi ummii ... (sebut namanya) binti ... (sebut nama papanya). Allahumaghfir lahaa warhamhaa wa ‘aafihaa wa’fu ‘anhaa, lahul faatihah...

✔️ Artinya: “Terkhusus untuk ruhnya mamaku ... (sebut namanya) putrinya ... (sebut nama papanya). Ya Allah ampunilah dia, kasihilah dia, selamatkanlah dia, dan maafkanlah dia, untuknya Al-Fatihah...” 

✔️ “Surga di bawah telapak kakimu sudah menjadi surga bagi kami sekeluarga. Karena selama Ibu hidup, hanya rasa syukur dan bahagia yang meliputi keluarga kami. Kini Ibu telah pergi, kami hanya bisa melepaskan dalam doa.”

#Melepas kepergian orang terkasih tentu bukan hal yang mudah. Hanya lewat doa kita bisa sedikit meringankan rasa rindu kepada mereka.

#Doa, menunjukkan bagaimana kita sebagai manusia hanya bisa berpasrah diri dan menerima keputusan Allah termasuk kapan datangnya kematian...

#Semoga orang yang kita kasihi mendapat ampunan dan tempat terbaik di sisi Allah SWT.

#Aamiin yra 🤲🏻

Sumber FB : Panglima Kumbang

434) Membaca Al Qur'an di atas kuburan tidak disyaratkan berdo'a  untuk sampainya pahala

      ( لا يشترط الدعاء بالوصول إن كانت القراءة على القبر )

على أن الحق وصولها إن عقبها دعاء بوصول ثوابها أي مثله لأن حذف لفظة مثل وارد . ومعنى الكلام بعد حذفها صحيح كبعتك بماباع فيه فلان فرسه واوصيت لك بنصيب ابني، وكذا إن لم يعقبها دعاء وكانت على القبر لأن الميت حينئذ كالحاضر ترجى له الرحمة والبركة من الله تعالى.

Pendapat yang benar mengenai sampainya pahala pada mayit itu ada dua hal :

1) setelah membaca Alqur'an di iringi dengan Do'a ( doa sampainya pahala ) 

2) membaca di atas kuburan walaupun tidak diiringi Do'a, karena mayit seperti orang yang hadir yang mengharapkan Rahmat dan berkah 

فإن قلت ينافي قولهم الميت لا يقرأ عليه قول الشافعي رضي الله عنه : يقرأ عند القبور ما تيسر من القران ويدعو لهم عقبها .

Jika Anda bertanya ucapan ulama' tentang mayit itu tidak bisa dibacakan apapun, berarti menafikan  ucapan Imam Syafi'i yaitu "orang yang ziarah kubur di anjurkan membaca ayat Al-Qur'an sekedar Nya  di samping kuburan dan mendoakannya setelahnya"

قلت لاينافيه لأن كلامهم في مجرد القراءة عند الميت.وكلام الشافعي في قراءة عقبها دعاء . وهذه يصل ثوابها إليه فلاتنافي بل كلام الشافعي هذا تأييد للمتأخرين في حملهم مشهور المذهب على ما إذا لم يكن بحضرة الميت أو لم يدع عقبها.انتهى ملخصا.

Saya jawab ( Ibnu Hajar Al Haitami ) : tidak menafikan karena perkataan ulama itu sekedar membacakan (al-qur'an atau dzikir)  di samping mayit, sedangkan perkataan Imam Syafi'i itu membaca (al-qur'an atau dzikir) dan Berdo'a. Dan pahala bacaan itu akan sampai pada mayit oleh karena itu perkataan Imam syafii tidak di tiadakan, bahkan perkataan imam Syafi'i memperkuat pendapat Ulama' Muta'akhhirin yang di arahkan pendapat masyhur dalam madzhab yaitu jika alquran itu tidak dibaca dihadapan si mayit dan tidak berdoa setelahnya. 

وماجنح اليه من وصول ثواب قراءة الحي للميت هو مايفيده حديث مَنْ زَارَ قَبْرَ وَالِدَيْهِ أَوْ أَحَدِهِمَا فِى كُلِّ جُمْعَةٍ فَقَرَأَ عِنْدَهُ يس غَفَرَ اللهُ لَهُ بِعَدَدِ كُلِّ حَرْفٍ مِنْهَااخرجه ابن عدى وأبو الشيخ والديلمى وابن النجار عن أبى بكر مرفوعا 

Pendapat yang diikuti tentang sampainya pahala bacaan orang yang masih hidup pada orang mati itu termasuk kandungan dari hadits yang artinya :

" Barangsiapa berziarah ke makam kedua orang tuanya atau salah satunya setiap Jum'at, kemudian membaca Yasin di dekatnya, maka Allah akan mengampuninya sesuai bilangan huruf dalam Surat tersebut" HR. Ibnu 'Adi, Abu al-Syaikh al-Dailami, Ibnu Najjar dari Abu Bakar. dengan Hadits Marfu'

وعن ابن عمر نحو ذلك أخرجه ابن عدي والحكيم من غير تقييد بالجمعة وفيه كان كعدل رقبة وبفرض كونه ضعيفا فهو غير موضوع فيعمل به في مثل هذا المقام لأنه من جملة الفضائل التي يعمل فيها بالتصعيف غير الموضوع كما هو مقرر في محله .

Dari Ibnu Umar dengan hadits yang sama tanpa qoyyid Jum'at yang arti  Haditsnya : "Barangsiapa berziarah ke makam kedua orang tuanya atau salah satunya  kemudian membaca Yasin di dekatnya, maka pahalanya seperti memerdekakan budak" HR. Ibnu 'Adi dan Hakim.

Jika Hadits ini Dhoif yang tidak Maudhu' maka boleh di amalkan karena termasuk dari beberapa keutamaan amal

Syeikh Muhammad bin Ahmad bin Abdul Bari al-Ahdal, Ifadatut Tullab,Hal 5-6

Zainal Abidin, Ngelom Pesantren, 31-05-2020

Sumber FB : Zainal Abidin

© Terima kasih telah membaca Kajian Islam Ahlussunnah wal Jama’ah dengan judul "Khususon Ila Ruhi Artinya Apa? Perbedaan Ila Ruhi, Ila Arwahi, dan Ila Hadroti yang Sering Disalahpahami". Semoga Allah ﷻ senantiasa menganugerahkan ilmu yang bermanfaat, taufiq, dan hidayah kepada kita semua. Aamiin.
Lebih lamaTerbaru