Allah Bertempat di Atas Arsy? Dialog Lengkap Asy'ariyah vs Wahabi tentang Sifat Allah

ALLAH BERTEMPAT

ALLAH BERTEMPAT

👳 : Antum masih saja kampanye Allah tidak bertempat, tinggal bawakan saja dalil tentang itu akhi. 

🧑 : Masih butuh dalil? 

Asysyuraa Ayat 11

ليس كمثله شئ وهو السميع البصير 

Anda ngerti وجه الدلالة dari ayat ini? 

Allah menafikan seluruhnya, apapun yang bisa menyamai Allah, baik zat, sifat maupun perbuatannya. 

Berbeda dengan anda yang memaknai dengan zhohir lugawi dan mengatakan makna hakikatnya diketahui. Artinya anda sedang meyakini bahwa Allah memang bertempat, menempati tempat. atau dengan makna menetap. 

ini mengarah ke tasybih. 

Atau kata yad diketahui maknanya secara hakiki, anda kalau mengartikan yad dengan makna hakiki artinya zhohir bahasa arab dan juga bahasa Al-Qur'an, tangan itu adalah organ, bagian yang memiliki permulaan juga akhiran, inilah jisim, makanya tidak sinkron antara perkataan dan pemahaman anda, katanya tahu makna hakikinya tapi menafikan hakikatnya.

Lafadz يد jika disandarkan pada manusia maupun hewan lainnya pasti memiliki satu hakikat sebagai organ. anda hanya menafikan kaifiyyahnya saja. itu membuat orang berilmu bingung apalagi orang awam bisa saja tersesat.

Anda meyakini Allah punya tangan dengan makna hakiki, tapi tidak mengakui arti hakiki dari pengertian bahasa Arab. kalau anda mengatakan hakiki, ini mengarah ke tasybih. 

Perkataan imam Ar Razi 

dalam kitab مفاتح الغيب 

halaman 128 juz 27

احتج علماء التوحيد قديما وحديثا بهذه الآية في نفي كونه تعالى جسما مركبا من الأعضاء والأجزاء وحاصلا في المكان والجهة وقالوا لو كان جسما لكان مثلا لسائر الأجسام فيلزم حصول الأمثال والأشباه له وذالك باطل

Ulama tauhid dari dulu sampai sekarang berhujjah untuk menafikan perwujudan Allah sebagai jisim yang tersusun dari beberapa anggota dan juz, serta wujudnya dalam tempat atau arah, mereka ulama tauhid berkata Andai Allah adalah jisim maka dia akan menyerupai jisim-jisim yang lain, dengan begitu akan ada yang menyerupai Allah

👳 : Akhi , Si entong punya mata, monyet punya mata, kucing punya mata, tokek punya mata, lalat punya mata, tikus punya mata, babi juga punya mata, ikan punya mata, 

apakah matanya sama? beda kan? 

begitu juga mata Allah, pasti beda. 


🧑 : Allah berfirman 

قل هو الله أحد 

Maksudnya Allah itu Esa, baik dzat maupun sifatnya, dan tidak boleh ada sekutu di dalam sifat-sifatnya. 

Perkatan anda itu justru bahwa mata yang disandarkan kepada Allah sama dengan mata yang anda sandarkan pada makhluk, karena sama-sama memiliki mata, anda hanya menafikan bentuknya, makna zahir dari mata itu merusak tauhid jika anda sandarkan pada Allah lalu mengakui mengetahui makna hakikinya. 

Artinya anda meyakini Allah dan Makhluk memiliki mata, hanya bentuknya saja yang berbeda. 

👳 : Manusia mendengar, Allah juga mendengar, Manusia melihat, Allah juga melihat. Berarti ini batil juga akhi?

🧑 : Beda halnya jika pengertian pada sifat ma'ani, jangan berlakukan pada sifat khabariyah, karena mendengar yang disifatkan pada makhkuk dan yang disandarkan pada sifat Allah hanya sebatas مشترك لفظ . Hanya sekedar sama dalam pengucapan atau penyebutannya saja, tapi dalam pemaknaannya berbeda. 

makna mendengar yang disematkan pada makhluk berbeda dengan makna maha mendengar yang disifatkan pada Allah. peengucapan dan penyebutannya saja yang sama, pemaknaannya berbeda. 

Yang jadi persoalan bagi akidah anda mengartikan mata makhluk dan mata Allah tidak hanya sama lafadznya, tidak hanya sama pengucapannya, tapi anda mengetahui hakikat makna dari mata ini, anda mengakui mengetahui makna hakiki dari mata, artinya Allah dan Makhluk sama-sama memiliki mata yang diketahui makna hakikinya, bukan majazi. inilah yang batil. karena yang anda nafikan, hanya kaifiyyahnya saja. 

Maka ayat pertama dari surah al-iklhlas membantah dengan tegas akidah itsbat dari kelompok anda. 

👳 : Tidak usah kampanye akhi, cukup tunjukkan dalil tentang Allah tidak bertempat. mana dalilnya. 

🧑 : Daritadi kami bawakan dalilnya, anda masih belum paham juga? baca pelan-pelan. 

Al ikhlas ayat 2. 

Bahwa Allah adalah Zat yang dibutuhkan oleh makhluk. seluruhnya, ini menolak pendapat bahwa Allah membutuhkan Arsy untuk bertempat dan memiliki tempat seperti klaim anda, apalagi bersemayam, menjadikan hayyiz sebagai tempat ataupun arah sebagai wujud keberadaanNya, atau sarana dari perbuatanNya.

Ingat! Menetapkan sifat Allah sebagaimana zhohir dan memaknainya secara hakiki maka ini bertentangan dengan sifat الصمد , Allah tidak butuh apapun. Sejalan dengan Ayat ke 38 surah Muhammad 

والله الغني وانتم الفقراء 

Imam Ar Razi menjelaskan 

dalam مفاتح الغيب juz 26 halaman 201

ولو كان مركبا من الأجزاء والأبعاض لكان محتاجا إليها وذالك يمنع من كونه غنيا على الإطلاق فثبت بهذه الوجوه أن القول بإثبات الأعضاء والأجزاء لله محال

perkataan imam Ar Razi ini mengindikasikan bahwa jika dikatakan Allah bersemayam di atas Arsy maka itu berarti Allah membutuhkan tempat, bertolak belakang dengan keberadaanNya yang tidak membutuhkan apapun karena sifatNya الغني secara mutlak. 

maka menetapkan tempat bagi Allah itu termasuk محال

👳 : Akhi, apakah artinya anda menuduh Rasulullah mengucapkan sesuatu yang tidak dipahaminya? serta tidak dipahami sahabat-sahabatnya? padahal Rasulullah menyebut Allah punya dua tangan, punya dua mata, kaki, tangan, betis . Allah bersemayam diatas arsy. lalu para sahabat diam dan tidak protes ketika mendengat sabda Nabi,  ini artinya perkataan Rasulullah terhadap sifat itu dipahami para sahabat, hanya kaifiyahnua saja yang tidak. 

🧑 : Rasulullah sendiri menyuruh kita diam dan tidak membicarakan sesuatu yang tidak diketahui, diamnya para sahabat bukan berarti mereka paham makna hakikinya, tapi bentuk menjalankan perintah Rasulullah SAW untuk diam pada perkara yang sifatnya mutasyabihat. 

Hadits Riwayat Imam Ahmad.

هلك من كان قبلكم بهذا ضربوا كتاب الله بعضه ببعض وإنما نزل كتاب الله يصدق بعضه بعضا فلا تكذبوا بعضه ببعض فما علمتم منه فقولوا وما جهلتم فكلوه إلى عالمه

ini riwayat perintah agar kita diam pada perkara yang tidak diketahui hakikatnya, lalu menyerahkannya pada maha Mengetahui.

Mengembalikan pengertian makna dalam Al-Quran. 

ini yang ditempuh Asyairah Maturidiyah mengikuti manhaj salafaussholeh untuk tafwidh.. meyakini bahwa sifat khabariyah memiliki makna, tapi artinya kita serahkan kepada Allah. 

Sangat berbeda dengan sikap anda yang selalu ngotot mengetahui makna hakiki dari sifat khabariyah ini. 

👳 : Akhi, anda menyamakan Sifat Allah ini seperti halnya sebuah bunyi yang tidak ada artinya. ini kejahilan serta syubhat yang dibuat kelompok antum akhi. 

🧑 : Jumhur ulama mengkategorikan sifat khabariyah ini masuk pada ranah Mutasyabihat, maka pesan imam Bukhari, ketika kita menemukan Perkara Mutasyabihat beliau berkata dalam kitab خلق أفعال العباد

halaman 99 

وكل من اشتبه عليه شئ فأولى أن يكله إلى عالمه كما قال عبد الله بن عمرو رضي الله عنهما عن النبي صلى الله عليه وسلم وما أشكل عليكم فكلوه الى عالمه ولا يدخل في المتشابهات إلا ما بين له. 

ketika  kita menghadapi dalil mutasyabihat, maka hendaknya serahkan saja kepada Allah yang mengetahui perkara tersebut. sesuai sabda Rasulullah SAW, segala sesuatu yang isykal maka serahkan kepada yang maha mengetahui, maka tidak boleh masuk pada perkara mutasyabihat kecuali telah dijelaskan kepadanya. 

Peringatan Rasulullah terkait orang-orang yang condong selalu mengikuti ayat-ayat mutasyabihat, ada di shohih Bukhari, ketika Rasulullah SAW selesai membaca al Imran ayat 7. beliau bersabda

فإذا رأيت الذين يتبعون ما تشابه منه فأولئك الذين سمى الله فاحذروهم

Jika kalian melihat orang-orang mengikuti mutasyabihat dalam al-Quran maka mereka yang dimaksud oleh Allah . Jauhilah mereka. 

Anda selalu semangat jika membahas ayat-ayat sifat khabariyah ini, bahkan masuk dalam pembahasan pokok 3 pilar tauhid anda, pada tauhid Asma Wa sifat pembahasannya dimulai dengan sifat Mutasyabihat, jangan sampai justru kelompok anda yang dimaksud oleh Rasulullah SAW. 

👳 : Dasar ahlul Bid'ah, penyembah kuburan keramat, pemakan besek kematian, iyyamato iyamato, alumni bani fatimiyah, IQ jauh, kuliah dimesir kualitas jauh, dainya begini bagaimana jamaahnya, bocil sesat.

🧑 : Mohon pencerahannya kiyai.

_____

SIKAP TAFWIDH SALAFUSSHOLEH

👳 : Akhi, generasi salaf itu Itsbat makna Tafwidh Kaifiyyah. makna hakikinya diketahui. bukan seperti kelompok sesat Asyairah maturidiyah yang mengosongkan makna dari sifat Allah. Sikap salaf itu itsbat makna, bukan tafwidh makna, sebagaimana diakui imam Qurthuby. 

🧑 : Asyairah Maturidiyah itu Tafwidh makna, maksudnya meyakini sifat khabariyah yang datang dari Allah dan Rasulnya, meyakini bahwa sifat-sifat ini ada maknanya, tapi makna hakikinya diserahkan dan dikembalikan kepada Allah, hanya Allah yang tahu.

dan ini diambil dari pendapat generasi salaf, jadi kalau anda nukil perkataan imam Qurthuby untuk membenarkan akidah itsbat anda, itu jelas jaka sembung bawa golok, karena semua orang kenal Imam Qurthuby itu Imam besar dari kalangan Asyairah. 

Perkataan imam Syafi'i 

أٓمنت بالله وبما جاء عن الله على مراد الله وآمنت برسول الله وبما جاء عن رسول الله على مراد رسو ل الله 

علموا أي السلف أن المتكلم بها صادق لا شك في صدقة فصدقوه ولم يعلموا حقيقة معناها فسكتوا عما لم يعلموا 

Jelas imam syafi'i menjelaskan sikap para salafussholeh membenarkan ayatnya, mengimani, tapi tidak mengetahui hakikat maknanya, dan para salaf memilih diam dari yang tidak diketahui hakikat maknanya. 

Perkataan imam Sufyan Bin Uyainah juga tafwidh makna. 

كل ما وصف الله به نفسه في كتابه فتفسيره تلاوته والسكوت عنه

imam Baihaqy menjelaskan maksud dari perkataan imam Sufyan bin Uyainah ini dalam kitab الإعتقاد والهداية , halaman 123

وإنما أراد به والله أعلم فيما تفسيره يؤدي الى تكييف وتكييفه يقتضي تشبيهه له بخلقه في أوصاف الحدوث 

Imam Sufyan bin Uyainah menghendaki kita diam saja, Katakan wallahu a'lam, karena jika ditafsirkan, atau diartikan bisa mendatangkan takyif, dari takyif menjadi tasybih. bisa jatuh menjadi mujassimah atau musyabbihah. 

tandai kalimat ini 

فتفسيره تلا وته والسكوت عنه

cukup baca ayat sifatnya,

يد الله، عين ،وجه ، استوى 

Lalu diam. 

karena kalau diartikan ke bahasa indonesia bisa mengarah ke takyif yang berpotensi tasybih. 

👳 : Akhi antum semakin sesat akhi, mana mungkin orang arab tidak paham bahasanya sendiri, karena itu pasti diketahui artinya, sudah masyhur dikalangan orang arab, yad itu artinya tangan. jadi harusnya antum yakini Allah punya tangan. 

🧑 : Katanya pengikut salaf, tapi ditunjukkan perkataan salafussholeh masih menolak juga. 

Baca  إعتقاد الإمام بن حنبل  halaman 307 

ada perkataan beliau terkait ayat sifat khabariyah

ومن تكلم في معناها ابتدع 

di kitab لمعة الإعتقاد لإبن قدامة المقدسى halaman 3 ketika mengomentari riwayat berkaitan sifat khabariyah 

هذه الأحاديث نؤمن بها ونصدق لا كيف لا معنى 

Bisa anda lihat dan baca sendiri? 

Ancaman bagi orang yang selalu berbicara tentang makna hakiki dari sifat khabariyah dianggap pelaku bid'ah menurut imam Ahmad. 

beliau menafikan kaifiyyah, juga menafikan maknanya. 

Langsung disetujui dan diikuti oleh imam Ibnu Qudamah sama persis pemahaman imam Ahmad, untuk tafwidh makna .

dalam kitab روضة الناظر halaman 68

ولأن قولهم آمنا به يدل على نوع تفويض وتسليم لشئ لم يقفوا على معناه 

Imam Ibnu Qudamah mengikuti pendapat ulama salaf yang cukup beriman saja, karena itu bagian dari tafwidh dengan menyerahkan sesuatu yang para salaf tidak memahami maknanya. 

Diperjelas lagi salah seorang ulama dari kalangan hanbali syekh sulaiman At Thufi 

dalam شرح مختصر الروضة halaman 327

أن قول الراسخون فى العلم آمنا به يدل على تفويض منهم وتسليم لما لم يقفوا على حقيقة المراد وهو من قبيل الإيمان بالغيب الذي مدح عليه أهله 

يدل دلالة قوية على التفويض المراد الله تعالى 

Bisa dibaca dengan jelas dan sangat terang, bahwa sikap para ulama salaf itu tafwidh makna. buka itstbat makna seperti kelompok anda. 

👳 : Akhi, imam malik sendiri mengatakan bahwa istiwa itu ma'lum, tidak asing, diketahui orang arab yang awam, artinya memang diketahui secara hakiki akhi, antum susah sekali memahami perkataan para salaf, keyakinan salafussholeh itu itsbat makna hakiki. sadarlah akhi. 

🧑 : Belum cukup perkataan para generasi salafussholeh diatas? 

Tambahan perkataan imam At Tirmidzi buat anda, baca pelan-pelan biar tidak gagal paham. 

ada di سنن الترمذي juz 4 halaman 697. 

ألمذهب في هذا عند أهل العلم من الأئمة مثل سفيان الثورى ومالك وابن مبارك وابن عيينة ووكيع وغيرهم أنهم قالوا نروى هذه الأحاديث كما جاءت ونؤمن بها ولا يقال كيف ولا تفسر ولا نتوهم 

para imam yang disebutkan imam Tirimidzi diatas ini memilih sikap tidak menanyakan kaifa, tidak menafsirkan atau mengartikan juga tidak untuk disalah pahami. 

Sama juga sikap tafwidh makna Abu Ubaid Al Qasim dalam kitab 

شرح اصول إعتقاد اهل السنة 

dinukil syekh Abdul fattah al yafii dalam kitab

ألتجسيم والمجسمة

هذه الأحاديث عندنا يرويها الثقات بعضهم عن بعض إلا أنا إذا سئلنا عن تفسيرها قلنا ما أدركنا أحدا يفسر منها ونحن لا نفسر منها شيئا نصدق بها ونسكت

tidak ditemukan seorang pun yang menafsirkannya, jangan ditafsirkan, imani lalu diam. 

Anda juga selalu mengutip perkataan imam Malik. ini perkataan Imam Ibn Mazin Al Maliki dalam kitab ألتمهيد 

إنما كره مالك أن يتحدث بتلك الأحاديث لأن فيها حدا وصفة وتشبيها والنجاة في هذا الإنتهاء إلى ما قال الله عز وجل ووصفه به نفسه 

Lihatlah, ayat dan sifat khabariyah ini memang mengandung potensi tasybih atau tajsim. karenanya imam Malik tidak suka membicarakan riwayat yang terkait dengannya, karena mengandung had, sifat bahkan tasybih.

maka cukup berhenti pada Apa yang difirmankan oleh Allah (lafadz ayatnya) itsbat lafadz atau itsbat nash, bukan itsbat makna seperti kelompok anda, cukup diam imani, ucapkan wallahu a'lam.

Jika perkataan para ulama dari generasi salafussholeh ini belum bisa menyadarkan anda bahwa para salaf tafwidh makna. maka sebenarnya anda ini pengikut salaf atau bukan? 

👳 : Dasar ahlul bid'ah, penyembah kuburan keramat, pemakan besek kematian, iyyamato.iyyamato, alumni bani fatimiyah, IQ jauh, dainya begini bagaimana jamaahnya, kuliah dimesir kualitas jauh, jaka sembung goblok, bocil sesat.

🧑 : Mohon pencerahannya kiyai

Sumber FB Ustadz : A Sulaiman Kartini

© Terima kasih telah membaca Kajian Islam Ahlussunnah wal Jama’ah dengan judul "Allah Bertempat di Atas Arsy? Dialog Lengkap Asy'ariyah vs Wahabi tentang Sifat Allah". Semoga Allah ﷻ senantiasa menganugerahkan ilmu yang bermanfaat, taufiq, dan hidayah kepada kita semua. Aamiin.