
Menolak Lupa
Kami kembali merespon kritik terbaru akhina Ustadz Ahmad Ubaidillah tentang riwayat Malik Ad-Dar, Tapi menolak lupa bahwa video jawaban kami atas kritik beliau sebelumnya sama sekali tidak direspon/dijawab. Sayang sekali, diskursus tentang pendapat Imam Ahmad bin Hanbal, pendapat ulama Hanabilah, Pendapat 4 Mazhab, yang beliau gunakan untuk mengkritik alfaqiir justru seakan dianggap angin lalu ketika sudah dijawab.
Tanpa mengurangi rasa hormat dan cinta kami pada Ustadz Ahmad Ubaidillah, Budaya kritik dan menerima kritik ini baik sekali untuk edukasi umat. Terima kasih kami untuk beliau yang sudah berkenan memberikan kritik ilmiahnya. Namun, alangkah baiknya, jika kita juga tidak lari dari kritik yang sudah terlanjur kita sampaikan.
Uhibbukum Fillah,
Sumber FB Ustadz : Faris Baswedan
Beginilah kalau al Albani dijadikan rujukan utama, alih-alih merujuk pada para imam yang bergelar al-Hafidz, akhirnya terus blunder.
Malik ad-Dar itu sosok yang maklum pakai banget di kalangan para imam hadis, sehingga ketika al-Albani mengatakan dia majhul justru hanya menunjukkan bahwa al-Albani yang tidak tahu atau bacanya terlewat. Sebenarnya ini kesalahan manusiawi sih, tapi kesombongan yang dibalut fanatisme yang membuat tidak objektif.
Hadis tabarruk yang dipermasalhkan pun sudah disahihkan para imam, masih maksa pula melemahkan hadis tersebut yang lucunya memakai potongan-potongan pernyataan para imam yang menshahihkan itu tadi.
Sumber FB Ustadz : Abdul Wahab Ahmad









