Hukum dan Macam Talak dalam Fikih Pernikahan Islam

Hukum dan Macam Talak dalam Fikih Pernikahan Islam

INI ๐—ง๐—”๐—Ÿ๐—”๐—ž YA, ๐—ž๐—”๐—ž.. 

๐˜ฝ๐™ž-๐™จ๐™ข๐™ž-๐™‡๐™ก๐™–̄๐™

๐—”. ๐——๐—ฒ๐—ณ๐—ถ๐—ป๐—ถ๐˜€๐—ถ ๐—ง๐—ฎ๐—น๐—ฎ๐—ธ

Talak (atau lazim juga disebut perceraian) adalah putusnya suatu ikatan pernikahan.

Yang berhak menjatuhkan talak hanyalah suami, atau hakim/๐˜ฎ๐˜ถ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฎ (dan kasus tertentu semisal ๐˜ง๐˜ข๐˜ด๐˜ฌ๐˜ฉ) dan ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฎ (utusan pihak suami dalam kasus ๐˜ด๐˜บ๐˜ช๐˜ฒ๐˜ข̄๐˜ฒ)

๐—•. ๐—›๐˜‚๐—ธ๐˜‚๐—บ ๐—ง๐—ฎ๐—น๐—ฎ๐—ธ

Pada dasarnya hukum talak adalah ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ณ๐˜ถ̄๐˜ฉ. Tapi ia bisa juga menjadi:

• ๐˜ž๐˜ข̄๐˜ซ๐˜ช๐˜ฃ, yaitu jika misalnya suami bersumpah ๐˜ช̄๐˜ญ๐˜ข̄; atau

• ๐˜š๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฉ, yaitu jika misalnya si isteri adalah wanita yang berakhlak buruk; atau

• ๐˜๐˜ข๐˜ณ๐˜ข̄๐˜ฎ, yaitu talak yang dijatuhkan pada isteri yang sedang haid; atau pas di akhir suci; atau suci namun sempat terjadi jimak pada masa suci tersebut (walaupun talaknya tetap sah/jatuh); atau

• ๐˜”๐˜ถ๐˜ฃ๐˜ข̄๐˜ฉ, yaitu jika suami sama sekali tak tertarik pada istrinya dan tak bersedia menafkahinya tanpa ๐˜ช๐˜ด๐˜ต๐˜ช๐˜ฎ๐˜ต๐˜ข̄.

๐—–. ๐™Ž๐™ž̄๐™œ๐™๐™–๐™ฉ ๐—ง๐—ฎ๐—น๐—ฎ๐—ธ

Dari segi materinya, ๐˜ด๐˜ช̄๐˜จ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ต (pernyataan) talak dapat dibagi dua (2):

1. ๐˜š๐˜ช̄๐˜จ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ต talak yang jelas (ุตุฑูŠุญ), yaitu pernyataan suami yang jelas menunjukkan talak dengan menggunakan kata “talak/๐˜ง๐˜ช๐˜ณ๐˜ข̄๐˜ฒ (pisah)”, misalnya: “engkau kutalak/ku-๐˜ง๐˜ช๐˜ณ๐˜ข̄๐˜ฒ”.

Konsekwensi dari pernyataan talak ๐˜ด๐˜ฉ๐˜ข๐˜ณ๐˜ช̄๐˜ฉ ini adalah talak sah/jatuh walaupun pernyataan talak tersebut tidak disertai niat untuk benar-benar mentalak.

2.  ๐˜š๐˜ช̄๐˜จ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ต talak yang bersifat kiasan (ูƒู†ุงูŠุฉ), yaitu pernyataan suami yang (tidak jelas menunjukkan talak, hanya) bisa dinterpretasikan sebagai talak dan bisa juga tidak. Misalnya: “pulanglah engkau ke rumah orang tuamu”, “kamu boleh bersuami lagi”, dsb.; atau pernyataan talak, sekalipun ๐˜ด๐˜ฉ๐˜ข๐˜ณ๐˜ช̄๐˜ฉ, yang disampaikan lewat tulisan.

Konsekwensi dari pernyataan talak ๐˜ฌ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ข̄๐˜บ๐˜ข๐˜ฉ ini adalah talak dapat sah/jatuh jika pernyataan tersebut disertai niat untuk benar-benar mentalak.

๐——. ๐—•๐—ถ๐—น๐—ฎ๐—ป๐—ด๐—ฎ๐—ป ๐—ง๐—ฎ๐—น๐—ฎ๐—ธ

Seorang suami memiliki hak tiga (3) kali talak terhadap isterinya, baik secara berurutan satu persatu (mis. mentalak 1 lebih dulu, lalu mentalak lagi, kemudian mentalak lagi untuk ketiga kalinya), atau secara sekaligus yakni langsung mentalak 3.

Jika seorang lelaki menikahi kembali bekas isterinya yang tidak tertalak 3 (walaupun si isteri sempat menikah lagi), maka ia tetap memiliki sisa hak talaknya. Misalnya Zaid mentalak Hindun dengan talak 2. Jika suatu saat (setelah bertahun-tahun, bahkan Hindun sudah sempat menikah lagi), Zaid menikahi Hindun kembali, maka hak talak Zaid atas Hindun tinggal 1.

๐—˜. ๐— ๐—ฎ๐—ฐ๐—ฎ๐—บ ๐—ง๐—ฎ๐—น๐—ฎ๐—ธ

1. Talak ๐˜™๐˜ข๐˜ซ’๐˜ช๐˜บ (ุฑุฌุนูŠ), yaitu talak yang dijatuhkan suami pada isterinya dengan memenuhi kriteria berikut:

• Bukan talak tiga (3)

• Si pasutri sudah pernah melakukan ๐˜ซ๐˜ช๐˜ฎ๐˜ข̄’ (hubungan badan)

• Penjatuhan talaknya tidak disertai pengeluaran biaya dari pihak isteri atau pihak lain.

Talak ini disebut ๐˜ณ๐˜ข๐˜ซ’๐˜ช๐˜บ karena selama masa iddah belum berakhir, si suami dapat me-๐˜ณ๐˜ถ๐˜ซ๐˜ถ̄’ (ุฑุฌูˆุน/ุฑุฌุนุฉ/kembali) pada isterinya tanpa melalui proses akad nikah baru.

2. Talak ๐˜‰๐˜ข̄-๐˜ช๐˜ฏ (ุจุงุฆู†). Talak ini dibagi dua (2):

a) Talak ๐˜ฃ๐˜ข̄-๐˜ช๐˜ฏ ๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ฃ๐˜ณ๐˜ข̄ (ูƒุจุฑู‰), yaitu talak yang dijatuhkan suami pada isterinya dengan memenuhi kriteria berikut:

• Si pasutri sudah pernah melakukan ๐˜ซ๐˜ช๐˜ฎ๐˜ข̄’

• Talak yang dijatuhkan adalah talak tiga (3).

Konsekwensi talak ๐˜ฃ๐˜ข̄-๐˜ช๐˜ฏ ๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ฃ๐˜ณ๐˜ข̄ adalah: si suami tidak dapat kembali pada isterinya dengan proses ๐˜ณ๐˜ถ๐˜ซ๐˜ถ̄’, tapi harus dengan akad nikah baru setelah memenuhi ketentuan-ketentuan berikut:

• Mantan isterinya telah dinikahi lelaki lain secara sah;

• Mantan isteri tersebut telah di-๐˜ซ๐˜ช๐˜ฎ๐˜ข̄’ oleh suami barunya (dengan ๐˜ซ๐˜ช๐˜ฎ๐˜ข̄’ yang 'sempurna')

• Putusnya ikatan pernikahan si mantan isteri dengan suami barunya; dan

• Si mantan isteri selesai menjalani ๐˜ช๐˜ฅ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฉ dari putusnya pernikahan tersebut.

b) Talak ๐˜ฃ๐˜ข̄-๐˜ช๐˜ฏ ๐˜ด๐˜ถ๐˜จ๐˜ฉ๐˜ณ๐˜ข̄ (ุตุบุฑู‰), yaitu talak yang dijatuhkan suami pada isterinya dengan memenuhi salah satu kriteria berikut:

• Si pasutri belum pernah melakukan ๐˜ซ๐˜ช๐˜ฎ๐˜ข̄’; atau

• Si pasutri sudah pernah melakukan ๐˜ซ๐˜ช๐˜ฎ๐˜ข̄’, tapi penjatuhan talaknya disertai adanya pengeluaran biaya dari pihak isteri atau pihak lain.

Konsekwensi talak ๐˜ฃ๐˜ข̄-๐˜ช๐˜ฏ ๐˜ด๐˜ถ๐˜จ๐˜ฉ๐˜ณ๐˜ข̄ adalah si suami tidak dapat kembali pada isterinya dengan proses rujuk, tapi harus dengan akad nikah baru (walaupun masa ๐˜ช๐˜ฅ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฉ belum berakhir)

๐™’๐™–-๐™‡๐™ก๐™–̄๐™๐™ช ๐˜ผ’๐™ก๐™–๐™ข ๐™—๐™ž-๐™จ๐™ ๐™Ž๐™๐™–๐™ฌ๐™–̄๐™—

©1447/08/09/Rabu

_____________________

*) Disunting dari tulisan lama yang menjadi salah satu materi ajar di Smas Al Muqri Prenduan. Kebanyakan bersumber dari ๐˜๐˜ข๐˜ต๐˜ฉ ๐˜ข๐˜ญ-๐˜˜๐˜ข๐˜ณ๐˜ช̄๐˜ฃ ๐˜ฃ๐˜ช ๐˜๐˜ข̄๐˜ฎ๐˜ช๐˜ด๐˜บ ๐˜๐˜ข̄๐˜ด๐˜บ๐˜ช๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ข๐˜ญ-๐˜‰๐˜ข̄๐˜ซ๐˜ถ̄๐˜ณ๐˜ช̄๐˜บ dan ๐˜๐˜ข๐˜ต๐˜ฉ ๐˜ข๐˜ญ-๐˜”๐˜ถ๐˜ช̄๐˜ฏ ๐˜ฃ๐˜ช ๐˜๐˜ข̄๐˜ฎ๐˜ช๐˜ด๐˜บ ๐˜๐˜ข̄๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ข๐˜ต๐˜ฉ-๐˜›๐˜ฉ๐˜ข̄๐˜ญ๐˜ช๐˜ฃ๐˜ช̄๐˜ฏ plus beberapa referensi kitab-kitab fikih standar ๐˜š๐˜บ๐˜ข̄๐˜ง๐˜ช๐˜ช๐˜บ๐˜บ๐˜ข๐˜ฉ.

Sumber FB Ustadz : Zainur Rahman van Hamme

© Terima kasih telah membaca Kajian Islam Ahlussunnah wal Jama’ah dengan judul "Hukum dan Macam Talak dalam Fikih Pernikahan Islam". Semoga Allah ๏ทป senantiasa menganugerahkan ilmu yang bermanfaat, taufiq, dan hidayah kepada kita semua. Aamiin.

Cari Kajian Islam