๐ ๐๐ก๐๐๐ช๐๐ ๐ง๐จ๐๐จ๐๐๐ก ๐ง๐๐๐๐๐ฅ๐ ๐ง๐๐ฅ๐๐๐๐๐ฃ ๐ ๐๐๐ญ๐๐๐ ๐๐ฆ๐ฌ’๐๐ฅ๐
Semoga Ust AST dan team senantiasa sehat selalu sekeluarga. Boleh menulis bantahan atas tulisan ini? Ini artikel yg diambil dari grup … di Telegram.
๐๐ค๐๐๐๐ ๐๐ฆ๐ฌ’๐๐ฅ๐๐ฌ๐ฌ๐๐ ๐ ๐จ๐ง๐’๐๐๐๐๐ฅ๐๐ก ๐๐๐ก ๐๐จ๐๐จ๐ ๐ฆ๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐ก ๐ ๐๐ฅ๐๐๐
Permasalahan Asy’ariyyah bukan perkara baru. Ia muncul sejak abad ke-4 H ketika Ahlul Kalam mencampurkan aqidah Islam dengan ushul Jahmiyyah dan Mu’tazilah. Salaf Ahlus Sunnah telah membantah dan menjelaskan hukum mereka dengan jelas. Makalah ini memaparkan aqidah Asy’ariyyah muta’akhirin, hukumnya, dan hukum sembelihan mereka menurut perkataan Imam salaf, tanpa kompromi.
๐ญ. ๐ฆ๐ถ๐ฎ๐ฝ๐ฎ ๐๐๐’๐ฎ๐ฟ๐ถ๐๐๐ฎ๐ต ๐ ๐๐๐ฎ’๐ฎ๐ธ๐ต๐ถ๐ฟ๐ถ๐ป?
Asy’ariyyah muta’akhirin adalah kelompok yang menisbatkan diri kepada Abu Hasan Al-Asy’ari, padahal mereka menyelisihi aqidahnya di akhir hidupnya. Mereka dipimpin oleh:
1. Al-Baqillani 403 H
2. Abdul Malik Al-Juwaini 478 H
3. Abu Hamid Al-Ghazali 505 H
4. Fakhruddin Ar-Razi 606 H
Pokok aqidah mereka :
a. Ta’thil Shifat Allah
Menafikan sifat yad, wajh, istiwa’, nuzul. Istiwa’ ditakwil istaula, yad ditakwil qudrah.
Ini persis perkataan Jahm bin Shafwan dan Bisyir Al-Marisi.
b. Mengingkari Kalamullah
Mereka berkata Al-Qur’an bukan kalam Allah yang didengar, tapi ma’na nafsani. Lafazhnya makhluk. Ini aqidah Jahmiyyah murni.
c. Mengingkari Uluw Allah
Mereka berkata Allah tidak di atas, tidak di luar alam, tidak di dalam alam.
Ini penyamaan Allah dengan ‘adam, dan penyelisihan nash mutawatir.
๐ฎ. ๐๐๐ธ๐๐บ ๐๐๐’๐ฎ๐ฟ๐ถ๐๐๐ฎ๐ต ๐ ๐๐๐ฎ’๐ฎ๐ธ๐ต๐ถ๐ฟ๐ถ๐ป ๐ ๐ฒ๐ป๐๐ฟ๐๐ ๐ฆ๐ฎ๐น๐ฎ๐ณ
a. Imam Abul Fadl Umar bin Ibrahim al Harawi 425 H
"ูุง ุชุญู ุฐุจุงุฆุญ ุงูุฃุดุนุฑูุฉ، ูุฃููู ููุณูุง ุจู ุณูู ูู، ููุง ุจุฃูู ูุชุงุจ، ููุง ُูุซุจุชูู ูู ุงูุฃุฑุถ ูุชุงุจ ุงููู."
"Sembelihan Asy’ariyyah tidak halal, karena mereka bukan muslim, bukan Ahli Kitab, dan tidak menetapkan Kitab Allah di muka bumi."
b. Imam Abu Nasr As Sijzi 444 H
ูุคูุงุก ุงูููู ุฎุงูููุง ุงููุชุงุจ ูุงูุณูุฉ ูุฅุฌู ุงุน ุงูุณูู ูู ุฅุซุจุงุช ุงูุตูุงุช، ููููุง ุงูุนูู ูุงูุงุณุชูุงุก ุนูู ุงูุนุฑุด، ููุงููุง ุจููู ุงูุฌูู ูุฉ ูุงูู ุนุชุฒูุฉ. ูู ู ูุงู ุจููููู ููุฏ ูุงูู ุฃูู ุงูุจุฏุน ุงูู ููุฑุฉ
"Kaum ini menyelisihi Al-Qur’an, Sunnah, dan ijma’ salaf dalam menetapkan sifat. Mereka menafikan uluw dan istiwa’, dan berkata dengan perkataan Jahmiyyah dan Mu’tazilah. Maka siapa yang berkata dengan perkataan mereka, dia telah sepakat dengan ahli bid’ah yang dikafirkan."
c. Imam Muwaffaquddin Ibn Qudamah Al-Maqdisi 620 H
ูุงุนูู ุฃู ุฃูู ุงูุจุฏุน ูููู ููุงุฑ ุนูุฏ ุงูุณูู، ูู ููู ุงูุฃุดุนุฑูุฉ ุงูุฐูู ููููู ุงูุตูุงุช ููููููู ุจุฎูู ุงููุฑุขู.
"Ketahuilah bahwa semua ahli bid’ah itu kafir di sisi salaf. Di antaranya Asy’ariyyah yang menafikan sifat dan berkata Al-Qur’an makhluk."
ู ุง ุฃุญุฏุซู ุงูุฃุดุนุฑูุฉ ู ู ููู ุงูุตูุงุช ูุชุฃููููุง ูู ุนูู ููู ุงูู ุนุชุฒูุฉ ูุงูุฌูู ูุฉ، ูู ู ุฑุถู ุจู ููู ู ููู .
"Perkara baru yang dibuat Asy’ariyyah berupa penafian sifat dan ta’wilnya adalah persis perkataan Mu’tazilah dan Jahmiyyah. Maka siapa yang ridha dengannya, dia dari mereka."
๐ฏ. ๐ฆ๐ฒ๐ฏ๐ฎ๐ฏ ๐ ๐ฒ๐ฟ๐ฒ๐ธ๐ฎ ๐๐ถ๐ธ๐ฎ๐ณ๐ถ๐ฟ๐ธ๐ฎ๐ป ๐ฆ๐ฎ๐น๐ฎ๐ณ
Salaf tidak mengkafirkan karena nama "Asy’ari". Mereka mengkafirkan karena 3 perkara kufur akbar:
1. Ta’thil Shifat Allah
Allah berfirman:
ุงูุฑَّุญْู َُู ุนََูู ุงْูุนَุฑْุดِ ุงุณْุชََูู
Salaf memahami istiwa’ secara hakiki. Asy’ariyyah menakwilnya istaula. Ini mendustakan Allah.
2. Mengingkari Kalamullah
Ijma’ salaf: Al-Qur’an kalamullah, bukan makhluk. Imam Ahmad berkata: "Barangsiapa berkata Al-Qur’an makhluk maka dia kafir."
Asy’ariyyah berkata al Qur’an makhluk dalam lafazhnya.
3. Mengingkari Uluw Allah
Allah berfirman:
ุฃَุฃَู ِูุชُู ู َّู ِูู ุงูุณَّู َุงุก
Nabi ๏ทบ bertanya ke budak: "Aina Allah?" Jawab: "Fis Sama’". Nabi ๏ทบ bersabda: "A’tigha fa innaha mu’minah".
Asy’ariyyah menolak ini dan berkata Allah tidak di arah.
๐ฐ. ๐๐๐ธ๐๐บ ๐ฆ๐ฒ๐บ๐ฏ๐ฒ๐น๐ถ๐ต๐ฎ๐ป ๐ ๐ฒ๐ฟ๐ฒ๐ธ๐ฎ
Qaidah salaf dalam sembelihan mubtadi’:
a. Jika bid’ahnya kufur akbar → sembelihannya haram.
Contoh: Sembelihan Rafidhah yang mencela sahabat, Jahmiyyah yang mengingkari kalamullah, Asy’ariyyah muta’akhirin yang menafikan sifat. Al Khallal meriwayatkan dalam As Sunnah:
"ุณุฆู ุงูุฅู ุงู ุฃุญู ุฏ ุนู ุฐุจูุญุฉ ุงูุฌูู ูุฉ، ููุงู: ูุง ุชุคูู."
"Imam Ahmad ditanya tentang sembelihan Jahmiyyah, beliau berkata: Tidak dimakan."
Karena Asy’ariyyah muta’akhirin adalah Jahmiyyah bungkus baru, maka hukumnya sama.
Simak jawabannya di https://astofficial.id
Sumber FB Ustadz : Ahmad Syahrin Thoriq
