Tidak Semua Syiah Sesat, Tidak Semua Sunni Lurus

Tidak Semua Syiah Sesat, Tidak Semua Sunni Lurus

TIDAK SEMUA SYIAH SESAT 

TIDAK SEMUA SUNY LURUS

Ikhtiar saling memahami perbedaan sebagai keniscayaan meski musykil

Umat islam itu tak bisa disatukan itu pasti. Tidak bisa dikalahkan musuh kecuali sesama umat Islam saling mengalahkan itu pasti. Tidak ditimpa kelaparan dan paceklik juga pasti — Nabi saw quotes

*^^^^^*

Diantara penyimpangan Ulama Suny:  ada yang mengaku bisa mi’radz 70 kali dalam semalam. Ada yang mengaku bisa padamkan api neraka jahanam. Bahkan Tuhan harus minta ijin ketika hendak memberi azab dan rahmat. 

Dan yang paling tidak bisa dilupakan adalah pembantaian terhadap cucu nabi saw: Sayidina Husen ra. Termasuk Lailatul Horor di Madinah, ketika ribuan laki-laki dibunuh, ribuan perempuan hamil tanpa ayah. 

Syiah juga sama: Beberapa sahabat dikaferkan. Disebut merampok hak Imamah Sayidina Ali krwjh. Syiah membangkang dan membrontak tidak mengakui legalitas khulafaur rasyidin. Sayidina Abu bakar ra dan Sayidina Umar ra dicaci dan direndahkan. Pun dengan para isteri nabi saw mengalami naseb sama. 

Dan masih banyak lagi kesesatan dan penyimpangan berserak dari sekte-sekte yang tidak dikenali, berbaur dengan banyak paham sinkrestis.

Realitasnya Pada keduanya ada puluhan sekte, kelompok, manhaj, aliran, madzab dengan beragam versi. Penyimpangan itu lumrah. Kesesatan itu nyata tidak terbantah.

Sebab itu tak ada jaminan bahwa Suny mesti lurus. Syiah mesti sesat. Ini pangkal soalnya. Pangkal segala selisih. Pertengkaran bermula. Perselisihan dipelihara. Saling mengkaferkan saling mengahalalkan darah padahal masih satu iman pada Rabb yang sama. Bersaksi pada Nabi yang sama. Membaca Kitab yang sama. 

——-

Buya HAMKA berpendapat Syiah adalah perbedaan politik yang di agamakan. Bukan menyoal tentang siapa Tuhan yang disembah. Nabi Yang dipersaksikan dan kitab yang jadi pedoman. Pada titik ini Suni dan Syiah sama tak ada beda. Tegasnya kesesatan keduanya tidak sampai membatalkan iman atau keluar dari Islam.

Sebab itu saya berani bersaksi bahwa siapapun yang mengaku Allah adalah Tuhan yang disembah. Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya: ia layak disebut muslim betapapun itu. Sedang hisabnya terserah Gusti Allah. 

*^^^^*

Bukankah sesama Suny juga bertengkar saling menyesatkan: sebagian menyebut sesat karena tidak beraqidah As’ariyah. Sebagian yang lain menyebut sesat karena tidak mengikut aqidah Wahabi dalam Trilogi Tauhid : Uluhiyah, Ubudiyah dan Rubbubiyah. Dan puluhan aliran kalam lainnya yang semisal. 

Bukankah jargon kembali kepada Al Qur’an dan As Sunah ditujukan. buat sesama suny. Bukankah membrantas tahayul bid’ah dan khurafat juga kepada sesama suny ?

Kaferkah karena aqidahnya mengikuti madzhab Asy ‘ariyah ? Kaferkah karena mengikuti Trilogi Wahabi ? Kaferkah karena merujuk pada kitab sembilan ahli hadits ? Kaferkah karena merujuk pada ahlu bait saja ?  Kaferkah karena tidak mengakui legalitas konsep khulafa’ur rasyidin hasil kompromi bikinan khalifah Abdul Malik bin Marwan abad ke tujuh ? 

*^^^^*

Suni dan Syiah punya alasan untuk saling mengkaferkan. Menghalalkan darah kemudian saling membunuh. Sebab itu tak perlu bertanya hukum pasukan Mu’awiyah membunuh pasukan Sayidina Ali krwjh dalam perang Siffin atau sebaliknya. Dan tak perlu bertanya tentang peristiwa Tahkim, politik siasat paling memalukan . … 

*^^^^*

Tanyakan pada Suni, Syiah itu seperti apa ? 

Tanyakan pada Syiah, Suni itu seperti apa? 

Tanyakan pada Wahabi, Muhammadiyah dan NU itu seperti apa … 

@nurbaniyusuf

Komunitas Padhang Makhsyar 

Sumber FB Ustadz : Nurbani Yusuf

© Terima kasih telah membaca Kajian Islam Ahlussunnah wal Jama’ah dengan judul "Tidak Semua Syiah Sesat, Tidak Semua Sunni Lurus". Semoga Allah ๏ทป senantiasa menganugerahkan ilmu yang bermanfaat, taufiq, dan hidayah kepada kita semua. Aamiin.