Perbedaan Hisab dan Rukyat: Waktu Shalat & Hilal

Perbedaan Hisab dan Rukyat: Waktu Shalat & Hilal

Sirr perbedaan hisab/rukyat dalam penentuan waktu shalat dan hilal

وإذا حصل القطع بالحساب فينبغي أن يعتمد عليه كأوقات الصلاة، والفرق هاهنا وهو عمدة الخلف والسلف، أن الله تبارك وتعالى نصب زوال الشمس سبباً لوجوب الظهر، وكذلك بقية الأوقات، فمن علم شيئاً بأي طريق لزمه حكمه، فلذلك اعتبر الحساب المفيد القطع. 

“Apabila telah diperoleh kepastian (qath‘i) melalui hisab, maka sepatutnya hisab itu dijadikan pedoman sebagaimana dalam (penentuan) waktu-waktu shalat. Perbedaan dalam masalah ini ~yang menjadi pokok perbedaan antara generasi khalaf dan salaf~adalah bahwa Allah Tabaraka wa Ta‘ala telah menjadikan tergelincirnya matahari sebagai sebab wajibnya shalat Zuhur, demikian pula (tanda-tanda) waktu lainnya. Oleh karena itu, sesiapa yang mengetahui sesuatu (waktu shalat tersebut) dengan cara apa pun, ia terikat dengan hukumnya. Oleh karena itu, hisab yang menghasilkan kepastian dianggap (sah dan dapat dipakai).

وأما الأهلة فلم ينصب خروجها من شعاع الشمس سبباً للصوم، بل نصب رؤية الهلال خارجاً عن شعاع الشمس هو السبب، فإذا لم تحصل الرؤية لم يحصل السبب الشرعي ولا يثبت الحكم. ويدل لذلك قوله ﷺ : «صوموا لرؤية الهلالِ وَأَفْطِرُوا لِرُؤيَتِه. ولم يقل لخروجه عن شعاع الشمس. وقال في الصلاة : «أقم الصَّلاةَ لِدُلُوكِ الشَّمْسِ»، أي ميلها هـ.

Adapun terkait hilal, keluarnya hilal dari cahaya matahari tidak serta merta dijadikan sebagai sebab wajibnya puasa. Yang dijadikan sebab adalah "terlihatnya" hilal dalam keadaan keluar dari cahaya matahari. Jika rukyat (penglihatan) tidak terjadi, maka sebab syar‘i tidak terwujud dan hukum pun tidak ditetapkan. 

Hal ini ditunjukkan oleh sabda Nabi ﷺ: ‘Berpuasalah karena melihat hilal dan berbukalah karena melihatnya.’ Beliau tidak mengatakan: karena keluarnya dari cahaya matahari.

Sementara terkait shalat, Allah berfirman: ‘Dirikanlah shalat karena tergelincirnya matahari (li-dulûki al-syams),’ yaitu karena condongnya (matahari).”

~Al-Imam al-Qarafi dalam al-Furuq~

========

قال بعض المحققين من شيوخنا الأعلام أبقى الله النفع به لكافة الأنام : السر في اعتبار الحساب في أوقات الصلوات دون الأهلة في الصيام مشاركة غير الموقتين للموقتين في أوقات الصلوات وعموم الظهر فيها لغالب الناس حاضرة وبادية، حتى لو أخطأ الموقت في دخول الوقت علم الناس خطأه وأنكروا عليه في ذلك أشد النكير، بخلاف خروج الهلال من الشعاع وادعاء ذلك بطريق الحساب، فلا يطلع عليه إلا من له دراية خاصة بعلم التوقيت وعلم حساب تسيير الكواكب وعلم الهيئة، فلو أخطأ في حساب ذلك لم يطلع عليه الخفائه فأناط الشارع في البابين بأمر لاخفاء فيه في الدين وهو في الصوم رؤية الهلال، وفي الصلوات إماراتها الظاهرة غالباً لغالب الناس، والله تعالى أعلم هـ من خطه رضي الله عنه هـ.

Diantara guru besar peneliti kami ~ semoga Allah mengekalkan manfaat melalui beliau bagi seluruh manusia ~ berkata:

“Rahasia (hikmah) di balik diterimanya perhitungan (hisab) dalam penentuan waktu-waktu shalat, namun tidak (diterima) dalam penentuan hilal untuk puasa, adalah karena waktu-waktu shalat juga dialami oleh orang-orang yang tidak memiliki penentu waktu (ahli falak), sebagaimana dialami oleh para penentu waktu. Waktu Zuhur, misalnya, tampak jelas bagi kebanyakan manusia, baik yang tinggal menetap maupun yang hidup nomaden. Bahkan jika seorang penentu waktu keliru dalam menentukan masuknya waktu shalat, orang-orang akan mengetahui kesalahannya dan mengingkarinya dengan keras. 

Berbeda halnya dengan keluarnya hilal dari cahaya matahari dan pengakuan tentang hal itu melalui metode hisab. Hal tersebut tidak diketahui kecuali oleh orang yang memiliki keahlian khusus dalam ilmu penentuan waktu, ilmu perhitungan peredaran bintang-bintang, dan ilmu falak. Jika ia keliru dalam perhitungannya, kesalahan itu tidak akan diketahui karena sifatnya yang tersembunyi.

Oleh karena itu, syariat mengaitkan kedua perkara ini dengan sesuatu yang tidak tersembunyi dalam agama: terkait puasa dengan rukyat (melihat) hilal, sementara terkait shalat dengan tanda-tandanya yang tampak secara umum bagi kebanyakan manusia. Wallahu Ta'âla A'lam.”

(Kutipan, dari tulisan tangan beliau, semoga Allah meridhai beliau.) 

Sumber FB Ustadz : Nur Hasim

© Terima kasih telah membaca Kajian Islam Ahlussunnah wal Jama’ah dengan judul "Perbedaan Hisab dan Rukyat: Waktu Shalat & Hilal". Semoga Allah ﷻ senantiasa menganugerahkan ilmu yang bermanfaat, taufiq, dan hidayah kepada kita semua. Aamiin.

Kajian Islam Terbaru

    Cari Kajian Islam