​Sunnah-Sunnah Puasa Ramadhan: Rahasia Sahur, I’tikaf, dan Melatih Pengendalian Diri

​Sunnah-Sunnah Puasa Ramadhan: Rahasia Sahur, I’tikaf, dan Melatih Pengendalian Diri​Sunnah-Sunnah Puasa Ramadhan: Rahasia Sahur, I’tikaf, dan Melatih Pengendalian Diri

​Sunnah-Sunnah Puasa Ramadhan: Rahasia Sahur, I’tikaf, dan Melatih Pengendalian Diri

​Bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh keberkahan, menjadikannya kesempatan emas untuk menyempurnakan ibadah. Penyempurnaan tidak hanya melalui puasa wajib, tetapi juga melalui berbagai amalan sunnah yang dianjurkan. Ibadah puasa merupakan madrasah untuk mengendalikan hawa nafsu dalam konteks yang sangat luas—meliputi menahan amarah, menjaga pandangan, mengendalikan lisan, dan mendahulukan ketaatan daripada keinginan diri.

​Rahasia dan Sunnah Saat Makan Sahur

​Salah satu sunnah muakkadah (sunnah yang sangat ditekankan) dalam puasa adalah makan sahur. Hukumnya tidak wajib, tetapi sangat dianjurkan karena Rasulullah ﷺ bersabda, "Makan sahurlah kalian, karena sesungguhnya di dalam sahur itu terdapat berkah." Keberkahan ini mencakup kekuatan fisik untuk beribadah sepanjang hari dan juga keberkahan spiritual karena meneladani praktik Nabi.

​Beberapa sunnah yang berkaitan dengan waktu dan cara makan sahur meliputi:

  1. Mengakhirkan Waktu Sahur: Sunnah yang paling ditekankan adalah mengakhirkan sahur, yaitu mendekati masuknya waktu Subuh (sebelum terbit fajar). Ini adalah bentuk meniru praktik beliau dan juga membantu meminimalisir rasa lapar di siang hari.
  2. Menyegerakan Berbuka: Kebalikan dari sahur, berbuka puasa disunnahkan untuk disegerakan begitu matahari terbenam. Ini adalah salah satu ciri khas umat Muhammad ﷺ yang membedakan dari umat lain.
  3. Kesederhanaan dan Kesehatan: Sahur hendaknya dilakukan dengan makanan yang sederhana, bergizi, dan tidak berlebihan, untuk menjaga kesehatan pencernaan dan fokus beribadah.
  4. Minum Air dan Niat: Memastikan asupan cairan cukup dan memperbaharui niat puasa di dalam hati saat sahur adalah amalan pelengkap yang baik.

​Hukum dan Sikap Terhadap "Sahur On The Road" (SOTR)

​Di tengah masyarakat, muncul amalan sosial yang disebut "Sahur On The Road" (SOTR). Dalam menanggapi amalan ini, kita harus melihat pada tujuannya:

  • Jika SOTR bertujuan utama untuk berbagi makanan sahur kepada fakir miskin, anak yatim, kaum dhuafa, atau mereka yang sedang bekerja di jalanan, maka amalan ini termasuk sunnah hasanah (kebaikan yang dianjurkan) dan sangat bernilai sedekah. Nilai sosialnya adalah memperkuat solidaritas dan persaudaraan.
  • Namun, jika SOTR disalahgunakan dan bergeser menjadi ajang hura-hura, balapan liar, berkumpul tanpa menjaga adab, atau bahkan tindakan maksiat lainnya, maka hukumnya bisa bergeser menjadi makruh (dibenci) atau bahkan haram (dilarang), karena tujuan baik telah tercampuri oleh perbuatan munkar.

​Dengan demikian, SOTR bukanlah sunnah fi’liyyah (perbuatan) Nabi secara literal, tetapi hukumnya tergantung pada pelaksanaannya: bisa menjadi Bid’ah Hasanah (diizinkan dan dianjurkan) jika dilakukan secara tertib dan sesuai tujuan syariat.

​Keutamaan dan Sunnah I’tikaf Serta Lailatul Qadar

​Selain puasa, amalan yang sangat ditekankan di bulan Ramadhan adalah I’tikaf (berdiam diri di masjid dengan niat ibadah). Disunahkan untuk i’tikaf di sepanjang waktu Ramadhan, dan sangat ditekankan pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan. Hal ini berdasarkan amalan rutin Rasulullah ﷺ yang senantiasa ber-I'tikaf di penghujung Ramadhan.

​I’tikaf adalah kesempatan emas untuk mencari Lailatul Qadar, malam yang lebih baik dari seribu bulan. Beberapa sunnah dalam I’tikaf yang harus ditekankan meliputi:

  1. Niat Ikhlas: Niat I’tikaf harus dilakukan sebelum masuk atau berada di masjid, dengan tujuan semata-mata beribadah kepada Allah.
  2. Mengurangi Interaksi Duniawi: Fokus total pada ibadah, menghindari obrolan duniawi, dan tidak keluar dari masjid kecuali karena hajat yang syar’i (makan, minum, buang hajat).
  3. Memperbanyak Ibadah: I’tikaf diisi dengan shalat sunnah, qiyamul lail, membaca Al-Qur'an, dzikir, istighfar, dan muhasabah (introspeksi diri), bukan dengan tidur berlebihan.

​Ibadah Sunnah Enak, Wajib Kok Tidak Enak?

​Fenomena di mana seseorang merasa sangat bersemangat melakukan ibadah sunnah (seperti puasa sunnah, shalat malam, sedekah sunnah), namun merasa berat atau terbebani saat menunaikan kewajiban pokok (shalat fardhu lima waktu, zakat, puasa Ramadhan) menunjukkan adanya penyakit hati.

​Padahal, hakikat puasa Ramadhan adalah melatih kita untuk mampu mengendalikan hawa nafsu dan mendahulukan yang wajib daripada yang disukai. Jika seseorang merasa berat dengan yang wajib, itu menunjukkan ketidaksempurnaan pengendalian diri.

​Para ulama mengajarkan kaidah: Ibadah sunnah berfungsi sebagai penyempurna (tambalan) bagi kekurangan yang mungkin terjadi pada ibadah wajib. Pahala dari amalan sunnah tidak akan sempurna jika kewajiban pokoknya diabaikan atau dilakukan dengan lalai. Oleh karena itu, fokus utama Muslim adalah menunaikan kewajiban dengan sebaik-baiknya, kemudian menyempurnakannya dengan amalan sunnah.

Kesimpulan: Ramadhan adalah bulan tarbiyah (pendidikan). Dengan mengamalkan sunnah-sunnah seperti mengakhirkan sahur, menyegerakan berbuka, ber-I’tikaf di malam-malam akhir, dan memastikan prioritas pada yang wajib, seorang Muslim akan keluar dari Ramadhan dengan kualitas iman yang meningkat dan hawa nafsu yang lebih terkendali.

Fikih Ibadah (Puasa)

Hukum dan Sunnah Sahur, Hukum Sahur on the Road (SOTR) dan Kebaikan Sosial, Keutamaan dan Sunnah I’tikaf, Prioritas Ibadah Sunnah vs Ibadah Wajib dan Pengendalian Diri.

Artikel Sumber :

  1. ​Beberapa Sunnah Ketika Makan Sahur
  2. ​Sahur On The Road, Sunnah atau Bidah?
  3. ​Sunnah I’tikaf
  4. ​Ibadah Sunnah Enak, Wajib Kok Tidak Enak?
  5. ​Jangan Remehkan Amalan Sunnah (Terkait menjaga sunnah-sunnah puasa)
  6. ​(Dan 2 artikel lain yang senada tentang fikih puasa dan Ramadhan)

​Sumber: Kajian Ulama Ahlussunnah (Sunnah)


© Terima kasih telah membaca Kajian Islam Ahlussunnah wal Jama’ah dengan judul "​Sunnah-Sunnah Puasa Ramadhan: Rahasia Sahur, I’tikaf, dan Melatih Pengendalian Diri". Semoga Allah ﷻ senantiasa menganugerahkan ilmu yang bermanfaat, taufiq, dan hidayah kepada kita semua. Aamiin.

Kajian Favorit