
Ada postingan yang lewat di beranda saya terkait statement Abu Janda yang membandingkan antara Al-Qur'an dengan kitab Injil, sebagai tanggapan terhadap pernyataan Pak Yusuf Kalla. Di situ disebutkan ayat-ayat Quran yang dikutip, semua tentang perintah membunuh dan yang dikutip dari kitab Injil tentang kasih sayang memperlakukan musuh.
Saya tidak tahu keilmuan dia tentang Islam yang konon pernah mengaku ada di pesantren NU. Tapi isinya kok justru seperti ini? Maka perlu saya luruskan terkait dengan stigma seolah menjelekkan agama sendiri dan berupaya menjadikan agama lain seolah lebih manusiawi daripada Islam.
Pertama, sejak awal Nabi tidak diizinkan untuk berperang oleh Allah. Nabi terus-menerus diperintah untuk bersabar. Hingga pada akhirnya perang itu diizinkan oleh Allah ketika Nabi berada di Madinah dan pengikut umat Islam sudah banyak. Berikut ayatnya:
أُذِنَ لِلَّذِينَ يُقَاتَلُونَ بِأَنَّهُمْ ظُلِمُوا
“Telah diizinkan (berperang) bagi orang-orang yang diperangi, karena sesungguhnya mereka telah dianiaya...” (al-Hajj: 39)
Jadi semakin banyak jumlah peperangan yang dialami oleh Nabi, hal itu dikarenakan banyaknya serangan terhadap kaum Muslimin. Pada intinya peperangan di dalam Islam itu untuk membela diri, untuk mempertahankan diri. Bukan menyerang terlebih dahulu. Tidak ada ceritanya non muslim yang tinggal di Madinah -secara baik-baik dengan Nabi- diserang dulu oleh Nabi. Sehingga peperangan itu terjadi karena pihak non muslim yang lebih dahulu menyerang Rasulullah dan umat Islam.
Bagaimana apakah di dalam Islam tidak ada bentuk kasih sayang saat peperangan? Baik. ini saya tampilkan di PowerPoint pertama, bahwa dalam peperangan itu boleh membalas secara setimpal. Ketika Perang Uhud, Nabi dan para sahabat mengalami kekalahan. Dalam perang sesuatu yang lazim kalau melakukan pembalasan, maka Allah mengizinkan untuk membalas dengan cara yang setimpal. Tapi di bagian akhir surat an-Nahl 126 itu, Allah tekankan "Tapi jika kalian bersabar maka itu lebih baik bagi orang-orang yang bersabar". Begitu ayat ini turun apa jawaban nabi?
ﻓﻘﺎﻝ ﺭﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ: ﻧﺼﺒﺮ ﻭﻻ ﻧﻌﺎﻗﺐ
Nabi menjawab "Kami bersabar dan kami tidak balas dendam" (HR Ahmad)
Contoh lain adalah ketika peristiwa pembebasan kota Makkah. Sudah diketahui Nabi diusir dan dipaksa keluar dari kota Makkah, sehingga kemudian Nabi hijrah ke Kota Madinah, meninggalkan tanah kelahirannya. Setelah 10 tahun berlalu Nabi datang ke kota Makkah dengan membawa puluhan ribu umat Islam. kala itu kota Makkah dikepung oleh para sahabat. Andaikan Nabi memiliki rasa dendam untuk membalas atas upaya pengusiran 10 tahun yang lalu maka sangat mungkin terjadi. Tapi apa yang terjadi? Nabi memaafkan semua penduduk Makkah dan Nabi tidak membalas sedikitpun. Silahkan baca di PowerPoint kedua
Maka sekali lagi, Nabi memiliki etika yang tinggi dan kasih sayang yang luas tidak hanya kepada umatnya tetapi kepada musuh sekalipun.
Sumber FB Ustadz : Ma'ruf Khozin