"Dalil-dalil mengangkat tangan dan mengusap wajah setelah berdo'a"
Pernyataan yang menyebut bahwa orang yang mengusap wajah setelah berdoa adalah orang "jahil" (bodoh) sungguh keterlaluan. Mari kita luruskan dengan ilmu, bukan dengan sentimen.
Mengusap wajah setelah berdoa bukan hanya sekadar tradisi, melainkan memiliki landasan hadits yang kuat secara syawahid (saling menguatkan).
Dalil-Dalil yang Tak Terbantahkan
1. Hadits Sayyidina Umar bin Khattab RA: "Rasulullah ï·º apabila mengangkat kedua tangannya dalam doa, beliau tidak menurunkannya hingga mengusap wajahnya dengan kedua tangan tersebut." (HR. Tirmidzi no. 3386).
2. Hadits Ibnu Abbas RA:Nabi ï·º bersabda: "...Mintalah kepada Allah dengan telapak tanganmu dan jangan dengan punggung tanganmu, dan apabila kalian telah selesai, maka usaplah wajahmu." (HR. Abu Dawud no. 1485).
3. Hadis dari As-Sa’ib bin Yazid dari Ayahnya:
"Bahwasanya Nabi ï·º apabila berdoa, beliau mengangkat kedua tangannya dan mengusap wajahnya dengan kedua tangannya." (HR. Ahmad dalam Musnad-nya, 4/221).
4. Hadis Nabi tentang Rasa Malu Allah:
"Sesungguhnya Tuhanmu Tabaraka wa Ta’ala itu Pemalu lagi Mulia. Dia malu terhadap hamba-Nya yang mengangkat kedua tangannya kepada-Nya lalu Dia mengembalikannya dalam keadaan kosong." (HR. Abu Dawud, Tirmidzi, dan Ibnu Majah).
5. Atsar (Perbuatan) Sahabat & Tabiin:
Mengusap wajah bukan hanya dilakukan Nabi, tapi juga dipraktikkan oleh generasi awal Islam:
- Ibnu Umar RA: Diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam kitab Al-Adab Al-Mufrad (hadis no. 609), bahwa Abu Nu’aim (seorang Tabiin) melihat Ibnu Umar dan Ibnu Zubair berdoa dan mengusap wajah mereka dengan telapak tangan setelah selesai.
- Al-Hasan Al-Bashri (Tabiin Senior): Imam Ma’mar bin Rasyid dalam Al-Jami’ menyebutkan bahwa Al-Hasan Al-Bashri terbiasa mengusap wajahnya setelah berdoa.
Secara sanad, memang ada perawi yang diperbincangkan, namun dalam kaidah ilmu hadits, banyaknya jalur (thuruq) yang berbeda membuat status hadits ini naik menjadi Hasan.
Imam Ibnu Hajar al-Asqalani—sang pakar hadits rujukan dunia—dalam kitab Bulughul Maram menegaskan bahwa hadits-hadits ini saling menguatkan dan mencapai derajat Hasan.
Imam An-Nawawi: Dalam Al-Majmu', beliau menyebutkan ada dua pendapat dalam madzhab Syafi'i, dan pendapat yang paling kuat (masyhur) adalah menganjurkan mengusap wajah di luar shalat.
Jadi Menyebut orang lain bodoh karena mengamalkan hadits yang dihasankan oleh Ibnu Hajar al-Asqalani adalah bentuk kesombongan dan kurangnya literasi. Jika Anda memilih tidak mengusap wajah, silakan. Tapi jangan menyebut bid'ah apalagi "jahil" kepada mereka yang mengikuti sunnah Nabi melalui jalur riwayat yang diakui para imam hadits.
Ayo lebih banyak membaca dan perluas wawasan beragama, jika tidak ingin mengamalkan, setidaknya hormati perbedaan pendapat.
Semoga bermanfaat
#Fiqh #Sunnah #Aswaja #IlmuHadits #AdabBerdoa
Sumber FB Ustadz : Johan Muhammad Isa
