Tingkatan Ruh di Alam Barzakh Menurut Ulama

Tingkatan Ruh di Alam Barzakh Menurut Ulama

"𝗧𝗶𝗻𝗴𝗸𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗥𝘂𝗵 𝗱𝗶 𝗔𝗹𝗮𝗺 𝗕𝗮𝗿𝘇𝗮𝗸𝗵"

Menjelang siang ini, saya perjalanan menuju acara di Pandaan Pasuruan lanjut ke Majlis At-Taufiq Sampang Madura.

Perjalanan yg ckup panjang ini, agar tidk jenuh saya buka kitab Sirajut Thalibin. Ada ulasan menarik mengenai tempat bersemayamnya ruh setelah terlepas dari jasad.

Ruh para Nabi.

Keluar dari jasadnya dan wujudnya tetap seperti rupa aslinya (saat di dunia), harumnya seperti minyak misk dan kafur. Mereka berada di surga, makan, minum, dan merasakan kenikmatan²nya. Dan pada malam hari, mereka beristirahat di pelita-pelita yang tergantung di bawah Arasy.

Ruh para Syuhada.

Keluar dari jasadnya dan berada di dalam rongga burung hijau di surga. Mereka juga dapat makan, minum dan merasakan kenikmatan surga.

Ruh orang beriman yang taat.

Mereka berada di pertamanan surga. Mereka tidak makan dan tidak merasakan kenikmatan (seperti dua golongan di atas), namun mereka dapat memandang indahnya surga.

Ruh orang beriman yang bermaksiat.

Berada di udara, tempat antara langit dan bumi. (Makanya ada yg bilang; Ruh orang jahat gentayangan 😁).

- Ruh orang² kafir.

Berada di Sijjin (penjara) dalam perut burung hitam di bawah bumi ketujuh. Ruh tersebut tetap terhubung dengan jasadnya, sehingga ruhnya disiksa dan jasadnya pun ikut merasakan sakit, diumpamakan seperti matahari yang ada di langit namun panasnya sampai ke bumi. 

Sumber: Kitab Sirajut Thalibin juz 2 hal 284.

اَلْأَرْوَاحُ عَلَى أَرْبَعَةِ أَوْجُهٍ: أَرْوَاحُ الْأَنْبِيَاءِ تَخْرُجُ مِنْ جَسَدِهَا وَتَصِيرُ مِثْلَ صُورَتِهَا مِثْلَ الْمِسْكِ وَالْكَافُورِ وَتَكُونُ فِي الْجَنَّةِ تَأْكُلُ وَتَشْرَبُ وَتَتَنَعَّمُ وَتَأْوِي بِاللَّيْلِ إِلَى قَنَادِيلَ مُعَلَّقَةٍ تَحْتَ الْعَرْشِ، وَأَرْوَاحُ الشُّهَدَاءِ تَخْرُجُ مِنْ جَسَدِهَا وَتَكُونُ فِي أَجْوَافِ طَيْرٍ خُضْرٍ فِي الْجَنَّةِ تَأْكُلُ وَتَتَنَعَّمُ وَتَأْوِي بِاللَّيْلِ إِلَى قَنَادِيلَ مُعَلَّقَةٍ تَحْتَ الْعَرْشِ، وَأَرْوَاحُ الْمُطِيعِينَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ بِرَبَضِ الْجَنَّةِ لَا تَأْكُلُ وَلَا تَتَنَعَّمُ وَلَكِنْ تَنْظُرُ فِي الْجَنَّةِ، وَأَرْوَاحُ الْعُصَاةِ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ تَكُونُ بَيْنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ فِي الْهَوَاءِ. وَأَمَّا أَرْوَاحُ الْكُفَّارِ فَهِيَ فِي سِجِّينٍ فِي جَوْفِ طَيْرٍ سُودٍ تَحْتَ الْأَرْضِ السَّابِعَةِ وَهِيَ مُتَّصِلَةٌ بِأَجْسَادِهَا فَتُعَذَّبُ الْأَرْوَاحُ وَتَتَأَلَّمُ الْأَجْسَادُ مِنْهُ كَالشَّمْسِ فِي السَّمَاءِ وَنُورُهَا فِي الْأَرْضِ اِنْتَهَى 

Sumber FB Ustadz : Gus Dewa Menjawab

© Terima kasih telah membaca Kajian Islam Ahlussunnah wal Jama’ah dengan judul "Tingkatan Ruh di Alam Barzakh Menurut Ulama". Semoga Allah ﷻ senantiasa menganugerahkan ilmu yang bermanfaat, taufiq, dan hidayah kepada kita semua. Aamiin.