Kesaksian Ulama Aswaja tentang Ibn Abdul Wahhab

Kesaksian ulama Ahlussunnah wal Jama'ah tentang Ibn Abdul Wahhab dan pengikutnya

Kesaksian ulama Ahlussunnah wal Jama'ah tentang Ibn Abdul Wahhab dan pengikutnya, yaitu Wahhabi:

ู‚ุงู„ ุงู„ุดูŠุฎ ุฃุญู…ุฏ ุงู„ุตุงูˆูŠ ุงู„ู…ุงู„ูƒูŠ ููŠ ุชุนู„ูŠู‚ู‡ ุนู„ู‰ ุงู„ุฌู„ุงู„ูŠู† ููŠ ุชูุณูŠุฑ ู‚ูˆู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰: {ุฃَูَู…َู† ุฒُูŠِّู†َ ู„َู‡ُ ุณُูˆุกُ ุนَู…َู„ِู‡ِ ูَุฑَุขู‡ُ ุญَุณَู†ًุง} ุณูˆุฑุฉ ูุงุทุฑ ูจ :

"ูˆู‚ูŠู„: ู‡ุฐู‡ ุงู„ุขูŠุฉ ู†ุฒู„ุช ููŠ ุงู„ุฎูˆุงุฑุฌ ุงู„ุฐูŠู† ูŠุญุฑููˆู† ุชุฃูˆูŠู„ ุงู„ูƒุชุงุจ ูˆุงู„ุณู†ุฉ، ูˆูŠุณุชุญู„ูˆู† ุจุฐู„ูƒ ุฏู…ุงุก ุงู„ู…ุณู„ู…ูŠู† ูˆุฃู…ูˆุงู„ู‡ู…، ูƒู…ุง ู‡ูˆ ู…ุดุงู‡ุฏ ุงู„ุขู† ููŠ ู†ุธุงุฆุฑู‡ู…، ูˆู‡ู… ูุฑู‚ุฉ ุจุฃุฑุถ ุงู„ุญุฌุงุฒ ูŠู‚ุงู„ ู„ู‡ู…: ุงู„ูˆู‡ุงุจูŠุฉ، ูŠุญุณุจูˆู† ุฃู†ู‡ู… ุนู„ู‰ ุดูŠุก ุฃู„ุง ุฅู†ู‡ู… ู‡ู… ุงู„ูƒุงุฐุจูˆู†، ุงุณุชุญูˆุฐ ุนู„ูŠู‡ู… ุงู„ุดูŠุทุงู† ูุฃู†ุณุงู‡ู… ุฐูƒุฑ ุงู„ู„ู‡ ุฃูˆู„ุฆูƒ ุญุฒุจ ุงู„ุดูŠุทุงู† ุฃู„ุง ุฅู† ุญุฒุจ ุงู„ุดูŠุทุงู† ู‡ู… ุงู„ุฎุงุณุฑูˆู†"، ูŠู‚ูˆู„: "ู†ุณุฃู„ ุงู„ู„ู‡ ุงู„ูƒุฑูŠู… ุฃู† ูŠู‚ุทุน ุฏุงุจุฑู‡ู…"

Syaikh Ahmad Ash-Shawi al-Maliki dalam ta'liqnya atas kitab tafsir Jalalain dan menafsirkan QS. Fathir: 8, beliau mengatakan:

“Menurut satu pendapat, ayat ini (QS. Fathir: 8) turun tentang kaum Khawarij yang merubah takwil Al-Qur’an dan Sunnah, dengan dasar demikian itu mereka menghalalkan darah umat Islam dan harta benda mereka, sebagaimana ajaran Khawarij tersebut dapat disaksikan di zaman kita sekarang pada orang-orang yang serupa dengan mereka, yaitu suatu kelompok di bumi Hijaz yang disebut dengan Wahhabiyyah. Mereka [Wahhabiyyah] mengira bahwa mereka di atas kebenaran, padahal tidak lain sesungguhnya mereka adalah PARA PENDUSTA, mereka telah dikuasai oleh SETAN, sehingga setan telah melalaikan mereka dari ingat kepada Allah, MEREKA ADALAH GOLONGAN SETAN, dan sesungguhnya golongan setan adalah golongan yang merugi, kita memohon kepada Allah semoga Allah menghancurkan mereka”. 

[Hasyiah Tafsir al-Jalalain QS. Fathir: 8].

Dalam beberapa cetakan Hasyiah Tafsir al-Jalalain, teks dari perkataan Syaikh Ahmad Ash-Shawi tersebut telah dihapus oleh kaum Wahhabiyyah Mujassimah Musyabbihah. Mereka tidaklah mencari kebenaran apalagi berada pada kebenaran, mereka hanya orang-orang yang merperturutkan hawa nafsu, karena mereka adalah GOLONGAN SETAN.

ู‚ุงู„ ู…ูุชูŠ ุงู„ุญู†ุงุจู„ุฉ ุจู…ูƒุฉ ุงู„ู…ุชูˆูู‰ ุณู†ุฉ ูกูขูฉูฅ ู‡ู€ ููŠ ูƒุชุงุจู‡ ุงู„ุณุญุจ ุงู„ูˆุงุจู„ุฉ ููŠ ุชุฑุฌู…ุฉ ูˆุงู„ุฏ ู…ุญู…ุฏ ุงุจู† ุนุจุฏ ุงู„ูˆู‡ุงุจ :

ูˆู‡ูˆ ูˆุงู„ุฏ ู…ุญู…ّุฏ ุตุงุญุจ ุงู„ุฏุนูˆุฉ ุงู„ุชูŠ ุงู†ุชุดุฑ ุดุฑุฑู‡ุง ููŠ ุงู„ุงูุงู‚، ู„ูƒู† ุจูŠู†ู‡ู…ุง ุชุจุงูŠู† ู…ุน ุฃู† ู…ุญู…ุฏًุง ู„ู… ูŠุชุธุงู‡ุฑ ุจุงู„ุฏุนูˆุฉ ุฅู„ุง ุจุนุฏ ู…ูˆุช ูˆุงู„ุฏู‡، ูˆุฃุฎุจุฑู†ูŠ ุจุนุถ ู…ู† ู„ู‚ูŠุชู‡ ุนู† ุจุนุถ ุฃู‡ู„ ุงู„ุนู„ู… ุนู…ّู† ุนุงุตุฑ ุงู„ุดูŠุฎ ุนุจุฏ ุงู„ูˆู‡ุงุจ ู‡ุฐุง ุฃู†ู‡ ูƒุงู† ุบุถุจุงู† ุนู„ู‰ ูˆู„ุฏู‡ ู…ุญู…ุฏ ู„ูƒูˆู†ู‡ ู„ู… ูŠุฑุถ ุฃู† ูŠุดุชุบู„ ุจุงู„ูู‚ู‡ ูƒุฃุณู„ุงูู‡ ูˆุฃู‡ู„ ุฌู‡ุชู‡ ูˆูŠุชูุฑุณ ููŠู‡ ุฃู† ูŠุญุฏุซ ู…ู†ู‡ ุฃู…ุฑ، ููƒุงู† ูŠู‚ูˆู„ ู„ู„ู†ุงุณ: ูŠุง ู…ุง ุชุฑูˆู† ู…ู† ู…ุญู…ุฏ ู…ู† ุงู„ุดุฑ

Mufti Hanbali di Mekah yang wafat pada tahun 1295 H dalam kitabnya "as-Suhub al-Wabilah" dalam biografi ayahanda Muhammad bin Abdul Wahhab, beliau berkata:

"Ia (Abdul Wahhab bin Sulaiman) adalah ayahanda Muhammad, pemilik dakwah yang telah menyebarkan keburukan (kejahatan) ke seluruh penjuru. Namun, ada perbedaan antara keduanya, meskipun Muhammad tidak menampakkan dakwahnya kecuali setelah kematian ayahandanya. Beberapa orang yang aku telah bertemu dengannya menginformasikan kepadaku tentang beberapa ulama yang semasa dengan syaikh Abdul Wahhab ini (ayahanda Muhammad bin Abdul Wahhab), bahwa ia marah kepada anaknya Muhammad karena tidak mau mempelajari fiqih seperti nenek moyang dan ulama di daerahnya. Ia khawatir bahwa anaknya akan melakukan sesuatu yang tidak baik. Oleh karena itu, ia selalu berkata kepada orang-orang: 'Lihatlah, apa yang akan terjadi dari Muhammad, pasti kejahatan."

[As-Suhub al-Wabilah h. 275-276]

ู‚ุงู„ ุงู„ุฅู…ุงู… ุงู„ุฌู„ูŠู„ ูˆุฎุงุชู… ุงู„ุญู†ููŠูŠู† ูˆุฅู…ุงู…ู‡ู… ุงุจู† ุนุงุจุฏูŠู† ุงู„ุญู†ููŠ ููŠ ุฑุฏ ุงู„ู…ุญุชุงุฑ ุนู„ู‰ ุงู„ุฏุฑ ุงู„ู…ุฎุชุงุฑ (ูค / ูขูฆูข) ู…ุง ู†ุตู‡ :

ู…ุทู„ุจ ููŠ ุฃุชุจุงุน ุงุจู† ุนุจุฏ ุงู„ูˆู‡ุงุจ" : ุงู„ุฎูˆุงุฑุฌ ููŠ ุฒู…ุงู†ู†ุง : ู‚ูˆู„ู‡: "ูˆูŠูƒูุฑูˆู† ุฃุตุญุงุจ ู†ุจูŠู†ุง ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…) ุนู„ู…ุช ุฃู† ู‡ุฐุง ุบูŠุฑ ุดุฑุท ููŠ ู…ุณู…ู‰ ุงู„ุฎูˆุงุฑุฌ، ุจู„ ู‡ูˆ ุจูŠุงู† ู„ู…ู† ุฎุฑุฌูˆุง ุนู„ู‰ ุณูŠุฏู†ุง ุนู„ูŠ ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰ ุนู†ู‡، ูˆุงู„ุง ููŠูƒููŠ ููŠู‡ู… ุงุนุชู‚ุงุฏู‡ู… ูƒูุฑ ู…ู† ุฎุฑุฌูˆุง ุนู„ูŠู‡، ูƒู…ุง ูˆู‚ุน ููŠ ุฒู…ุงู†ู†ุง ููŠ ุฃุชุจุงุน ู…ุญู…ุฏ ุจู† ุนุจุฏ ุงู„ูˆู‡ุงุจ ุงู„ุฐูŠู† ุฎุฑุฌูˆุง ู…ู† ู†ุฌุฏ ูˆุชุบู„ุจูˆุง ุนู„ู‰ ุงู„ุญุฑู…ูŠู†، ูˆูƒุงู†ูˆุง . ูŠู†ุชุญู„ูˆู† ู…ุฐู‡ุจ ุงู„ุญู†ุงุจู„ุฉ »

"Imam Ibn Abidin al-Hanafi, seorang imam besar dan penutup dari mazhab Hanafi, dalam kitabnya "Radd al-Muhtar 'ala al-Durr al-Mukhtar" (jilid 4, halaman 262) berkata:

"Bab tentang pengikut Ibn Abdul Wahhab: "Khawarij di zaman kita: perkataan pengarang kitab tentang khawarij: 'Mereka mengkafirkan sahabat Nabi kita shallallahu 'alaihi wa sallam.' Aku tahu bahwa ini bukanlah syarat untuk disebut Khawarij, tapi ini adalah penjelasan tentang orang-orang yang keluar dari ketaatan (memberontak) kepada Sayyidina Ali radhiyallahu 'anhu. Jika tidak, maka cukup bagi mereka untuk dianggap kafir karena mereka menganggap orang yang keluar dari ketaatan (memberontak) kepada Sayyidina Ali sebagai kafir, seperti yang terjadi di zaman kita dengan pengikut Muhammad bin Abdul Wahhab yang keluar dari Najd dan menguasai dua kota suci (Makkah dan Madinah), dan mereka mengaku-ngaku mengikuti mazhab Hanbali."

ู‚ุงู„ ุงู„ุดูŠุฎ ุฃุญู…ุฏ ุจู† ุฒูŠู†ูŠ ุฏุญู„ุงู† ููŠ ูƒุชุงุจู‡ ูุชู†ุฉ ุงู„ูˆู‡ุงุจูŠุฉ ุต ูกูฉ ู…ุงู†ุตู‡ :

ู‡ุฐุง ุญุงุตู„ ู…ุง ูƒุงู† ููŠ ู‚ุตุฉ ุงู„ูˆู‡ุงุจูŠ ุจุบุงูŠุฉ ุงู„ุงุฎุชุตุงุฑ ูˆู„ูˆ ุจุณุท ุงู„ูƒู„ุงู… ููŠ ูƒู„ ู‚ุถูŠุฉ ู„ุทุงู„، ูˆูƒุงู†ุช ูุชู†ู‡ู… ู…ู† ุงู„ู…ุตุงุฆุจ ุงู„ุชูŠ ุฃุตูŠุจ ุจู‡ุง ุฃู‡ู„ ุงู„ุฅุณู„ุงู… ูุฅู†ู‡ู… ุณููƒูˆุง ูƒุซูŠุฑًุง ู…ู† ุงู„ุฏู…ุงุก ูˆุงู†ุชู‡ุจูˆุง ูƒุซูŠุฑًุง ู…ู† ุงู„ุฃู…ูˆุงู„، ูˆุนู… ุถุฑุฑู‡ู…، ูˆุชุทุงูŠุฑ ุดุฑุฑู‡ู… ูู„ุง ุญูˆู„ ูˆู„ุง ู‚ูˆุฉ ุฅู„ุง ุจุงู„ู„ู‡، ูˆูƒุซูŠุฑ ู…ู† ุฃุญุงุฏูŠุซ ุงู„ู†ุจูŠ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ููŠู‡ุง ุงู„ุชุตุฑูŠุญุจู‡ุฐู‡ ุงู„ูุชู†ุฉ ูƒู‚ูˆู„ู‡ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… : " ูŠุฎุฑุฌ ุฃู†ุงุณ ู…ู† ู‚ุจู„ ุงู„ุดุฑู‚ ูŠู‚ุฑุฃูˆู† ุงู„ู‚ุฑุกุงู† ู„ุง ูŠุฌุงูˆุฒ ุชุฑุงู‚ูŠู‡ู… ูŠู…ุฑู‚ูˆู† ู…ู† ุงู„ุฏูŠู† ูƒู…ุง ูŠู…ุฑู‚ ุงู„ุณู‡ู… ู…ู† ุงู„ุฑู…ูŠุฉ ุณูŠู…ุงู‡ู… ุงู„ุชุญู„ูŠู‚ »

Syaikh Ahmad bin Zaini Dahlan dalam kitabnya "Fitnah al-Wahhabiyah" (halaman 19) berkata:

"Ini adalah ringkasan dari kisah Wahhabi dengan singkat. Jika saya menjelaskan setiap masalah secara panjang lebar, maka akan memakan waktu lama. Fitnah mereka adalah salah satu musibah yang menimpa umat Islam, karena mereka telah menyebabkan banyak darah tertumpah, banyak harta yang dirampas, dan banyak kerusakan yang terjadi. Mereka telah menyebarkan kejahatan mereka, dan tidak ada daya atau kekuatan melawan mereka kecuali dengan pertolongan Allah. Banyak hadits Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam yang menyebutkan tentang fitnah ini, seperti sabda beliau: 'Akan muncul orang-orang dari arah timur yang membaca Al-Qur'an, tapi tidak melewati tenggorokan mereka. Mereka akan keluar dari agama seperti panah yang keluar dari busurnya. Tanda mereka adalah penggalakan (yaitu, mencukur rambut mereka)".

Mereka melontarkan perkataan keji dan tuduhan-tuduhan buruk kepada Syaikh Ahmad bin Zaini Dahlan, seakan-akan didunia ini hanya Syaikh Ahmad bin Zaini Dahlan yang menuliskan sejarah berdarah, pembantaian dan kekejian kaum Wahhabiyyah Mujassimah Musyabbihah, seakan-akan hanya beliau yang menentang dakwah Kaum Wahhabiyyah.  

ู‚ุงู„ ุงู„ู‚ุงุถูŠ ุฃุจูŠ ุญูุต ุนู…ุฑ ุงุจู† ุงู„ู…ูุชูŠ : ู‚ุงุณู… ุงู„ู…ุญุฌูˆุจ ุงู„ุชูˆู†ุณูŠ ุงู„ู…ุงู„ูƒูŠ ููŠ ุฑุณุงู„ุชู‡ ุฅู„ู‰ ุงุจู† ุนุจุฏ ุงู„ูˆู‡ุงุจ :

ู‚ุฏ ุฃู†ุจุฃุชู†ุง ููŠ ู‡ุฐุง ุงู„ูƒุชุงุจ، ูˆุฃุนุฑุจุช ููŠ ุทูŠ ุงู„ุฎุทุงุจ، ุนู† ุนู‚ุงุฆุฏ ุงู„ู…ุจุชุฏุนุฉ، ุงู„ุฒุงุฆุบูŠู† ุนู† ุงู„ุณู†ุฉ ุงู„ู…ุชุจุนุฉ، ุงู„ุฑุงูƒุจูŠู† ู…ุฑุงูƒุจ ุงู„ุงุนุชุณุงู ุงู„ุฑุงุบุจูŠู† ุนู† ุฌู…ุน ุงู„ูƒู„ู…ุฉ ูˆุงู„ุงุฆุชู„ุงู ูุงู„ู†ุตูŠุญุฉ ุงู„ู†ุตูŠุญุฉ، ุฃู† ุชู†ุฒุน ู„ุจุงุณ ุงู„ุนู‚ุงุฆุฏ ุงู„ูุงุณุฏุฉ ูˆุชุชุณุฑุจู„ ุงู„ุนู‚ุงุฆุฏ ุงู„ุตุญูŠุญุฉ، ูˆุชุฑุฌุน ุฅู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ูˆุชุคู…ู† ุจู„ู‚ุงู‡، ูˆู„ุง ุชูƒูุฑ ุฃุญุฏًุง ุจุฐู†ุจ ุงุฌุชู†ุงู‡ ูุฅู† ุชุจุชู… ูู‡ูˆ ุฎูŠุฑ ู„ูƒู…، ูˆุฅู† ุชูˆู„ูŠุชู… ูุงุนู„ู…ูˆุง ุฃู†ูƒู… ุบูŠุฑ ู…ุนุฌุฒูŠ ุงู„ู„ู‡ 

Qadhi Abu Hafsh Umar ibn al-Mufti, Qasim al-Mahjub al-Tunisi al-Maliki, dalam Risalahnya kepada Ibn Abdul Wahhab berkata:

"Telah diberitahukan kepada kami dalam kitab ini, dan dinyatakan dalam surat ini, tentang aqidah-aqidah orang-orang ahli bid'ah, yang menyimpang dari Sunnah yang diikuti, orang-orang yang menunggangi kendaraan tirani (kekuasaan zhalim dan sewenang-wenang), yang ingin memecah belah kata-kata kesepakatan dan memecah belah persatuan. Maka nasihat kami adalah nasihat yang tulus, yaitu agar kamu melepas baju aqidah yang rusak dan mengenakan baju aqidah yang benar, dan agar kamu bertobat kembali kepada syariat Allah dan beriman kepada pertemuan dengan-Nya (keyakinan, perbuatan dan perkataan mu akan dihisab oleh-Nya di hari kiamat), dan janganlah kamu mengkafirkan seseorang karena dosa yang telah dilakukannya. Ingatlah firman Allah:

ูุฅู† ุชุจุชู… ูู‡ูˆ ุฎูŠุฑ ู„ูƒู…، ูˆุฅู† ุชูˆู„ูŠุชู… ูุงุนู„ู…ูˆุง ุฃู†ูƒู… ุบูŠุฑ ู…ุนุฌุฒูŠ ุงู„ู„ู‡ 

Jika kamu bertaubat, maka itu adalah kebaikan bagi kamu, dan jika kamu berpaling, maka ketahuilah bahwa kamu tidak akan dapat melemahkan Allah (menghindari azab Allah) [Q.S At-Taubah 9:3]."

[Risalah Ulama Tunis Ila Adh-Dhalli al-Wahhabi]

ู‚ุงู„ ุงู„ุนู„ุงู…ุฉ ุฌู…ูŠู„ ุตุฏู‚ูŠ ุงู„ุฒู‡ุงูˆูŠ ููŠ ูƒุชุงุจู‡ ุงู„ูุฌุฑ ุงู„ุตุงุฏู‚ ุต ูกูก ู…ุง ู†ุตู‡ :

ูˆู‚ุฏ ูƒุงู† ู…ุญู…ุฏ ุจู† ุนุจุฏ ุงู„ูˆู‡ุงุจ ู…ู…ู† ูŠุชูุฑุณ ู…ุดุงูŠุฎู‡ ูˆุฃุณุงุชุฐุชู‡ ููŠู‡ ุงู„ุถู„ุงู„، ุญูŠุซ ูƒุงู† ุนู†ุฏู…ุง ูŠุชุฑุฏุฏ ุฅู„ู‰ ู…ูƒุฉ ูˆุงู„ู…ุฏูŠู†ุฉ ู„ุฃุฎุฐ ุงู„ุนู„ู… ู…ู† ุนู„ู…ุงุฆู‡ู…ุง، ูˆุนู†ุฏู…ุง ูƒุงู† ูŠุฏุฑุณ ุนู„ู‰ ุงู„ุดูŠุฎ ู…ุญู…ุฏ ุจู† ุณู„ูŠู…ุงู† ุงู„ูƒุฑุฏูŠ ูˆุงู„ุดูŠุฎ ู…ุญู…ุฏ ุญูŠุงุช ุงู„ุณู†ุฏูŠ ูƒุงู†ุง ูŠุชูุฑุณุงู† ููŠู‡ ุงู„ุบูˆุงูŠุฉ ูˆุงู„ุฅู„ุญุงุฏ، ุจู„ ูŠุชูุฑุณ ุบูŠุฑู‡ู…ุง ููŠู‡ ู…ุซู„ ุฐู„ูƒ، ูˆูƒุงู† ูŠู†ุทู‚ ุงู„ูƒู„ ุจุฃู†ู‡ ุณูŠุถู„ ุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰ ู‡ุฐุง، ูˆูŠุถู„ ุจู‡ ู…ู† ุฃุดู‚ุงู‡ ู…ู† ุนุจุงุฏู‡

Al-'Allamah Jamil Shidqi az-Zahawi dalam kitabnya "Al-Fajr as-Shadiq" (halaman 11) berkata:

"Dan sungguh Muhammad bin Abdul Wahhab adalah termasuk orang yang telah difirasati oleh syeikh dan gurunya bahwa kelak dia akan menjadi orang sesat dan menyesatkan. seperti ketika dia sering mengunjungi Makkah dan Madinah untuk mengambil ilmu dari para ulama, disana dia belajar di bawah bimbingan Syeikh Muhammad bin Sulaiman al-Kurdi dan Syeikh Muhammad Hayat al-Sindi, mereka berdua mempunyai firasat pada muridnya Muhammad bin Abdul Wahhab ini ada kesesatan dan ilhรขd (penyimpangan dalam ajaran agama), bahkan ulama-ulama yang lain pun punya firasat yang sama seperti itu. Dan dia biasa mengatakan kepada semua orang bahwa Allรขh ta'ala akan menyesatkan ini, sehingga dengan sebab ajaran dia (Muhammad bin Abdul Wahhab), menjadi tersesat lah orang-orang yang telah dikehendaki oleh Allah dari sebagian hamba hamba Nya".

ู‚ุงู„ ุงู„ุญุงูุธ ุฃุญู…ุฏ ุจู† ู…ุญู…ุฏ ุจู† ุงู„ุตุฏูŠู‚ ุงู„ุบู…ุงุฑูŠ ููŠ ูƒุชุงุจู‡ ู‚ุทุน ุงู„ุนุฑูˆู‚ ุงู„ูˆุฑุฏูŠุฉ ู…ู† ุตุงุญุจ ุงู„ุจุฑูˆู‚ ุงู„ู†ุฌุฏูŠุฉ ู…ุง ู†ุตู‡ :

ูˆุงู„ู‚ูˆู… ุบูŠุฑ ุทุงู„ุจูŠู† ู„ู„ุญู‚ ูˆู„ุง ุจุงุญุซูŠู† ุนู…ุง ูŠูˆุตู„ู‡ู… ุฅู„ูŠู‡، ุญุชู‰ ูŠู†ุธุฑูˆุง ููŠ ุฃุฏู„ุชู‡ ู†ุธุฑ ุชุจุตุฑ ูˆุชูู‡ู… ูˆุฅู†ุตุงู ูˆ ุงุนุชุฑุงู، ุจู„ ู‡ู… ุถุงู„ูˆู† ู…ุถู„ูˆู† ูˆู„ุง ูŠู‡ู…ู‡ู… ุฅู„ุง ุชุฑูˆูŠุฌ ุถู„ุงู„ู‡ู… ، ูˆุงู†ูุงู‚ ุจุงุทู„ู‡ู… ุนู„ู‰ ุถุนูุฉ ุงู„ุนู‚ูˆู„ ุจูƒู„ ูˆุณูŠู„ุฉ ، ููŠูƒุฐุจูˆู† ุงู„ูƒุฐุจ ุงู„ูุงุญุด ุงู„ุตุฑุงุญ ุนู†ุฏ ุชูˆู‚ู ุชุฑูˆูŠุฌ ุถู„ุงู„ู‡ู… ุนู„ูŠู‡ ، ูˆุงู„ุงุถุทุฑุงุฑ ุฅู„ู‰ ุฏูุน ุงู„ุญู‚ ูˆุงู„ุตูˆุงุจ ุจู‡ ، ูˆูŠุฑู…ูˆู† ู…ุน ุฐู„ูƒ ุงู„ุจุฑุฆ ุงู„ุตุงุฏู‚ ุจู‡ ، ูˆูŠู†ุณุจูˆู† ุฅู„ูŠู‡ ู…ุง ู„ู… ูŠุฌุฑ ุจุฎุงุทุฑู‡ ูุถู„ุง ุนู† ุฃู† ูŠู†ุทู‚ ุจู‡.... ุซู… ูŠุดู†ุนูˆู† ุนู„ูŠู‡ ุฃู‚ุจุญ ุชุดู†ูŠุน 

Al-Hafizh Ahmad bin Muhammad bin as-Shiddiq al-Ghumari dalam kitabnya "Qat'u al-'Uruq al-Wardiyyah min Shahib al-Baruq an-Najdiyyah" berkata:

"Dan orang-orang Wahhabi tersebut adalah kaum yang tidak mau mencari kebenaran dan tidak mau mencari jalan untuk mencapai kebenaran, bahkan mereka tidak mau mempelajari dalil-dalil yang dapat membawa mereka kepada kebenaran dengan berfikir yang jernih, mengkaji, memahami, adil, dan mengakui kebenaran dalil-dalil tersebut. Sebaliknya, mereka adalah orang-orang yang sesat dan menyesatkan, dan tidak ada yang mereka pedulikan kecuali menyebarkan kesesatan mereka dan menghabiskan harta mereka yang batil untuk mempengaruhi orang-orang yang lemah akal dengan semua cara. Mereka berbohong dengan kebohongan yang nyata dan terang-terangan ketika penyebaran kesesatan mereka terhambat olehnya, dan berusaha memaksakan penolakan mereka terhadap suatu kebenaran. Dan bersamaan dengan itu mereka melemparkan tuduhan buruk kepada orang alim yang tidak bersalah dan jujur, dan mereka menuduhnya dengan sesuatu yang tidak pernah terlintas dalam pikiran orang alim tersebut, apalagi untuk diucapkannya.... Kemudian mereka memfitnahnya dengan fitnah yang paling buruk (keji)."

ู‚ุงู„ ุงู„ุดูŠุฎ ุณู„ูŠู…ุงู† ุงุจู† ุนุจุฏ ุงู„ูˆู‡ุงุจ ููŠ ูƒุชุงุจู‡ ุงู„ุตูˆุงุนู‚ ุงู„ุฅู„ู‡ูŠุฉ ููŠ ุงู„ุฑุฏ ุนู„ู‰ ุงู„ูˆู‡ุงุจูŠุฉ ، ุต ูฅ ู…ุงู†ุตู‡ :

ุงู„ูŠูˆู… ุงุจุชู„ู‰ ุงู„ู†ุงุณ ุจู…ู† ูŠู†ุชุณุจ ุงู„ู‰ ุงู„ูƒุชุงุจ ูˆุงู„ุณู†ู‡ ูˆูŠุณุชู†ุจุท ู…ู† ุนู„ูˆู…ู‡ู…ุง ูˆู„ุง ูŠุจุงู„ู‰ ู…ู† ุฎุงู„ูู‡، ูˆู…ู† ุฎุงู„ูู‡ ูู‡ูˆ ุนู†ุฏู‡ ูƒุงูุฑ، ู‡ุฐุง ูˆู‡ูˆ ู„ู… ูŠูƒู† ููŠู‡ ุฎุตู„ู‡ ูˆุงุญุฏู‡ ู…ู† ุฎุตุงู„ ุงู‡ู„ ุงู„ุงุฌุชู‡ุงุฏ، ูˆู„ุง ูˆุงู„ู„ู‡ ูˆู„ุง ุนุดุฑ ูˆุงุญุฏู‡، ูˆู…ุน ู‡ุฐุง ุฑุงุฌ ูƒู„ุงู…ู‡ ุนู„ู‰ ูƒุซูŠุฑ ู…ู† ุงู„ุฌู‡ุงู„ ูุงู†ุง ู„ู„ู‡ ูˆุงู†ุง ุงู„ูŠู‡ ุฑุงุฌุนูˆู†

Syaikh Sulaiman bin Abdul Wahhab dalam kitabnya "As-Shawa'iq al-Ilahiyyah fi ar-Radd 'ala al-Wahhabiyyah" (halaman 5) berkata:

"Hari ini masyarakat muslim mengalami bala dan musibah dalam agama yang disebabkan oleh sekelompok orang (kaum Wahhabi) yang menganggap paham dan ajarannya murni berasal dari Al-Qur'an dan Sunnah. Mereka sendiri saja yang berhak menggali dan menyimpulkan hukum (intinbรขth) dari ilmu-ilmu Qur'an dan Sunnah. Mereka tidak peduli jika ada yang menyalahinya. Dan siapa pun yang menyalahi dan menentang mereka adalah kafir menurut mereka. Di antara mereka tidak ada seorang pun yang mampu memenuhi satu kriteria pun dari beberapa kriteria sebagai ahli ijtihad. Tidak ada.. demi Allah tidak ada satu kriteria pun pada mereka.. bahkan sepersepuluh darinya pun tidak ada. Meskipun demikian, yang anehnya paham dan ajaran mereka ini telah menguasai banyak orang bodoh.. Innรข lillรขhi wa innรข ilaihi rรขji'รปn".

Syaikh Sulaiman bin Abdul Wahhab adalah saudara kandung dari Muhammad bin Abdul wahhab pengasas dakwah Wahhabiyyah yang telah menyebarkan keburukan (kejahatan) ke seluruh penjuru bumi. Bahkan keluarganya, Ayahandanya, saudaranya, serta orang-orang di kampung halamannya menolak dakwahnya.

ู‚ุงู„ ุงู„ู…ุญุฏุซ ุงู„ุดูŠุฎ ุนุจุฏ ุงู„ู„ู‡ ุงู„ู‡ุฑุฑูŠ ููŠ ูƒุชุงุจู‡ : « ุงู„ู…ู‚ุงู„ุงุช ุงู„ุณู†ูŠุฉ ููŠ ูƒุดู ุถู„ุงู„ุงุช ุฃุญู…ุฏ ุงุจู† ุชูŠู…ูŠุฉ » ู…ุง ู†ุตู‡ :

ุซู… ุฅู†ูƒู… ูƒุงุฐุจูˆู† ููŠ ุฏุนูˆู‰ ุงู„ุณู„ููŠุฉ، ุฃูŠ ุณู„ููŠ ุฃู†ูƒุฑ ู‚ูˆู„: ูŠุง ู…ุญู…ุฏ ุนู†ุฏ ุงู„ุถูŠู‚ ؟ ูุชุณู…ูŠุชูƒู… ุฃู†ูุณูƒู… ุจู‡ุฐุง ุงู„ุงุณู… ุญุฑุงู… ู„ุฃู†ู‡ุง ุชูˆู‡ู… ุฃู†ูƒู… ุนู„ู‰ ุนู‚ูŠุฏุฉ ุงู„ุณู„ู ูˆุฃู†ุชู… ู„ุณุชู… ุนู„ู‰ ุนู‚ูŠุฏุฉ ุงู„ุณู„ู ูˆู„ุง ุงู„ุฎู„ู، ุฃู†ุชู… ุชุฏูŠู†ูˆู† ุฏูŠู†ุง ุฌุฏูŠุฏุง

Al-Muhaddits Syekh Abdullah al-Harari dalam kitabnya "Al-Maqalat as-Sunniyyah fi Kasyf Dhalalat Ahmad bin Taimiyah" berkata:

"Kemudian, kalian adalah pendusta dalam klaim kalian sebagai pengikut Salaf (salafiyyah), apakah ada seorang Salafi yang menyangkal ucapan "Ya Muhammad" saat kesulitan? Maka, penamaan kalian terhadap diri kalian sendiri dengan nama ini adalah haram, karena itu menimbulkan kesan bahwa kalian berada di atas aqidah Salaf, padahal kalian tidak berada di atas aqidah Salaf, juga tidak berada di atas aqidah Khalaf. Kalian memiliki agama yang baru."

ู‚ุงู„ ุงู„ุดูŠุฎ ุงุจุฑุงู‡ูŠู… ุจู† ุนุซู…ุงู† ุงู„ุณู…ู†ู‡ูˆุฏูŠ ููŠ ูƒุชุงุจู‡ « ุณุนุงุฏุฉ ุงู„ุฏุงุฑูŠู† » ุต ูคูจ ู…ุง ู†ุตู‡ :

ุงุตู„ ุงู„ูˆู‡ุงุจูŠู‡ ู‚ูˆู… ู…ู† ุฌู‡ู„ุฉ ุงู„ุงุนุฑุงุจ .... ูŠู†ุณุจูˆู† ุงู„ูŠ ุฑุฆูŠุณู‡ู… ู…ุญู…ุฏ ุจู† ุนุจุฏ ุงู„ูˆู‡ุงุจ ุงู„ู†ุฌุฏูŠ ุงู„ู…ุจุชุฏุน ุงู„ุฎุงุฑุฌูŠ ุงู„ุถุงู„ ุงู„ู…ุถู„ ูˆ ุงู†ู…ุง ู†ุณุจูˆุง ุงู„ูŠู‡ ู„ุงู†ู‡ู… ุชุจุนูˆู‡ ุนู„ู‰ ุนู‚ุงุฆุฏู‡ ุงู„ุจุงุทู„ู‡ ุงู„ุดู†ูŠุนู‡ ูˆ ุงูุนุงู„ู‡ ุงู„ุณูŠุฆู‡ ุงู„ูุธูŠุนุฉ

Syaikh Ibrahim bin Utsman Al-Samanhudi mengatakan dalam Kitabnya “Sa'รขdat al-Darayn,” hal.48, berkata:

"Asal usul Wahhabiyyah adalah suatu kaum dari orang-orang Arab Badui yang bodoh... Mereka menisbatkan diri mereka kepada pemimpin mereka Muhammad bin Abdul Wahhab al-Najdi sebagai ahli bid'ah, Khawarij, sesat dan menyesatkan. Hanya saja mereka (kaum Wahhabi) menisbatkan diri mereka kepada nya (Muhammad bin Abdul Wahhab) karena mereka mengikutinya pada aqidahnya yang bathil dan perbuatan buruknya yang keji". 

Sumber FB : Ahlus Sunah Wal Jama'ah Riau : Aqidah Asy'ariyyah wal Maturidiyyah 

© Terima kasih telah membaca Kajian Islam Ahlussunnah wal Jama’ah dengan judul "Kesaksian Ulama Aswaja tentang Ibn Abdul Wahhab". Semoga Allah ๏ทป senantiasa menganugerahkan ilmu yang bermanfaat, taufiq, dan hidayah kepada kita semua. Aamiin.