๐๐๐๐๐ ๐๐๐ก ๐๐จ๐๐จ๐ ๐๐๐ฅ๐๐๐๐๐ง
Oleh : KH. Ahmad Syahrin Thoriq
Ada dua sikap yang ghuluw atau berlebihan dalam menyikapi masalah hukum boleh tidaknya berdebat dalam Islam. Antara satu pihak yang membolehkan lalu menghadirkan dalil-dalil yang menunjukkan adanya perintah atau kebolehan berdebat, sementara pihak lain ada yang menolak mutlak lalu ia mendatangkan dalil-dalil yang berisi larangan dan celaan terhadap debat.
Padahal, jika kita dapati dalam agama ini seperti ada yang kontradiktif, itu bukan karena memang dalil-dalil tersebut benar-benar saling bertentangan, melainkan karena kita yang belum memahami cara mengompromikannya dengan baik.
Dalil-dalil syariat sering berkaitan dengan banyak hal: kondisi, tujuan, cara, serta dampak yang ditimbulkan. Maka, memahami satu dalil tanpa melihat dalil lain seringkali melahirkan kesimpulan yang keliru.
Di pembahasan ini, saya tidak akan langsung menyimpulkan hukumnya. Saya akan memulai dengan menghadirkan terlebih dahulu dalil-dalil dari kedua sisi secara proporsional: dalil yang menunjukkan kebolehan atau perintah debat, serta dalil yang menunjukkan larangan atau peringatannya.
Harapannya, supaya kesimpulan hukum yang nanti disampaikan, tidak dianggap sebagai perwakilan dari salah satu dua kubu yang telah disebutkan di atas.
๐๐ฎ๐น๐ถ๐น ๐๐ฎ๐ป๐ด ๐บ๐ฒ๐น๐ฎ๐ฟ๐ฎ๐ป๐ด ๐ฑ๐ฒ๐ฏ๐ฎ๐
Berikut ini adalah ayat dan hadits yang sering dijadikan dalil oleh kalangan yang melarang debat atau diskusi ilmiah apapun bentuknya.
๐ญ. ๐๐ฎ๐น๐ถ๐น ๐ฑ๐ฎ๐น๐ฎ๐บ ๐ฎ๐น ๐ค๐๐ฟ'๐ฎ๐ป
َูู َุง ُูุฌَุงุฏُِู ِูู ุขَูุงุชِ ุงَِّููู ุฅَِّูุง ุงَّูุฐَِูู ََููุฑُูุง
“Tidaklah ada yang memperdebatkan ayat-ayat Allah kecuali orang-orang kafir.” (QS. Ghafir: 4)
ู َุง ุถَุฑَุจُُูู ََูู ุฅَِّูุง ุฌَุฏًَูุง ۚ ุจَْู ُูู ْ َْููู ٌ ุฎَุตِู َُูู
“Mereka tidak memberikan perumpamaan itu kepadamu melainkan dengan maksud membantah (berdebat), bahkan mereka adalah kaum yang suka bertengkar.” (QS. Az Zukhruf: 58)
๐ฎ. ๐๐ฎ๐น๐ถ๐น ๐ฑ๐ฎ๐น๐ฎ๐บ ๐ฎ๐น ๐๐ฎ๐ฑ๐ถ๐๐
ู َุง ุถََّู َْููู ٌ ุจَุนْุฏَ ُูุฏًู َูุงُููุง ุนََِْููู ุฅَِّูุง ุฃُูุชُูุง ุงْูุฌَุฏََู
“Tidaklah suatu kaum tersesat setelah mereka berada di atas petunjuk, kecuali mereka diberi sifat suka berdebat.” (HR. Tirmidzi)
ุฃََูุง ุฒَุนِูู ٌ ุจِุจَْูุชٍ ِูู ุฑَุจَุถِ ุงْูุฌََّูุฉِ ِูู َْู ุชَุฑََู ุงْูู ِุฑَุงุกَ َูุฅِْู َูุงَู ู ُุญًِّูุง
“Aku menjamin sebuah rumah di pinggiran surga bagi orang yang meninggalkan perdebatan meskipun ia benar.” (HR. Abu Dawud)
ุฃَุจْุบَุถُ ุงูุฑِّุฌَุงِู ุฅَِูู ุงَِّููู ุงْูุฃََูุฏُّ ุงْูุฎَุตِู ُ
“Orang yang paling dibenci Allah adalah orang yang paling keras dalam perbantahan/pertengkaran.” (HR. Bukhari)
๐๐ฎ๐น๐ถ๐น ๐๐ฎ๐ป๐ด ๐บ๐ฒ๐บ๐ฒ๐ฟ๐ถ๐ป๐๐ฎ๐ต๐ธ๐ฎ๐ป ๐ฑ๐ฒ๐ฏ๐ฎ๐
Berikut ini adalah ayat dan hadits yang dijadikan dalil oleh kalangan yang membolehkan debat atau diskusi ilmiah.
๐ญ. ๐๐ฎ๐น๐ถ๐น ๐ฑ๐ฎ๐น๐ฎ๐บ ๐ฎ๐น ๐ค๐๐ฟ’๐ฎ๐ป
ุงุฏْุนُ ุฅَِٰูู ุณَุจِِูู ุฑَุจَِّู ุจِุงْูุญِْูู َุฉِ َูุงْูู َْูุนِุธَุฉِ ุงْูุญَุณََูุฉِ َูุฌَุงุฏُِْููู ْ ุจِุงَّูุชِู َِูู ุฃَุญْุณَُู
“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan nasihat yang baik, dan debatlah mereka dengan cara yang paling baik.”(QS. An Nahl: 125)
ََููุง ุชُุฌَุงุฏُِููุง ุฃََْูู ุงِْููุชَุงุจِ ุฅَِّูุง ุจِุงَّูุชِู َِูู ุฃَุญْุณَُู
“Dan janganlah kalian berdebat dengan Ahli Kitab kecuali dengan cara yang paling baik.”(QS. Al ‘Ankabut: 46)
ุฃََูู ْ ุชَุฑَ ุฅَِูู ุงَّูุฐِู ุญَุงุฌَّ ุฅِุจْุฑَุงِููู َ ِูู ุฑَุจِِّู
“Tidakkah kamu perhatikan orang yang berdebat dengan Ibrahim tentang Tuhannya...” (QS. Al Baqarah: 258)
َูุงُููุง َูุง ُููุญُ َูุฏْ ุฌَุงุฏَْูุชََูุง َูุฃَْูุซَุฑْุชَ ุฌِุฏَุงََููุง
“Mereka berkata: Wahai Nuh, sungguh engkau telah berdebat dengan kami dan engkau telah banyak berdebat dengan kami.” (QS. Hud: 32)
ุจَْู َْููุฐُِู ุจِุงْูุญَّู ุนََูู ุงْูุจَุงุทِِู ََููุฏْู َุบُُู َูุฅِุฐَุง َُูู ุฒَุงٌِูู
“Bahkan Kami lemparkan kebenaran kepada kebatilan, lalu ia menghancurkannya, maka seketika itu kebatilan itu lenyap...”(QS. Al Anbiya: 18)
๐ฎ. ๐๐ฎ๐น๐ถ๐น ๐ฑ๐ฎ๐น๐ฎ๐บ ๐ฎ๐น ๐๐ฎ๐ฑ๐ถ๐๐
ุงุญْุชَุฌَّ ุขุฏَู ُ َูู ُูุณَู، ََููุงَู ู ُูุณَู: َูุง ุขุฏَู ُ ุฃَْูุชَ ุฃَุจَُููุง ุฎََّูุจْุชََูุง َูุฃَุฎْุฑَุฌْุชََูุง ู َِู ุงْูุฌََّูุฉِ، ََููุงَู َُูู ุขุฏَู ُ: َูุง ู ُูุณَู ุงุตْุทََูุงَู ุงَُّููู ุจََِููุงู ِِู َูุฎَุทَّ ََูู ุจَِูุฏِِู، ุฃَุชَُููู ُِูู ุนََูู ุฃَู ْุฑٍ َูุฏَّุฑَُู ุงَُّููู ุนَََّูู َูุจَْู ุฃَْู َูุฎَُِْูููู؟ َูุญَุฌَّ ุขุฏَู ُ ู ُูุณَู
“Adam dan Musa saling berdebat. Musa berkata: Wahai Adam, engkau adalah bapak kami, engkau telah mengecewakan kami dan mengeluarkan kami dari surga. Maka Adam berkata: Wahai Musa, Allah telah memilihmu dengan kalam-Nya dan menuliskan (Taurat) untukmu dengan tangan-Nya, apakah engkau mencelaku atas sesuatu yang telah Allah takdirkan atasku sebelum aku diciptakan? Maka Adam mengalahkan hujah Musa.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Riwayat tentang Ibnu Abbas, saat berdebat dengan kaum khawarij :
َูู َّุง ุฎَุฑَุฌَุชِ ุงْูุญَุฑُูุฑَِّูุฉُ ุงุนْุชَุฒَُููุง ِูู ุฏَุงุฑٍ، ََููุงُููุง ุณِุชَّุฉَ ุขَูุงٍู، َُْูููุชُ ِูุนٍَِّูู: َูุง ุฃَู ِูุฑَ ุงْูู ُุคْู َِِููู، ุฃَุจْุฑِุฏْ ุจِุงูุตََّูุงุฉِ؛ َูุนَِّูู ุฃَُِّููู ُ َูุคَُูุงุกِ ุงَْْูููู َ، َูุงَู: ุฅِِّูู ุฃَุฎَุงُُููู ْ ุนَََْููู، ُْููุชُ: ََّููุง، ََููุจِุณْุชُ، َูุชَุฑَุฌَّْูุชُ، ...
“Ketika kaum Haruriyyah keluar lalu mengasingkan diri di suatu tempat, dan jumlah mereka enam ribu orang, maka aku berkata kepada ‘Ali: Wahai Amirul Mukminin, tundalah shalat, agar aku bisa berbicara dengan kaum ini. ‘Ali berkata: ‘Sesungguhnya aku khawatir mereka akan mencelakakanmu. Aku berkata: ‘Tidak akan.” (HR. An Nasai)
Simak bahasan lengkapnya di AST Official:
I. Pengertian debat dan diskusi ilmiah
II. Celaan para ulama kepada perdebatan agama
III. Riwayat debat para nabi dan ulama
IV. Debat antara yang tercela dan terpuji
V. Syarat dan ketentuan debat yang dibolehkan/terpuji
Bersambung...
•┈┈•••○○❁༺ⒶⓈⓉ༻❁○○•••┈┈•
Punya pertanyaan yang butuh penjelasan komprehensif atau sekedar jawaban ringkas yang langsung ke tehnis? Ajukan di : https://astofficial.id/tanya-ustadz
Sumber FB Ustadz : Ahmad Syahrin Thoriq
