
SAYYID ALI KHAMEINI GUGUR
SALAFI BERSYUKUR
Khawaridj juga bersyukur dan bersuka cita ketika Khalifah Ali krwjh gugur karena tikam belati Abdurrahman ibnu Muljam at Tamimi saat shalat shubuh pada bulan Ramadhan.
Ini fenomena menarik:
Faidahnya adalah saya semakin paham bahwa Salafi adalah uswah kaifiyat merawat benci hingga mati — semacam kawanan yang hendak menegakkan sunah dengan kebencian.
*^^^^*
Datang belakangan. Terpaut enam belas setengah abad lebih. Salafi mendoktrin membenci Syiah. Seperti ada sejarah kelam di antara keduanya, semacam dendam atau urusan peibadi yang tidak bisa selesai. Padahal keduanya tak pernah bertemu head to head dalam sejarah.
Abad 21: ada Pemimpin gugur di medan tempur, syahid membela tanah tumpah darah, adalah kemewahan sejarah keteladanan agung dari para sahabat dan salaf saleh yang gugur pada bulan Ranadhan.
Sedangkan mencela dan menyesatkan sesama mukmin adalah sunahnya kaum
Khawaridj.
*^^^^^
Profokasi kebencian salafi bukan hanya terhadap Syiah— beberapa aliran disasar sesat: NU firqah dhallah. Muhammadiyah firqah dhalah. Tabligh firqah dhollah— siapapun yang tidak sepandangan ditahdzir sesat pada beberapa fatwa ustadz-ustadz sunah di publikasi luas. Sebab itu salafi akan pergi meninggalkan majelis yang bukan dari kalangannya sendiri. Sikap ekstrim memang tidak baik. Sebab itu moderasi beragama menjadi sangat penting.
Gemar mengkaferkan dan menyesatkan ini bukan hanya dari kalangan salafiyun saja, kelompok ekstrim Syiah juga sama, mereka mengkaferkan para sahabat yang tidak sepandangan.
Membenci bid’ah berikut orangnya. Membenci kesesatan berikut orangnya bukan sunah. Tidak di contohkan Nabi saw dan sahabat salaf saleh.
Saya benci bid’ah bukan orangnya.
*^^^*
Kyai Hasyim Muzadi Ketua PB NU saat itu pernah nyindir sambil guyon:
Jika masjid NU di kunjungi Muhammadiyah yang hilang bedhug dan qunut shubuh. Jika yang berkunjung Salafi masjidnya ikut hilang …
Gus Mus beda lagi: beliau mengkomparasi cara dakwah para wali dahulu dengan cara dakwah ustadz-ustadz masa sekarang: para Wali mengislamkan orang kafer. Sekarang mengkaferkan Umat Islam.
*^^^^*
Nabi saw pernah berkata : sesaat ketika mencegah Khalid bin Walid hendak memenggal kepada pada seseorang berambut plontos bejanggut lebat … yang berkata: berbuat adillah wahai Muhammad- takutlah kepada Allah wahai Muhammad !
Nabi saw bersabda: .. .. nanti dari kalangan mereka akan lahir sebuah kaum yang shalatnya dibanding dengan shalatmu shalatmu tidak ada apa apanya, puasamu dibanding puasa mereka puasamu tidak ada apa apanya mereka membaca al Qur’an hanya sampai di kerongkongan .. mereka keluar dari Islam seperti rambut tercerabut dari tepung.. kenapa ya Rasulullah? Karena mereka suka mengkaferkan sesama mukmin —
@nurbaniyusuf
Komunitas Padhang Makhsyar
Sumber FB Ustadz : Nurbani Yusri

Syiah Tetap Islam
Islam terdiri dari banyak aliran. Masing-masing aliran memiliki sekte-sekte tersendiri. Dalam kitab Al-Milal wa An-Nihal dijelaskan bahwa Syiah memiliki banyak sekali aliran, sekitar 20 sekte. Isinya beragam, ada yang termasuk Ghulat (berlebihan). Inilah yang dimaksud perkataan para imam dahulu berkaitan dengan Syiah. Bukan generalisir secara keseluruhan. Tapi gimana lagi, isi otak kepala Salafi selalu pukul rata.
Gampangnya begini. Allah melarang bagi selain Islam untuk masuk ke Kota Mekah, Firman Allah:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّمَا الْمُشْرِكُونَ نَجَسٌ فَلَا يَقْرَبُوا الْمَسْجِدَ الْحَرَامَ بَعْدَ عَامِهِمْ هَٰذَا ۚ
"Hai orang-orang yang beriman, Sesungguhnya orang-orang yang musyrik itu najis (dari sisi keyakinannya), maka janganlah mereka mendekati Masjidil Haram setelah tahun ini..." [At-Tawbah: 28]
Ternyata sampai saat ini, pemerintah Arab Saudi yang jadi pusatnya Salafi masih mengizinkan Negara Iran untuk melakukan haji dan umrah ke Mekah. Bahkan beberapa hari lalu Raja Arab Saudi mengangkat seorang menteri dari Syiah. Ini bukti nyata bahwa Syiah masih dalam Islam.
Larangan Menuduh K4fir
Hal ini terlarang, kecuali jika benar-benar terbukti kufurnya, sama seperti Sunni yang melakukan kekufuran (Na'udzu Billah). Jika hanya karena beda pendapat tapi mereka masih menyembah Allah dan salat menghadap Ka'bah, mereka tetap Islam dan tidak boleh dikafirkan:
ﻋﻦ اﺑﻦ ﻋﻤﺮ ﻗﺎﻝ: ﻗﺎﻝ ﺭﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ - ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ: " «ﻛﻔﻮا ﻋﻦ ﺃﻫﻞ ﻻ ﺇﻟﻪ ﺇﻻ اﻟﻠﻪ، ﻻ ﺗﻜﻔﺮﻭﻫﻢ ﺑﺬﻧﺐ، ﻓﻤﻦ ﻛﻔﺮ ﺃﻫﻞ ﻻ ﺇﻟﻪ ﺇﻻ اﻟﻠﻪ ﻓﻬﻮ ﺇﻟﻰ اﻟﻜﻔﺮ ﺃﻗﺮﺏ» ". ﺭﻭاﻩ اﻟﻄﺒﺮاﻧﻲ
Hadis "Jagalah dirimu terhadap orang-orang yang mengucapkan Laa ilaaha Illa Allah. Jangan kafirkan mereka karena satu dosa. Barangsiapa yang mengkafirkan ahli Tauhid maka ia sendiri lebih dekat kepada kekufuran" (HR Thabrani)
Diperkuat lagi oleh riwayat Sahabat:
ﻭﻋﻦ ﺃﺑﻲ ﺳﻔﻴﺎﻥ ﻗﺎﻝ: ﺳﺄﻟﺖ ﺟﺎﺑﺮا ﻭﻫﻮ ﻣﺠﺎﻭﺭ ﺑﻤﻜﺔ، ﻭﻫﻮ ﻧﺎﺯﻝ ﻓﻲ ﺑﻨﻲ ﻓﻬﺮ، ﻓﺴﺄﻟﻪ ﺭﺟﻞ: ﻫﻞ ﻛﻨﺘﻢ ﺗﺪﻋﻮﻥ ﺃﺣﺪا ﻣﻦ ﺃﻫﻞ اﻟﻘﺒﻠﺔ ﻣﺸﺮﻛﺎ؟ ﻗﺎﻝ: ﻣﻌﺎﺫ اﻟﻠﻪ، ﻓﻔﺰﻉ ﻟﺬﻟﻚ. ﻗﺎﻝ: ﻫﻞ ﻛﻨﺘﻢ ﺗﺪﻋﻮﻥ ﺃﺣﺪا ﻣﻨﻬﻢ ﻛﺎﻓﺮا؟ ﻗﺎﻝ: ﻻ.
ﺭﻭاﻩ ﺃﺑﻮ ﻳﻌﻠﻰ ﻭاﻟﻄﺒﺮاﻧﻲ
Abu Sufyan bertanya kepada Jabir saat menuju Mekah. Ia singgah di Kabilah Bani Fihr. Ia ditanya seseorang: "Apakah engkau menuduh seseorang ahli Qiblah dengan sebutan Musyrik dan K4fir?" Jabir menjawab: "Aku berlindung kepada Allah. Tidak!!!" (Riwayat abu Ya'la dan Thabrani)
Nabi melarang menuduh k4fir. Sahabat Nabi juga melarang. Tapi Salafi dengan gampangnya mengk4firkan sesama Muslim, sebenarnya Salafi ikut siapa?
Sumber FB Ustadz : Ma'ruf Khozin