Kebenaran dalam Islam Ada pada Mayoritas (As-Sawad Al-A‘zham)

KEBENARAN ADA PADA YANG BANYAK

KEBENARAN ADA PADA YANG BANYAK

Islam menganut kebenaran mayoritas karena mayoritas mendekati ijma dengan ‘margint eror’ yang sangat limit. 

*^^^^**

Prilaku menyempal dan menyendiri dari jamaah ini telah ada semenjak Rasulullah saw kemudian menemukan puncaknya pada masa kekhalifahan terutama setelah Sayidina Abu Bakar dan syahidnya Sayidina Umar di tangan pemberontak.

Kelompok ini kecil, tapi beringas dan lantang suara, kemudian lazim disebut kelompok khawaridj —- kelompok ini merasa paling: merasa paling paham Al Quran, bahkan merasa lebih saleh ketimbang Rasulullah saw. Kemudian mengklaim memegang ororitas memvalidasi mana yang sunah dan mana yang bid’ah dengan ukuran yang mereka bikin sendiri. Dan terakhir menentukan siapa muslim siapa kafer. Dan membatalkan iman sesama muslim dengan ukuran yang dibuat sendiri dan kerap mengatas namakan nabi saw. 

Sungguh sebuah prilaku berlebihan (ghuluw) dalam beragama dan kerap bikin gaduh karena senang mengkaferkan dan menyesatkan sesama mukmin karena tidak sepemahaman. 

*^^^**

Kelompok ini jumlahnya sangat sedikit tapi biang gaduh — orang orang yang suka menyempal dan menyendiri berpotensi berpikir model khawarij. Se-logis apapun hujjah tetap saja menyelisihi mayoritas adalah hal yang kurang patut dan rentan diterkam srigala seperti halnya domba keluar dari kawanan. 

Nabi saw bersabda:’Sesungguhnya umatku tidak akan bersepakat pada kesesatan. Oleh karena itu, apabila kalian melihat terjadi perselisihan maka ikutilah kelompok mayoritas (as-sawad al a’zham).”HR. Ibnu Majah. 

“Allah tidak akan membiarkan ummatku dalam kesesatan selamanya. Ikutilah As-Sawad Al-A’zhom. Tangan (rahmah dan perlindungan) Allah bersama jamaah. Barangsiapa menyendiri dan menyempal, ia akan menyendiri dan menyempal di dalam neraka.”

*^^^***

Rasulullah Shollallaah ‘alaih wa sallam sudah memberikan pedoman bagi kita agar mengikuti as-sawaad al-a’zhom (jama’ah kaum muslimin yang terbanyak), karena kesepakatan mereka (as-sawaad al-a’zhom) mendekati ijma’, sehingga kemungkinan keliru sangatlah kecil.

al-Imam as-Suyuthi rahimahullaah menafsirkan kata As-sawadul A’zhom sebagai sekelompok (jamaah) manusia yang terbanyak, yang bersatu dalam satu titian manhaj yang lurus. (Lihat: Syarah Sunan Ibnu Majah: 1/283). Menurut al-Hafidz al-Muhaddits Imam Suyuthi, As-Sawad Al-A’zhom merupakan mayoritas umat Islam.

Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Atsqolani memimjam pernyataan Imam Ath-Thabari mengenai makna kata “jamaah” dalam hadits Bukhari yang berbunyi, “Hendaknya kalian bersama jamaah”, beliau berkata, “Jamaah adalah As-Sawad Al-A’zhom.” (Lihat Fathul Bari juz 13 hal. 37). Ibnu Hajar al-Atsqolani pun memaknai “Jama’ah” sebagai As-Sawad Al-A’zhom (mayoritas umat Islam

*^^^^*

Mayoritas umat ini lebih disepakati mendekati ijma’ — ini sangat menarik dalam konteks apapun. Sebab minoritas makin besar margint erornya. Dan tak perlu diperlawankan dengan Islam itu asing dan akan kembali asing sebagai sandaran kelompok sedikit merasa paling benar sendiri. Sebab mayoritas atau as Sawad Al Azham adalah dalam konteks keumatan dan keislaman secara global bukan ghurub dalam pengertian ekslusif. Wallahu taala alam 

@nurbaniyusuf

Komunitas Padhang Makhsyar 

Direkttur Pusat Studi Islam dan Pemikiran Kyai Hadji Ahmad Dahlan

*^^^**

Catatan: 

‎حدثنا العباس بن عثمان الدمشقي . حدثنا الوليد بن مسلم . حدثنا معاذ بن رفاعة السلامي . حدثني أبو خلف الأعمى قال سمعت أنس بن مالك يقول سمعت رسول الله صلى الله عليه و سلم : يقول إن أمتي لا تجتمع على ضلالة . فإذا رأيتم اختلافا فعليكم بالسواد الأعظم

 “Sesungguhnya umatku tidak akan bersepakat pada kesesatan. Oleh karena itu, apabila kalian melihat terjadi perselisihan maka ikutilah kelompok mayoritas (as-sawad al a’zham).”

(HR. Ibnu Majah, Abdullah bin Hamid, at Tabrani, al Lalika’i, Abu Nu’aim. Menurut Al Hafidz As Suyuthi dalam Jamius Shoghir, ini adalah hadits Shohih)

Begitu juga senada dengan hadits shohih berikut ini

‎لا يجمع الله أمر أمتى على ضلالة أبدا اتبعوا السواد الأعظم يد الله على الجماعة من شذ شذ فى النار

“Allah tidak akan membiarkan ummatku dalam kesesatan selamanya. Ikutilah As-Sawad Al-A’zhom. Tangan (rahmah dan perlindungan) Allah bersama jamaah. Barangsiapa menyendiri dan menyempal, ia akan menyendiri dan menyempal di dalam neraka.” 

Sumber FB Ustadz : Nurbani Yusuf

© Terima kasih telah membaca Kajian Islam Ahlussunnah wal Jama’ah dengan judul "Kebenaran dalam Islam Ada pada Mayoritas (As-Sawad Al-A‘zham)". Semoga Allah ﷻ senantiasa menganugerahkan ilmu yang bermanfaat, taufiq, dan hidayah kepada kita semua. Aamiin.

Kajian Favorit