Mengharamkan Suguhan Keluarga Mayit Pada Pentakziah

Mengharamkan Suguhan Keluarga Mayit Pada Pentakziah

Sebenarnya orang yang mengharamkan suguhan keluarga mayit pada pentakziah itu belajarnya gimana sih?

Masalah ini sebenarnya sederhana dan tidak perlu analisis rumit. Nabi memerintahkan agar keluarga mayit dibantu oleh tetangga sekitar dengan cara diberi makanan sebab mereka sedang sedih sehingga seringkali nggak mikir masak dan makan. Perintah ini jangan diartikan bahwa Nabi melarang keluarga mayit menyuguhkan apa pun pada tamu yang bertakziyah. Tak pernah ada larangan semacam ini, justru yang ada sebaliknya sebagian sahabat menyediakan makanan untuk para pentakziah yang datang, baik di masa Nabi masih hidup atau saat beliau sudah wafat. 

Kalau misalnya menyuguhkan makanan haram mutlak, maka bagaimana dengan suguhan teh, kopi atau air mineral pada tamu yang datang bertakziyah? Kalau itu dilarang, maka maunya tamu yang datang menyempatkan waktu untuk menghibur cuma diajak ngobrol lalu disuruh pulang gitu?

Banyak praktek di lapangan, orang yang melarang suguhan di tahlilan pun memberi air atau teh pada pentakziah sebab mereka adalah tamu. Wajar ketika Ust Muhammad Rifqi Arriza menyebut pelarangan suguhan air dan roti sebagai kenaifan.

Kalau air dan teh tidak terlarang, maka roti, kue bahkan nasi pun tidak terlarang selama tuan rumah memang mau menyediakannya atas kemauan sendiri tanpa dipaksa. Sebab itulah, Khalifah Umar berwasiat sebelum wafatnya pada Suhaib agar para pentakziah yang menguburkan beliau nanti disuguhi makanan, dan para sahabat pun memakannya sambil bersedih atas kepergian Umar Sang Amirul Mukminin.

Ketika saya tinggal di jogja dulu, saya pernah melihat sendiri masyarakat sekitar kontrakan saya datang ke acara yang mereka sebut "pengaosan", sebuah modifikasi dari tahlilan yang dianggap "terlarang". Pulangnya mereka membawa suatu bungkusan, sepertinya kue dan mungkin nasi juga saya tidak sempat memastikan. Wajar banget ketika orang datang mendoakan almarhum lalu dibawain oleh-oleh kecil oleh tuan rumah. Yang nggak boleh adalah orang minta makan pada tuan rumah yang sedang kesusahan. 

Sumber FB Ustadz : Abdul Wahab Ahmad

© Terima kasih telah membaca Kajian Islam Ahlussunnah wal Jama’ah dengan judul "Mengharamkan Suguhan Keluarga Mayit Pada Pentakziah". Semoga Allah ﷻ senantiasa menganugerahkan ilmu yang bermanfaat, taufiq, dan hidayah kepada kita semua. Aamiin.

Kajian Favorit