SUFI : Suci QalbU, Fikiran, dan Indra

SUFI : Suci QalbU, Fikiran, dan Indra - Kajian Islam Tarakan

SUFI ; Suci QalbU, Fikiran, dan Indra

Sebagian orang menjadikan label ‘sufi’ sebagai ejekan dan penghinaan. Itu karena sufi yang mereka kenal adalah sufi-sufi yang menyimpang. Orang-orang yang sesungguhnya tidak pantas dijuluki sebagai ‘sufi’. 

Andaikan mereka mengenal sufi yang sesungguhnya mereka akan tahu bahwa label sufi itu sesungguhnya adalah penghormatan. Tidak banyak orang yang berhak menyandang label itu. 

Sufi itu suci dan bersih. Suci hati, suci pikiran dan suci panca indera. 

Seorang sufi senantiasa memaafkan, tidak pendendam, selalu berprasangka baik dan melihat orang lain lebih baik dari dirinya.

*** 

Syaikhul Akbar Ibnu Arabi rahimahullah bercerita. Gurunya yang paling senior bernama Abu Ishaq bin Tharif. Ia bertemu dengannya di Jazirah Khadra` pada tahun 589 H. 

Gurunya berkata:

ูŠุง ุฃุฎูŠ ، ูˆุงู„ู„ู‡ ู…ุง ุฃุฑู‰ ุงู„ู†ุงุณ ูู‰ ุญู‚ูŠ ุฅู„ุง ุฃูˆู„ูŠุงุก ุนู† ุขุฎุฑู‡ู… ู…ู…ู† ูŠุนุฑูู†ูŠ، ู‚ู„ุช ู„ู‡ : ูƒูŠู ุชู‚ูˆู„ ูŠุง ุฃุจุง ุฅุณุญุงู‚؟ ูู‚ุงู„ : ุฅู† ุงู„ู†ุงุณ ุฅุฐุง ุฑุฃูˆู†ูŠ ุฃูˆ ุณู…ุนูˆุง ุจูŠ ุฅู…ุง ุฃู† ูŠู‚ูˆู„ูˆุง ูู‰ ุญู‚ูŠ ุฎูŠุฑุง ุฃูˆ ูŠู‚ูˆู„ูˆุง ุถุฏ ุฐู„ูƒ ، ูู…ู† ู‚ุงู„ ูู‰ ุญู‚ูŠ ุฎูŠุฑุง ูˆุฃุซู†ู‰ ุนู„ูŠ ูู…ุง ูˆุตูู†ูŠ ุฅู„ุง ุจุตูุชู‡ ، ูู„ูˆู„ุง ู…ุง ู‡ูˆ ุฃู‡ู„ ูˆู…ุญู„ ู„ุชู„ูƒ ุงู„ุตูุฉ ู…ุง ูˆุตูู†ูŠ ุจู‡ุง ، ูู‡ุฐุง ุนู†ุฏูŠ ู…ู† ุฃูˆู„ูŠุงุก ุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰ ، ูˆู…ู† ู‚ุงู„ ููŠ ุดุฑุง ูู‡ูˆ ุนู†ุฏูŠ ูˆู„ูŠ ุฃุทู„ุนู‡ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ู‰ ุญุงู„ูŠ ูุฅู†ู‡ ุตุงุญุจ ูุฑุงุณุฉ ูˆูƒุดู ، ู†ุงุธุฑ ุจู†ูˆุฑ ุงู„ู„ู‡ ، ูู‡ูˆ ุนู†ุฏูŠ ูˆู„ูŠ .

“Saudaraku, demi Allah, aku melihat semua orang yang membicarakan tentang diriku dan mereka mengenalku adalah para wali.”

Aku (Ibnu Arabi) bertanya, “Apa maksudmu, Abu Ishaq?”

“Orang-orang yang melihat diriku atau mendengar tentangku terbagi dua; ada yang membicarakan tentangku hal-hal yang baik, atau sebaliknya.

Orang yang berkomentar tentang diriku hal yang baik-baik dan memujiku, sesungguhnya hal itu karena ia memang orang yang baik. Sifat yang ia lekatkan pada diriku itu sesungguhnya adalah sifat yang melekat pada dirinya. Kalau ia tidak memiliki sifat itu tentu ia tidak akan mensifatiku dengan sifat-sifat baik itu. Orang ini dalam pandanganku adalah wali Allah. 

Adapun orang yang berkomentar tentang diriku hal-hal yang buruk maka ia pun dalam pandanganku juga seorang wali, karena Allah telah memperlihatkan padanya sifatku yang sesungguhnya. Ia adalah orang yang memiliki firasat dan kasyf. Ia meihat dengan cahaya Allah. Karena itu dalam pandanganku ia adalah seorang wali.”

Imam Syafii pernah mendendangkan sebait syair :

ู…ู† ู†ุงู„ ู…ู†ูŠ ุฃูˆ ุนَู„ِู‚ْุชُ ุจุฐู…ุชู‡ ุฃุจุฑุฃุชู‡ ู„ู„ู‡ ุดุงูƒุฑ ู†ุนู…ุชู‡

ูƒูŠ ู„ุง ุฃُุฑَู‰ ู…ู…ู† ูŠุนูˆู‚ ู…ูˆุญุฏุง ุฃูˆ ู…ู† ูŠุณูˆุก ู…ุญู…ุฏุง ูู‰ ุฃู…ุชู‡

Siapapun yang menyakitiku atau punya ‘hutang’ terhadapku

Aku bebaskan semua itu karena Allah, bersyukur atas nikmat-Nya

Agar aku tak menjadi penghalang kebaikan bagi ahli tauhid

Atau menyakiti perasaan Nabi Muhammad terhadap umatnya 

*** 

Apa yang dikejar oleh seorang sufi, dan –tentunya- juga oleh setiap mukmin? Qalbun salim ; hati yang bersih. Bersih dari apa?

ุงู„ู‚ู„ุจ ุงู„ุณู„ูŠู… ู…ุง ุงุฌุชู…ุนุช ููŠู‡ ุฃูˆุตุงู ุฃุฑุจุนุฉ

Qalbun Salim itu kalau sudah terhimpun empat sifat

ู…ุง ุณู„ู… ู…ู† ุดุจู‡ุฉ ุชุนุงุฑุถ ุฎุจุฑ ุงู„ู„ู‡

1. Bersih dari syubhat yang bertentangan dengan apa yang datang dari Allah

ู…ุง ุณู„ู… ู…ู† ุดู‡ูˆุฉ ุชุนุงุฑุถ ุฃู…ุฑ ุงู„ู„ู‡ 

2. Bersih dari syahwat yang bertentangan dengan perintah Allah

ู…ุง ุณู„ู… ู…ู† ุฅุฑุงุฏุฉ ุชุนุงุฑุถ ู…ุฑุงุฏ ุงู„ู„ู‡

3. Bersih dari kehendak yang bertentangan dengan kehendak Allah

ู…ุง ุณู„ู… ู…ู† ู‚ุงุทุน ูŠู‚ุทุน ุนู† ุงู„ู„ู‡

4. Bersih dari apapun yang menghalangi dari Allah 

*** 

Umar bin Abdul Aziz rahimahullah meninggal karena diracun. 

Ia tahu yang meracuninya adalah pembantunya sendiri.

Setelah diracun dan sambil menahan sakit, ia memanggil pembantunya itu. 

Ia bertanya, “Kenapa engkau kau lakukan ini?” Dengan jujur, pembantunya menjawab, “Mereka memberiku uang seribu dinar dan mereka berjanji akan memerdekakanku.”

Umar berkata, “Berikan padaku uang seribu dinar itu.” 

Kemudian Umar memerintahkan agar uang itu diserahkan ke baitul mal.

Lalu ia berkata pada pembantunya itu, “Pergilah jauh-jauh dari sini sampai engkau tidak bisa ditemukan.”

Umar tahu bahwa orang-orang yang berada di balik semua itu dan menyogok sang pembantu untuk meracuni dirinya pasti akan membunuhnya untuk menghilangkan jejak. Karena itu ia menyuruhnya untuk pergi jauh.

Subhanallah… Di detik-detik terakhir hidupnya, Umar bin Abdul Aziz tetap memikirkan kemaslahatan rakyatnya sehingga uang sogok 1000 dinar itu ia perintahkan untuk diserahkan ke baitul mal.

Dan, tak sedikitpun rasa dendam dalam dirinya terhadap pembantu yang telah meracuninya. Ia bahkan menyuruhnya pergi jauh agar ia tidak dibunuh oleh mereka yang telah menyogoknya.

Itulah qalbun salim.

ุงู„ู„ู‡ู… ุงุฌุนู„ ู‚ู„ูˆุจู†ุง ู‚ู„ูˆุจุง ุณู„ูŠู…ุฉ ูˆุขุช ู†ููˆุณู†ุง ุชู‚ูˆุงู‡ุง ูˆุฒูƒู‡ุง ุฃู†ุช ุฎูŠุฑ ู…ู† ุฒูƒุงู‡ุง ุฃู†ุช ูˆู„ูŠู‡ุง ูˆู…ูˆู„ุงู‡ุง، ุขู…ูŠู†

[Yendri Junaidi]

Sumber FB Ustadz : Yendri Junaidi

© Terima kasih telah membaca Kajian Islam Ahlussunnah wal Jama’ah dengan judul "SUFI : Suci QalbU, Fikiran, dan Indra". Semoga Allah ๏ทป senantiasa menganugerahkan ilmu yang bermanfaat, taufiq, dan hidayah kepada kita semua. Aamiin.