Doa Husnul Khatimah
Doa ini artinya adalah akhir yang baik, yakni berdoa agar wafat dalam keadaan Islam dan Iman.
Terkait dengan kebiasaan yang berlaku di masyarakat kita dengan membaca doa ini belum saya ketahui dari mana sumbernya. Doa yang diajarkan oleh Nabi ketika ada berita kematian adalah doa musibah, ampunan dan kasih sayang.
Tapi bukan berarti tidak boleh berdoa Husnul Khatimah bagi keluarga, sahabat dan siapapun umat Islam yang wafat. Sebagai pengantar doa saat mendengar kematian dan doa Takziyah bisa dibaca di situs NU online:
https://islam.nu.or.id/post/read/123054/bolehkah-pengucapan-semoga-husnul-khatimah-dalam-taziyah
Namun saya memiliki kesimpulan yang berbeda. Karena saya menemukan ucapan doa Husnul Khatimah di beberapa kitab:
Setelah Syekh Ibrahim Al-Maidari al-Baghdadi wafat, Syekh Abdirrazzaq Al-Baithar mendoakan:
ููุงูุง ุงููู ุชุนุงูู ูุฅูุงู ููู ุงูู ุทูุน ูุฑุฒููุง ูุฅูุงู ุญุณู ุงูุฎุชุงู
Semoga Allah menjaga kita dan dia saat beratnya peristiwa kiamat, dan semoga Allah menganugerahkan Husnul Khatimah untuk kita dan dia (Hilyat Al-Basyar fi Tarikh Qarn Tsalits Asyar, 1/21)
Di bagian lain saat Syekh Musthofa bin Muhyiddin Naja, al-Syadzili wafat, Syekh Abdirrazzaq Al-Baithar juga mendoakan:
ุญูุธูุง ุงููู ูุฅูุงู ู ู ุงูุขุซุงู ، ูุฑุฒููุง ูุฅูุงู ุญุณู ุงูุฎุชุงู .
Semoga Allah menjaga kita dan dia dari perbuatan dosa, dan semoga Allah menganugerahkan Husnul Khatimah untuk kita dan dia (Hilyat Al-Basyar fi Tarikh Qarn Tsalits Asyar, 2/173)
Kalau ada Salafi yang teriak "Ini bidah, tidak sesuai tuntunan Nabi!". Salah satu ulama ahli hadis mereka, Syekh Abdul Qadir Al-Arnauth juga didoakan Husnul Khatimah padahal sudah wafat:
ููุญู ูุฑุฌู ุญุณู ุงูุฎุงุชู ุฉ ูุดูุฎูุง، ุญูุซ ู ุงุช ุจุนุฏ ุตูู ุฑู ุถุงู، ูุจุนุฑู ุงูุฌุจูู، ูููู ุงูุฌู ุนุฉ
Kami berharap guru kami wafat Husnul Khatimah, ketika ia wafat setelah Ramadan, keringat di dahi dan di hari Jumat (Mu'jam Al-Jami' fi Tarajum Al-Ulama, 1/175)
Sebagai kesimpulan saya kutipkan dari Syekh Abdullah Al-Faqih:
ูููู ุฃู ุชุฏุนู ุจุฃู ุฏุนุงุก ููุงุณุจ ุงูู ูุงู ، ู ุซู: ุงูููู ุฃุญุณู ุนุงูุจุชูุง ูู ุงูุฃู ูุฑ ูููุง ู ุฅูู ุบูุฑ ุฐูู ู ููุง ูุดุชุฑุท ูู ุงูุฏุนุงุก ุฃู ูููู ู ุฃุซูุฑุงً. ูุงููู ุฃุนูู
Boleh berdoa dengan redaksi yang sesuai keadaan. Seperti "Ya Allah jadikanlah segala urusan kami memiliki akhir yang baik" dan sebagainya. Sebab doa tidak diharuskan bersumber dari Nabi" (Fatawa Syabkah Islamiyyah 187/133)
Sumber FB Ustadz : Ma'ruf Khozin
Kajian· 24 Juli 2021 pada 09.22 ·
