Imam Besar Islam Dituduh Bid’ah, Sesat, Bahkan Bukan Muslim?

Imam Besar Islam Dituduh Bid’ah, Sesat, Bahkan Bukan Muslim?

👉 SUDAH TIDAK HERAN DENGAN CARA BERAGAMA SALAFI WAHABI SEPERTI INI

Sebuah video seorang ustadz Wahabi yang mengatakan bahwa Imam as-Suyuthi bukan seorang Muslim, bahkan Imam abu Hanifah, an-Nawawi disebut sebagai ahli bid'ah.

Jujur, kita sudah tidak terlalu heran.

Sebab pola seperti ini memang bukan sesuatu yang baru. Dalam tradisi polemik sebagian kalangan mereka, mudah menuduh, mudah membid'ahkan, mudah menyesatkan, bahkan mudah mengeluarkan seseorang dari Ahlus Sunnah.

Masalahnya bukan sekadar istilah bid'ah.

Sebab dalam kerangka berpikir mereka, ketika seseorang sudah divonis sebagai ahli bid'ah yang sesat, maka konsekuensi teologisnya sangat berat. Apalagi jika istilah bid'ah dan sesat dipahami secara mutlak, seakan-akan orang yang telah dicap demikian pasti berada di jalan kesesatan dan berujung pada neraka.

👉 Ulama muktabar saja tidak luput dari vonis mereka

Sekelas Imam Abu Hanifah, seorang imam mujtahid mutlak yang namanya menjadi sandaran jutaan umat Islam, tidak luput dari tuduhan. Beliau pernah dituduh sebagai Jahmiyah oleh ulama wahabi, bahkan muncul tuduhan-tuduhan yang sangat berat seperti zindiq dan berbagai celaan lainnya.

👉 Imam Ahmad bin Hanbal pun tidak luput dari polemik seputar masalah tahrif dan sifat-sifat Allah oleh ulama mereka

👉 Imam ath-Thabari, salah seorang imam besar dalam tafsir dan sejarah Islam, juga pernah dituduh sebagai ahli bid'ah oleh ulama mereka

👉 Imam at-Tirmidzi, salah seorang imam hadits yang kitabnya menjadi rujukan umat Islam, juga pernah dituduh dan dikatakan seorang Jahmiyah oleh ulama mereka

Bukti tuduhan mereka pada ulama muktabar 

https://www.facebook.com/share/p/1CswVcAJtJ/

Dan sekarang?

👉 Imam Jalaluddin as-Suyuthi, ulama besar yang karya-karyanya memenuhi perpustakaan Islam, sampai dikatakan bukan seorang Muslim... 

Belum lagi Imam an-Nawawi dan al-Hafizh Ibn Hajar al-'Asqalani. Dua imam besar yang kitab-kitab haditsnya dipelajari di berbagai pesantren dan majelis ilmu, tetapi oleh ulama Wahabi pun telah dinilai keluar dari Ahlus Sunnah karena persoalan aqidah.

Lalu pertanyaannya:

Kalau Imam Abu Hanifah bisa dituduh Jahmiyah, Imam Ahmad dikatakan ahlinyahrif, Imam ath-Thabari dituduh ahli bid'ah, Imam at-Tirmidzi dituduh Jahmiyah, Imam an-Nawawi dan Ibn Hajar dikeluarkan dari Ahlus Sunnah, bahkan Imam as-Suyuthi sampai dikatakan bukan Muslim...

👉 Siapa lagi yang tersisa?

Cuma Wahabi yang harus dirujuk ??

Inilah yang perlu kita renungkan.

Jangan sampai slogan "kembali kepada Salaf" justru berubah menjadi kebiasaan menghakimi para ulama Salaf dan Khalaf yang tidak sesuai dengan tafsiran kelompok sendiri.

Para imam yang hidup ratusan tahun sebelum kita, yang ilmu, ibadah, karya dan jasa mereka terhadap Islam tidak mungkin kita bandingkan dengan kemampuan kita hari ini, dengan begitu mudahnya diberi label:

Jahmi.

Ahli bid'ah.

Sesat.

Keluar dari Ahlus Sunnah.

Bahkan bukan Muslim.

👉 Yang lebih mengkhawatirkan adalah ketika label "Salaf" dijadikan legitimasi untuk membenarkan kebiasaan menyesatkan orang lain.

Padahal menjadi pengikut Salaf bukan berarti menjadikan lisan kita ringan dalam mencela ulama.

Salaf bukan sekadar nama yang ditempelkan pada kelompok. Salaf adalah generasi yang kita hormati, kita pelajari ilmunya, dan kita teladani adabnya.

Maka ketika ada orang hari ini dengan mudah mengatakan:

"Imam ini ahli bid'ah."

"Imam itu bukan Ahlus Sunnah."

"Ulama ini sesat."

"Bahkan imam itu bukan Muslim."

Kita tidak perlu buru-buru terkejut.

👉 Kita hanya perlu bertanya: apakah benar seluruh imam besar umat Islam yang telah berjasa menjaga agama ini harus dianggap sesat hanya karena tidak mengikuti tafsiran aqidah kelompok mereka?

Kalau jawabannya "iya", maka persoalannya bukan lagi sekadar perbedaan pendapat.

Ini sudah menjadi persoalan tentang bagaimana seseorang memahami ulama, perbedaan ijtihad, bid'ah, kesesatan, dan batas-batas Ahlus Sunnah.

Dan di sinilah kita perlu berhati-hati.

Sebab mengaku membela Salaf tidak otomatis membuat setiap vonis yang keluar dari lisan seseorang menjadi "aqidah Salaf".

👉 Jangan sampai nama Salaf dipakai sebagai tameng, sementara adab kepada para imam justru ditinggalkan. 

​Sumber FB : Aqidah Salaf

© Terima kasih telah membaca Kajian Islam Ahlussunnah wal Jama’ah dengan judul "Imam Besar Islam Dituduh Bid’ah, Sesat, Bahkan Bukan Muslim?". Semoga Allah ﷻ senantiasa menganugerahkan ilmu yang bermanfaat, taufiq, dan hidayah kepada kita semua. Aamiin.