Apakah Rasulullah Hadir Saat Maulid? Penjelasan Sayyid Alawi al-Maliki

SALAH PAHAM TENTANG BERDIRI SAAT PEMBACAAN MAULID

SALAH PAHAM TENTANG BERDIRI SAAT PEMBACAAN MAULID

Sebagian dari kita para pecinta Rasulullah saw., memiliki anggapan yang kurang pas tentang berdiri saat maulid dibacakan para nasyid. Kita beranggapan bahwa Rasulullah dengan jasadnya yang mulia hadir di tengah-tengah majelis. Dupa yang wangi dan cawan mahal berisi air pun disiapkan untuk menyambut kedatangan beliau.

Padahal, anggapan-anggapan demikian sudah diperingatkan oleh as-Sayyid Muhammad Alawi al-Maliki. Menurut beliau, anggapan tersebut dapat mencederai derajat Rasulullah saw. yang begitu agung.

Rasulullah saw. yang berada dalam alam barzakh memiliki derajat yang begitu tinggi dan sangat mulia, melebihi khayalan-khayalan remeh yang menggambarkan Nabi dengan jasadnya menghadiri setiap majelis pembacaan maulid.

Terkait keberadaan Rasulullah saw. di alam barzakh, Sayyid Muhammad Alawi al-Maliki menjelaskan:

ู†َุนَู…ْ ุฅِู†َّู†َุง ุชَุนْุชَู‚ِุฏُ ุฃู†َّู‡ُ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„ู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ ุญَูŠٌّ ุญَูŠَุงุฉً ุจَุฑْุฒَุฎِูŠَّุฉ ูƒَุงู…ِู„َุฉً ู„َุงูŠِู‚َุฉً ุจِู…َู‚َุงู…ِู‡ِ ูˆَุจُู…ُู‚ْุชَุตَู‰ ุชِู„ْูƒَ ุงู„ْุญَูŠَุงุฉِ ุงู„ْูƒَุงู…ِู„َุฉِ ุงู„ْุนُู„ْูŠَุง ุชَูƒُูˆู†ُ ุฑُูˆุญُู‡ُ ุฌَูˆَุงู„َุฉً ุณَูŠَّุงุญَุฉً ูِูŠ ู…َู„َูƒُูˆุชِ ุงู„ู„ู‡ِ ุณُุจْุญَุงู†َู‡ُ ูˆَุชَุนَุงู„َู‰ ูˆَูŠُู…ْูƒِู†ُ ุฃَู†ْ ุชَุญْุถُุฑَ ู…َุฌَุงู„ِุณَ ุงู„ْุฎَูŠْุฑِ ูˆَู…َุดَุงู‡ِุฏَ ุงู„ู†ُّูˆุฑِ ูˆَุงู„ْุนِู„ْู…ِ، ูˆَูƒَุฐَุง ุฃَุฑْูˆَุงุญُ ุฎُู„َّุตِ ุงู„ْู…ُุคْู…ِู†ِูŠู†َ ู…ِู†ْ ุฃَุชْุจَุงุนِู‡ِ. ูˆَู‚َุฏْ ู‚َุงู„َ ู…َุงู„ِูƒٌ: ุจَู„َูَู†ِูŠ ุฃَู†َّ ุงู„ุฒُّูˆุญَ ู…ُุฑْุณَู„َุฉُ ุชَุฐْู‡َุจُ ุญَูŠْุซُ ุดَุงุกَุชْ

"Ya, kami meyakini bahwa Rasulullah saw. hidup dengan kehidupan barzakh yang sempurna dan sesuai dengan kedudukan beliau. Dengan kehidupan tersebut, ruh beliau dapat berkeliling di alam malakut Allah dan dapat menghadiri majelis-majelis kebaikan, cahaya, dan ilmu. Demikian pula ruh orang-orang mukmin pilihan dari pengikut beliau. Imam Malik berkata, 'Telah sampai kepadaku bahwa ruh itu bebas pergi ke mana pun yang dikehendakinya.''

LANTAS BAGAIMANA YANG TEPAT?

Untuk merasakan kehadiran Rasulullah dalam

majelis tidak perlu sampai menganggap beliau hadir menggunakan jasad beliau yang mulia, cukup kita visualisasikan sosok beliau dalam pikiran.

ุฃَู†َّ ู‚َุงุฑِู‰َ ุงู„ْู…َูˆْู„ِุฏِ ุงู„ุดَّุฑِูŠูِ ู…ُุณْุชَุญْุถِุฑٌ ู„َู‡ُ ุจِุชَุถْุฎِูŠุตٍ ุฏَุงุชِู‡ِ ุงู„ุดَّุฑِูŠูَุฉِ ูˆَู‡َุฐَุง ุงู„ุชَّุตَูˆْุฑُ ุดَูŠْุกٌ ู…َุญْู†ُูˆุฏٌ ูˆَู…َุทْู„ُูˆุจُ. ุจَู„ْ ู„َุง ุจُุฏَ ุฃู†ْ ูŠَุชَูˆَูَّุฑَ ูِูŠ ุฐِู‡ْู†ِ ุงู„ْู…ُุณْู„ِู…ِ ุงู„ุตَุงุฏِู‚ِ ูِูŠ ูƒُู„ِّ ุญِูŠู†ِ ู„ِูŠَูƒْู…ُู„َ ุงุชِّุจَุงุนُู‡ُ ู„َู‡ُ ูˆَุชَุฑِูŠุฏَ ู…َุญَุจَّุชُู‡ُ ูِูŠู‡ِ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„ู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ ูˆَูŠَูƒُูˆู†َ ู‡َูˆَุงู‡ُ ุชَุจَุนًุง ู„ِู…َุง ุฌَุงุกَ ุจِู‡ِ

"Sesungguhnya pembaca Maulid Nabi yang mulia menghadirkan sosok beliau dalam pikirannya. visualisasi seperti ini adalah sesuatu yang baik dan dianjurkan. Bahkan, hendaknya selalu ada dalam pikiran seorang Muslim agar ia semakin sempurna dalam mengikuti beliau, semakin mencintai beliau, dan hawa nafsunya mengikuti ajaran yang beliau bawa."

ูَุงู„ู†َّุงุณُ ูŠَู‚ُูˆู…ُูˆู†َ ุงุญْุชِุฑَุงู…ًุง ูˆَุชَู‚ْุฏِูŠุฑًุง ู„ِู‡َุฐَุง ุงู„ุชَّุตَูˆْุฑِ ุงู„ْูˆَุงู‚ِุนِ ูِูŠ ู†ُูُูˆุณِู‡ِู…ْ ุนَู†ْ ุดَุฎْุตِูŠَّุฉٍ ุฏَู„ِูƒَ ุงู„ุฑَّุณُูˆู„ِ ุงู„ْุนَุธِูŠู…ِ ู…ُุณْุชَุดْุนِุฑِูŠู†َ ุฌَู„َุงู„َ ุงู„ْู…َูˆْู‚ِูِ ูˆَุนَุธَู…َุฉَ ุงู„ْู…َู‚َุงู…ِู‡ ูˆَู‡ُูˆَ ุฃَู…ْุฑُ ุนَุงุฏِูŠٌّ ูƒَู…َุง ุชَู‚َุฏَّู…َ ูˆَูŠَูƒَูˆู†ُ ุงุณْุชِุญْุถَุงุฑُ ุงู„ุฐَّุงูƒِุฑِ ุฐَู„ِูƒَ ู…ُูˆุฌِุจًุง ู„ِุฒِูŠَุงุฏَุฉِ ุชَุนْุธِูŠู…ِู‡ِ

"Orang-orang berdiri sebagai bentuk penghormatan dan seolah-olah merasakan kehadiran Rasul dalam hati. Merasakan kemuliaan dan keagungan kedudukan beliau. Hal tersebut merupakan perkara yang wajar. Kehadiran gambaran itu dalam hati orang yang berdzikir juga menjadi sebab bertambahnya pengagungan kepada beliau”

DALIL DAN HUKUM BERDIRI SAAT PEMBACAAN MAULID

Menurut Sayyid Muhammad Alawi al-Maliki berdiri saat pembacaan maulid tidak ada landasan hukum, sehingga tidak memiliki hukum sunah ataupun wajib. Berdiri saat pembacaan maulid merupakan luapan kebahagiaan semata. Ketika perasaan bahagia datang ekspresi kebahagiaan tentu bermacam-macam.

Demikian pula kala pembacaan maulid, dalam Maulid al-Barzanji semisal, kita seolah-olah mengulang saat-saat Nabi Muhammad saw. lahir ke dunia, betapa bahagianya hati melihat, mendengar atau membaca kabar kelahiran manusia yang paling mulia. Spontan seluruh tubuh ikut berdiri, bahagia menyambut kelahiran beliau.

ุฃَู†َّ ุงู„ْู‚ِูŠَุงู…َ ูِูŠ ุงู„ْู…َูˆْู„ِุฏِ ุงู„ู†َّุจَูˆِูŠِّ ู„َูŠْุณَ ู‡ُูˆَ ุจِูˆَุงุฌِุจٍ ูˆَู„َุง ุณُู†َّุฉٍ، ูˆَู„َุง ูŠَุตِุญُ ุงุนْุชِู‚َุงุฏُ ุฐَู„ِูƒَ ุฃَุจَุฏًุง.

ูˆَุฅِู†َู…َุง ู‡ُูˆَ ุญَุฑَูƒَุฉٌ ูŠُุนَุจِّุฑُ ุจِู‡َุง ุงู„ู†َّุงุณ ุนَู†ْ ูَุฑَุญِู‡ِู…ْ ูˆَุณُุฑُูˆุฑِู‡ِู…ْ ูَุฅِุฐَุง ุฐَูƒِุฑَ ุฃَู†َّู‡ُ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„ู‡ُ

ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ ูˆُู„ِุฏَ ูˆَุฎَุฑَุฌَ ุฅِู„َู‰ ุงู„ุฏُّู†ْูŠَุงุกِ ูŠَุชَุตَูˆَّุฑُ ุงู„ุณَّุงู…ِุนُ ูِูŠ ุชِู„ْูƒَ ุงู„ู„َّุญْุทَุฉِ ุฃَู†َّ ุงู„ْูƒَูˆْู†َ ูƒَู„َّู‡ُ

ูŠَู‡ْุชَุฒُ ูَุฑَุญًุง ูˆَุณُุฑُูˆุฑًุง ุจِู‡َุฐِู‡ِ ุงู„ู†ِّุนْู…َุฉِ ูَูŠَู‚ُูˆู…ُ ู…ُุธْู‡ِุฑًุง ู„ِุฐَู„ِูƒَ ุงู„ْูَุฑَุญِ ูˆَุงู„ุณُّุฑُูˆุฑِ, ู…ُุนَุจِّุฑًุง

ุนَู†ْู‡ُ ูَู‡ِูŠَ ู…َุณْุฃَู„َุฉٌ ุนَุงุฏِูŠّุฉٌ ู…َุญْุถَุฉٌ ู„َุง ุฏِูŠู†ِูŠَّุฉَ ุฅِู†َّู‡َุง ู„َูŠْุณَุชْ ุนِุจَุงุฏَุฉً ูˆَู„َุง ุดَุฑِูŠุนَุฉً ูˆَู„َุง ุณُู†َّุฉً ูˆَู…َุง

ู‡ِูŠَ ุฅِู„َّุง ุฃู†ْ ุฌَุฑَุชْ ุนَุงุฏَุฉُ ุงู„ู†َّุงุณِ ุจِู‡َุง

"Sesungguhnya berdiri dalam acara Maulid Nabi tidak wajib dan sunah. Meyakininya sebagai bentuk kesunahan dan kewajiban tidaklah benar.

la hanya gerakan untuk mengungkapkan perasaan bahagia. Maka, ketika disebutkan kelahiran Nabi ke alam dunia, orang yang mendengarnya membayangkan seakan-akan seluruh alam semesta bergembira dan bersuka cita atas nikmat yang besar tersebut. Maka ia pun berdiri menunjukkan kegembiraan dan kebahagiaannya.

Jadi, hal itu hanyalah persoalan kebiasaan biasa, bukan persoalan agama. Berdiri tersebut bukan ibadah, bukan syariat, dan bukan pula sunah. Hal itu tidak lain karena telah menjadi kebiasaan yang dilakukan oleh masyarakat."

ANGGAPAN BAIK OLEH PARA ULAMA

Meskipun tidak ada landasan dari Al-Qur'an dan hadis, berdiri saat pembacaan maulid memiliki nilai positif. Hal ini dipertegas langsung oleh salah satu pengarang maulid terkenal Sayyid Ja'far bin Hasan bin Abdul Karim al-Barzanji al-Husaini dalam maulidnya:

ูˆَู‚َุฏِ ุงุณْุชَุญْุณَู†َ ุงู„ْู‚ِูŠَุงู…َ ุนِู†ْุฏَ ุฐِูƒْุฑِ ู…َูˆْู„ِุฏِู‡ِ ุงู„ุดَّุฑِูŠูِ ุฃَูŠِุชَّุฉً ุฏَูˆُูˆ ุฑِูˆَุงูŠَุฉٍ ูˆَุฑَูˆِูŠَّุฉٍ ูَุทَูˆูَ ู„ِู…َู†ْ ูƒَุงู†َ ุชَุนْุธِูŠู…ُู‡ُ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ ุบَุงูŠَุฉَ ู…َุฑَุงู…ِู‡ِ ูˆَู…َุฒْู…َุงู‡َ

"Dan para imam yang memiliki ilmu dan pemikiran mendalam menganggap baik berdiri ketika disebutkan kelahiran Nabi yang mulia. Maka beruntunglah orang yang menjadikanpengagungan kepada Nabi sebagai tujuan dan cita-citanya."

Demikian pula disampaikan oleh Sayyid Muhammad Alawi al-Maliki:

ุฃَู†َّู‡ُ ุฌَุฑَู‰ ุนَู„َูŠْู‡ِ ุงู„ْุนَู…َู„ُ ูِูŠ ุณَุงุฆِุฑِ ุงู„ْุฃَู‚ْุทَุงุฑِ ูˆَุงู„ْุฃَู…ْุตَุงุฑِ ูˆَุงุณْุชَุญْุณَู†َู‡ُ ุงู„ْุนُู„َู…َุงุกُ ุดَุฑْู‚ًุง ูˆَุบَุฑْุจًุง ูˆَุงู„ْู‚َุตْุฏُ ุจِู‡ِ ุชَุนْุธِูŠู…ُ ุตَุงุญِุจِ ุงู„ْู…َูˆْู„ِุฏِ ุงู„ุดَّุฑِูŠูِ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ ูˆَู…َุง ุงุณْุชَุญْุณَู†َู‡ُ ุงู„ْู…ُุณْู„ِู…ُูˆู†َ ูَู‡ُูˆَ ุนِู†ْุฏَ ุงู„ู„َّู‡ِ ุญَุณَู†ُ ูˆَู…َุง ุงุณْุชَู‚ْุจَุญُูˆู‡ُ ูَู‡ُูˆَ ุนِู†ْุฏَ ุงู„ู„َّู‡ِ ู‚َุจِูŠุญُ ูƒู…َุง ุชَู‚َุฏَّู…َ ูِูŠ ุงู„ุญَุฏِูŠุซِ ุนَู†ِ ุงุจْู†ِ ู…َุณْุนُูˆุฏِ

"Tradisi tersebut sudah biasa dijalankan di berbagai negeri dan dinilai baik oleh para ulama timur maupun barat. Tujuan utamanya adalah untuk menghormati Nabi Muhammad saw. Prinsip dasarnya merujuk pada hadis yang diriwayatkan Ibnu Mas'ud: apa yang dianggap baik oleh umat Islam, maka baik pula di sisi Allah."

KESIMPULAN

Anggapan bahwa Rasulullah saw. hadir secara fisik saat pembacaan maulid adalah pemahaman yang keliru dan dapat merendahkan derajat beliau.

Namun, sudah seharusnya bagi setiap muslim untuk selalu menghadirkan sosok beliau dalam pikiran dan hati, merasa selalu diawasi oleh beliau supaya dapat mengikuti ajaran-ajaran beliau dengan sempurna. Berdiri saat maulid memang tidak ada dalil dari

al-Qur'an dan hadis, melainkan murni ekspresi kebahagiaan dan penghormatan yang wajar bagi orang yang memiliki mahabbah tinggi kepada Rasulllah saw.

Sumber: Al-Maliki al-Hasani al-Makki, Sayyid Muhammad bin 'Alawi bin 'Abbas. Haul al-Ihtifal bi Zikra Maulid al-Nabi asy-Syarif. Beirut: Al-Maktabah al-Asriyyah, 1431 H.

#PondokLirboyo #SantriLirboyo #Ngaji #Maulid #RabiulAwal

Sumber FB : Pondok Lirbiyo

© Terima kasih telah membaca Kajian Islam Ahlussunnah wal Jama’ah dengan judul "Apakah Rasulullah Hadir Saat Maulid? Penjelasan Sayyid Alawi al-Maliki". Semoga Allah ๏ทป senantiasa menganugerahkan ilmu yang bermanfaat, taufiq, dan hidayah kepada kita semua. Aamiin.
#maulid #rasulullah
Lebih lamaTerbaru