
KETIKA RUMAH DIBACAKAN MAULID NABI ﷺ
Orang Madura pada khususnya, sangat senang menyambut dan merayakan Maulid Nabi ﷺ setiap bulan Rabi'ul Awal, sehingga dilakukan secara bergantian dari rumah ke rumah.
Karena rumah yang dibacakan Maulid Nabi ﷺ akan mendapatkan keberkahan dan kedamaian bagi para penghuninya.
Sulthanul Arifin Jaluddin as-Suyuthi berkata dalam kitabnya - al-Wasail fi Syarhil Masail -
ما من بيت أو مسجد أو محلة قرئ فيه مولد النبي - صلى الله عليه وسلم - إلا حفت الملائكة بأهل ذلك المكان وعمهم الله بالرحمة والمطوقون بالنور - يعني جبريل وميكائل وإسرافيل وقربائيل وعينائيل والصافون والحافون والكروبيون - فإنهم يصلون على ما كان سببا لقراءة مولد النبي - صلى الله عليه وسلم -
قال : وما من مسلم قرئ في بيته مولد النبي - صلى الله عليه وسلم - إلا رفع الله تعالى القحط والوباء والحرق والآفات والبليات والنكبات والبغض والحسد وعين السوء واللصوص عن أهل ذلك البيت، فإذا مات هون الله تعالى عليه جواب منكر ونكير، وكان في مقعد صدق عند مليك مقتدر.
"Tiada dari suatu rumah atau masjid atau perkampungan yang dibacakan Maulid Nabi ﷺ kecuali para malaikat mengelilingi rumah, masjid dan kampung tersebut, para Malaikat memintakan ampunan dosa terhadap semua penghuni tempat itu, Allah Subhanahu wa Ta'ala membagi rata mereka dengan rahmat dan keridhaan-Nya. Adapun Malaikat yang dipenuhi dengan cahaya adalah Malaikat Jibril As, Mikail As, Israfil As dan ‘Izrail As memintakan ampunan dosa terhadap orang-orang yang menjadi penyebab pembacaan Maulid Nabi ﷺ"
Beliau juga berkata, "Tidak dari seorang muslim yang membacakan rumahnya dengan Maulid Nabi ﷺ kecuali Allah mengangkat paceklik, wabah, kebakaran, karam, penyakit, bala, murka, dengki, mata yang jahat dan pencuri dari ahli rumah tersebut. Jika orang tersebut meninggal dunia niscaya Allah Subhanahu wa Ta'ala memudahkan baginya menjawab pertanyaan malaikat Munkar dan Nakir, dan ia berada di tempat yang disenangi di sisi Tuhan yang maha kuasa."
Yuk, terus semarakkan Maulid Nabi ﷺ di rumah-rumah, masjid dan tempat-tempat mulia lainnya. Dengan tetap berakhlaqul karimah, dan niat yang benar untuk mengagungkan kelahiran nabi ﷺ dan atas dasar cinta kepadanya.
Jangan hiraukan orang yang tidak suka dengan Maulid Nabi ﷺ. Karena orang yang tidak suka, ibaratkan orang sedang sakit yang disuguhi makanan sate, rawon dan makanan enak lainnya. Dia tetap tidak suka.
Itu bukan berarti makanannya yang tidak enak, tapi seleranya yang rusak. Demikian juga orang yang tidak suka dengan Maulid Nabi ﷺ, bukan maulidnya yang tidak baik, tapi hati dan jiwa orangnya yang kering dari rasa cinta kepada nabi ﷺ.
Oleh : Shofiyullah el_Adnany
Referensi : Al-Allamah al-Fadlil as-Shalih al-Kamil as-Sayid Abi Bakrin al-Masyhur bis-Sayid al-Bakri Ibni al-Arif Billah as-Sayid Muhammad Syatha ad-Dimyati| I'anatut Thalibin| Juz 3, Hal 365.
Sumber FB : Shofiyullah El-Adnany