Jumlah Nabi dan Rasul: Berapa Banyak & Siapa Ulul Azmi?

Jumlah Nabi dan Rasul: Berapa Banyak & Siapa Ulul Azmi?

๐—๐—จ๐— ๐—Ÿ๐—”๐—› ๐——๐—”๐—ก ๐—ฆ๐—ง๐—ฅ๐—”๐—ง๐—” ๐—ฃ๐—”๐—ฅ๐—” ๐—ก๐—”๐—•๐—œ

Izin bertanya kiyai tentang jumlah para Nabi dan rasul serta kedudukan sebagian mereka yang sering disebut Ulul Azmi.

๐—๐—ฎ๐˜„๐—ฎ๐—ฏ๐—ฎ๐—ป

Oleh : KH. Ahmad Syahrin Thoriq 

Allah ta’ala telah mengutus para nabi dan rasul kepada umat manusia di berbagai zaman dan tempat sebagai bentuk rahmat kasih sayangnya, guna membimbing manusia keluar dari gelapnya kesesatan menuju terangnya hidayah. Jumlah mereka tidak diketahui secara pasti, namun yang jelas sangatlah banyak. Sebagaimana ini tersirat dalam firman-Nya:

ูˆَู„ِูƒُู„ِّ ุฃُู…َّุฉٍ ุฑَุณُูˆู„ٌ

“Dan setiap umat mempunyai seorang rasul.” (QS. Yunus: 47)

 Meski tidak sampai derajat yang bisa menjadi hujjah, karena diperbedapendapatkan keshahihannya, dalam beberapa riwayat disebutkan angkanya, semisal disebut bahwa para nabi jumlahnya mencapai sekitar 124.000 orang. Seperti yang disebutkan dalam hadits riwayat Abu Dzar:

ูŠَุง ุฑَุณُูˆู„َ ุงู„ู„َّู‡ِ ูƒَู…ِ ุงู„ْุฃَู†ْุจِูŠَุงุกُ؟  ู‚َุงู„َ:ู…ِุงุฆَุฉُ ุฃَู„ْูٍ ูˆَุนِุดْุฑُูˆู†َ ุฃَู„ْูً

“Aku berkata: Wahai Rasulullah, berapa jumlah para nabi?’ Beliau menjawab: ‘124.000.” (HR. Ibnu Hibban)[1]

Juga riwayat Abu Umamah menyebut jumlah yang sama yang dipandang oleh sebagian ulama sebagai penguat riwayat dari Abu Dzar.[2] Sedangkan riwayat Anas bin Malik menyebut jumlah para nabi adalah 8.000 orang :

ุจَุนَุซَ ุงู„ู„َّู‡ُ ุซَู…َุงู†ِูŠَุฉَ ุขู„َุงูِ ู†َุจِูŠٍّ، ุฃَุฑْุจَุนَุฉَ ุขู„َุงูٍ ุฅِู„َู‰ ุจَู†ِูŠ ุฅِุณْุฑَุงุฆِูŠู„َ، ูˆَุฃَุฑْุจَุนَุฉَ ุขู„َุงูٍ ุฅِู„َู‰ ุณَุงุฆِุฑِ ุงู„ู†َّุงุณِ.

“Allah mengutus delapan ribu nabi: empat ribu kepada Bani Israil dan empat ribu kepada selain mereka.” (HR. Abu Ya’la)[3]

Ada juga riwayat yang menyebut angka 1000, yakni sebuah hadits:

ุฅِู†ِّู‰ ุฎَุงุชَู…ُ ุฃَู„ْูِ ู†َุจِูŠٍ، ุฃَูˆْ ุฃَูƒْุซَุฑُ، ู…َุง ุจُุนِุซَ ู†َุจِู‰ٌّ ูŠُุชَّุจَุนُ، ุฅِู„ุงَّ ู‚َุฏْ ุญَุฐَّุฑَ ุฃُู…َّุชَู‡ُ ุงู„ุฏَّุฌَّุงู„َ.

“Sesungguhnya aku adalah penutup dari seribu nabi atau lebih. Tidaklah diutus seorang nabi yang diikuti, melainkan ia telah memperingatkan umatnya dari Dajjal...” (HR. Ahmad)[4]

Dari sekian banyak jumlah nabi tersebut, terdapat kelompok yang lebih khusus yaitu para rasul. Rasul adalah nabi yang diberi wahyu sekaligus diperintahkan untuk menyampaikan risalah kepada kaumnya. Jumlah mereka juga tidak diketahui secara pasti, sebagian riwayat menyebut 313,[5] ada yang menyebut jumlah 315[6] ada juga yang menyebut angka 300 an, sebagaimana riwayat Abu Dzar yang lain:

ูŠَุง ุฑَุณُูˆู„َ ุงู„ู„َّู‡ِ، ูƒَู…ِ ุงู„ْู…ُุฑْุณَู„ُูˆู†َ؟ ู‚َุงู„َ: ุซَู„َุงุซُ ู…ِุฆَุฉٍ ูˆَุจِุถْุนَุฉَ ุนَุดَุฑَ ุฌَู…ًّุง ุบَูِูŠุฑًุง.

“Aku bertanya, Wahai Rasulullah, berapa jumlah para rasul?’ Beliau menjawab: ‘Tiga ratus belasan, jumlah yang banyak.” (HR. Ahmad)

Selanjutnya, di antara para Rasul tersebut, ada yang wajib diimani oleh setiap orang beriman yang nama-nama mereka disebutkan dalam al Qur’an, yaitu sebanyak 25 orang, yakni: Adam, Idris, Nuh, Hud, Shalih, Ibrahim, Luth, Ismail, Ishaq, Yaqub, Yusuf, Ayyub, Syu'aib, Musa, Harun, Dzulkifli, Dawud, Sulaiman, Ilyas, Ilyasa, Yunus, Zakariya, Yahya, Isa, Muhammad ‘alaihimusshalatu wassalam.

Lalu dari 25 nama yang berstatus sebagai nabi sekaligus rasul tersebut, terdapat rasul pilihan yang memiliki kedudukan paling tinggi karena memiliki keteguhan dan kesabaran luar biasa dalam menjalankan dakwah serta menghadapi berbagai ujian berat dari kaumnya, mereka ini disebut dengan Ulul ‘Azmi, Allah ta’ala berfirman:

ูَุงุตْุจِุฑْ ูƒَู…َุง ุตَุจَุฑَ ุฃُูˆู„ُูˆ ุงู„ْุนَุฒْู…ِ ู…ِู†َ ุงู„ุฑُّุณُู„ِ

“Maka bersabarlah engkau (wahai Muhammad) sebagaimana kesabaran para rasul Ulul ‘Azmi.” (QS. Al Ahqaf: 35)

Siapa saja dari Rasul yang masuk nominasi Ulul ‘Azmi ini? Para ulama berbeda pendapat. Ada yang menyatakan bahwa seluruh Rasul tersebut adalah Ulul Azmi[7], ada yang berpendapat semua Rasul kecuali nabi Yunus,[8] ada yang berpendapat jumlahnya 18 nabi, ada yang mengatakan enam orang nabi [9] dan berbagai pendapat lainnya.

Namun yang paling masyhur adalah yang menyebut jumlah mereka ada lima, yakni : Nuh, Ibrahim, Musa, Isa dan Muhammad ‘alaihumussalatu wassalam. Sebagaimana yang dinyatakan oleh sayidina Ibnu Abbas: 

ู‡ُู…ْ ู†ُูˆุญٌ، ูˆَุฅِุจْุฑَุงู‡ِูŠู…ُ، ูˆَู…ُูˆุณَู‰، ูˆَุนِูŠุณَู‰؛ ุฃَุตْุญَุงุจُ ุงู„ุดَّุฑَุงุฆِุนِ، ูَู‡ُู…ْ ู…َุนَ ู…ُุญَู…َّุฏٍ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ ุฎَู…ْุณَุฉٌ.

“Mereka adalah Nuh, Ibrahim, Musa, dan Isa—para pembawa syariat—dan bersama Muhammad ๏ทบ menjadi lima.”[10]

Dan puncak dari seluruh tingkatan tersebut adalah Muhammad ๏ทบ, yang merupakan penutup para nabi dan rasul serta pemimpin mereka. Beliau diutus untuk seluruh umat manusia dengan membawa syariat yang paling sempurna dan berlaku hingga hari kiamat, Allah ta’ala berfirman:

ู…َุง ูƒَุงู†َ ู…ُุญَู…َّุฏٌ ุฃَุจَุง ุฃَุญَุฏٍ ู…ِّู† ุฑِّุฌَุงู„ِูƒُู…ْ ูˆَู„َٰูƒِู† ุฑَّุณُูˆู„َ ุงู„ู„َّู‡ِ ูˆَุฎَุงุชَู…َ ุงู„ู†َّุจِูŠِّูŠู†َ

“Muhammad itu bukanlah bapak dari salah seorang laki-laki di antara kalian, tetapi dia adalah Rasul Allah dan penutup para nabi.” (QS. Al Ahzab: 40)

Al imam Ibnu Katsir rahimahullah berkata: 

ูˆู„ุง ุฎู„ุงู ุฃู† ู…ุญู…ุฏุง ๏ทบ ุซู… ุจุนุฏู‡ ุฅุจุฑุงู‡ูŠู…، ุซู… ู…ูˆุณู‰ ุนู„ู‰ ุงู„ู…ุดู‡ูˆุฑ

“Tidak ada perbedaan pendapat bahwa Muhammad ๏ทบ adalah yang paling utama di antara mereka. Kemudian setelah beliau adalah Ibrahim, kemudian Musa menurut pendapat yang masyhur.”[11]

Wallahu a'lam.

________________________________________

[1] Al imam Ibnu Katsir rahimahullah berkata dalam tafsir Ibnu Katsir (2/470) ketika menjelaskan hadits ini : “Hadits ini diriwayatkan panjang oleh al Hafizh Abu Hatim Ibnu Hibban al Busti dalam kitabnya ‘al Anwa‘ wat Taqasim’, dan ia menilainya shahih. Namun hal itu diselisihi oleh Abu al Faraj Ibnu al Jauzi, yang menyebutkan hadits ini dalam kitab ‘al Maudhu‘at’ dan menuduh Ibrahim bin Hisyam sebagai penyebabnya. Tidak diragukan bahwa para ulama jarh wa ta‘dil telah mengkritiknya karena hadits ini.”

[2] Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim dalam Tafsirnya dengan nomor hadits 963.

[3] Al imam Haitsami dalam Majma‘ az Zawaid (8/210) berkata: “Diriwayatkan oleh Abu Ya‘la, dan di dalamnya terdapat Musa bin ‘Ubaidah ar Rabdzi, dan ia sangat lemah.”

[4] Hadits ini juga diriwayatkan melalui jalur Jabir bin Abdullah oleh al Bazzar dalam Musnadnya (3380). Al imam Haitsami dalam Majma‘ az Zawaid (7/346) berkata: “Diriwayatkan oleh Ahmad, dan di dalamnya terdapat Mujalid bin Sa‘id. An Nasa’i menilainya tsiqah dalam satu riwayat, dan dalam riwayat lain ia berkata: tidak kuat. Dan banyak ulama melemahkannya.”

[5] Sebagaimana jumlah ini adalah sambungan riwayat dari Abu Dzar di atas.

[6] Sebagaimana jumlah ini adalah sambungan riwayat dari Abu Umamah di atas, juga disebutkan 315 dalam Musnad imam Ahmad(35/438)

[7] Berkata al Baghawi dalam tafsirnya (7/271) :“Para ulama berbeda pendapat tentang mereka. Ibnu Zaid berkata: seluruh rasul adalah Ulul ‘Azmi; tidaklah Allah mengutus seorang nabi melainkan ia memiliki keteguhan, ketegasan, pendapat yang matang, dan kesempurnaan akal.”

[8] Tafsir Ibnu Jauzi (4/114)

[9] Ibid

[10] Tafsir al Baghawi (4/207), al Nahlah hlm. 37

[11] Tafsir Ibnu Katsir (5/88) 

Sumber FB Ustadz : Ahmad Syahrin Thoriq

© Terima kasih telah membaca Kajian Islam Ahlussunnah wal Jama’ah dengan judul "Jumlah Nabi dan Rasul: Berapa Banyak & Siapa Ulul Azmi?". Semoga Allah ๏ทป senantiasa menganugerahkan ilmu yang bermanfaat, taufiq, dan hidayah kepada kita semua. Aamiin.