
𝗭𝗔𝗠𝗔𝗡 𝗟𝗔𝗛𝗜𝗥𝗡𝗬𝗔 𝗣𝗔𝗥𝗔 "𝗣𝗘𝗡𝗗𝗘𝗞𝗔𝗥" 𝗗𝗨𝗡𝗜𝗔 𝗠𝗔𝗬𝗔
Oleh : Ahmad Syahrin Thoriq
Sebuah fenomena baru hari ini di mana tumbuh dengan subur para pendekar atau jagoan ilmu agama di jagad rimba dunia maya yang sangat susah dicari bandingannya di sepanjang sejarah umat manusia.
Kesaktian mereka ini bukan main hebatnya. Sangat cerdas, tangkas dan begitu cekatan dalam melontarkan ide dan gagasan. Lihat saja, kalau dulu seseorang harus berguru bertahun-tahun dan siap melahap ribuan kitab untuk bisa berfatwa, lah mereka?
Tak perlu lah itu kitab-kitaban apa lagi capek-capek pergi menuntut ilmu kepada ulama. Belajar itu sekarang sudah smart, cukup skrol tiktok dan facebook, pelototin Youtube, kalau bingung tanya ke kiyai google atau abah Chatgpt, selesai.
Ngapain coba sampai harus membaca kitab berjilid-jilid ? Kayak orang yang kurang kerjaan aja!
Sangking hebatnya, bila ada video empat menit cukup disimak satu menit saja, kalau ada buku, itu juga cukup hanya dengan membaca judulnya atau paling banter lirik daftar isinya saja.Trada ! Lahirlah para pendekar-pendekar pilih tanding yang bisa berbicara bab pengetahuan apapun !
Sangking jagonya, bukan hanya yang awam, sealim apapun seseorang jika dianggap dia lawan dari pemikiran yang diikutinya akan ia terjang habis-habisan. Disikat dan akan dibabat habis tanpa ampun.
𝙎𝙞𝙖𝙥𝙖𝙠𝙖𝙝 𝙥𝙖𝙧𝙖 𝙟𝙖𝙜𝙤𝙖𝙣 𝙡𝙪𝙖𝙧 𝙗𝙞𝙖𝙨𝙖 𝙞𝙣𝙞 𝙨𝙚𝙗𝙚𝙣𝙖𝙧𝙣𝙮𝙖?
Mereka ini secara umum terbagi menjadi dua kubu atau istilahnya dua aliran dalam dunia persilatan. Yang di sebelah sini aliran tinju utara dan yang di seberang sana arus tinju selatan.
Yang sini, bila ada yang sudah fasih memekikkan kata "bid'ah" dia sudah seperti telah menjelma menjadi muslim yang paling kokoh dalam berpegang teguh kepada sunnah dan jalan salafusshalih.
Dan yang di sebelah sana juga sebaliknya, kalau sudah bisa teriak "wahabi" langsung merasa dirinya selevel ulama-ulama yang telah melahap ribuan kitab dan telah keliling bumi dalam mengumpulkan ilmu agama.
Wahai para tuan guru, mohon kendalikan murid-muridmu. Karena kami nyaris tak bisa berbuat apa-apa melihat "adu kesaktian" di antara mereka itu.
Karena yang pihak sini tak akan mau mendengar kecuali dari ustadznya, dan yang pihak sana tak akan sudi patuh kecuali kepada kiyainya. Sedangkan kami bukanlah siapa-siapa dalam pandangan mereka ini...
Sumber FB Ustadz : Ahmad Syahrin Thoriq