Hukum Wudhu dengan Air Mineral dalam Tinjauan Fikih

Wudhu Dengan Air Mineral

Wudhu Dengan Air Mineral

Di berbagai kitab fikih, ada pembahasan yang isinya mengharamkan penggunaan air Musabbal untuk minum. Terjemah air Musabbal adalah air yang disediakan untuk minum. Lalu dari sini banyak yang salah paham menyangka wudhu dengan air mineral itu haram sebab air mineral itu air minum.

Yang benar, air musabbal itu maksudnya air yang disediakan pemiliknya untuk minum, bukan air yang dilabeli sebagai

air minum. Misalnya, dulu ada tradisi orang yang meletakkan gentong air di depan rumahnya untuk minum orang lewat, air itu dilarang dipakai wudhu. Demikian juga orang yang menyediakan air di teko untuk minum keluarganya, itu juga dilarang dipakai wudhu.

Adapun bila orang membeli air mineral memang untuk dipakai wudhu, maka itu namanya air yang disediakan untuk wudhu, bukan air untuk minum lagi meski labelnya air mineral. Bahkan, ada contoh ekstrem di kitab fikih, bila orang mengambil air zamzam untuk berwudhu atau mandi junub, maka tidak masalah, bahkan tidak makruh, meskipun kita semua tahu lumrahnya zamzam untuk minum.

Jadi, berwudhu memakai air mineral hukumnya boleh sama seperti air pada umumnya, kecuali kalau itu memang dibeli khusus untuk minum oleh orang lain. 

____

Ada yang bilang air minum (air mineral) adalah muhtaram (terhormat) sehingga tidak boleh digunakan berwudhu. Itu salah. Air minum tidak muhtaram sebab kalau muhtaram justru takkan boleh dikonsumsi.

Bersuci dengan air zamzam saja nggak masalah kok. Imam Nawawi menulis

مسألة: لا تكره الطهارة بماء زمزم عندنا، وبه قال العلماء كافةً إِلا أحمد في رواية

"Masalah: Tidak makruh bersuci dengan air zamzam. Ini adalah pendapat semua ulama kecuali Ahmad dalam salah satu riwayat". (Fatawa al-Nawawi, I, 16)

Sumber FB Ustadz : Abdul Wahab Ahmad

© Terima kasih telah membaca Kajian Islam Ahlussunnah wal Jama’ah dengan judul "Hukum Wudhu dengan Air Mineral dalam Tinjauan Fikih". Semoga Allah ﷻ senantiasa menganugerahkan ilmu yang bermanfaat, taufiq, dan hidayah kepada kita semua. Aamiin.

Kajian Favorit