
Berdoa Dengan 'Jaminan Amal Ibadah'
Disebut juga dengan Wasilah/ perantara amal ibadah. Yakni meminta kepada Allah dengan menyebut amal ibadah yang sudah dilakukan. Model doa Tawasul semacam ini termasuk yang disepakati boleh, baik Aswaja atau yang lain. Karena memiliki dalil yang disepakati.
1. Dalil Qur'an
رَّبَّنَا إِنَّنَا سَمِعْنَا مُنَادِيًا يُنَادِي لِلْإِيمَانِ أَنْ آمِنُوا بِرَبِّكُمْ فَآمَنَّا ۚ رَبَّنَا فَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَكَفِّرْ عَنَّا سَيِّئَاتِنَا وَتَوَفَّنَا مَعَ الْأَبْرَارِ
"Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami mendengar (seruan) yang menyeru kepada iman, (yaitu): "Berimanlah kamu kepada Tuhanmu", maka kamipun beriman. Ya Tuhan kami, ampunilah bagi kami dosa-dosa kami dan hapuskanlah dari kami kesalahan-kesalahan kami, dan wafatkanlah kami beserta orang-orang yang banyak berbakti." [Al Imran: 193]
Di ayat ini meminta ampunan kepada Allah setelah diperintah untuk beriman dan kita sudah beriman kepada Allah.
2. Dalil Hadis
Dalam riwayat Imam Bukhari dijelaskan bahwa ada 3 orang yang terjebak di gua yang tertutup dengan batu. Orang pertama berdoa karena telah berbakti kepada orang tuanya dan jika amal itu diterima di sisi Allah, meminta agar Allah menyelamatkan mereka dari dalam gua. Orang kedua pernah berkesempatan berdua dengan wanita namun ia menghindari perbuatan terlarang karena takut pada Allah. Dari amal ini ia meminta agar diselamatkan dari gua. Orang ketiga pernah menyimpan gaji seseorang yang belum diambil sampai lama. Setelah berjumpa dengan mantan pekerjanya yang gajinya terus berbuah, namun ia berikan semuanya tanpa dikurangi. Dari amal saleh ini juga ia berdoa dengan doa yang sama. Singkat cerita mereka bertiga selamat dan berhasil keluar dari gua.
Saya pernah mempraktikkan doa ini. Dan Alhamdulillah, Allah mengabulkan. Tapi saran saya jangan diminta semua saat di dunia. Sebab dalam Syarah Al-Hikam dijelaskan ada penyesalan mengapa tidak dikabulkan di akhirat saja.
• Foto hanya pemanis tanpa formalin (bahan pengawet)
Sumber FB Ustadz : Ma'ruf Khozin