Benarkah Tuhannya Orang Salafi Berbeda?

BENARKAH TUHANNYA ORANG SALAFI BERBEDA .. . ?

BENARKAH TUHANNYA ORANG SALAFI BERBEDA .. . ?

Kita sebut nama tuhan yang sama :

ALLAH. Tapi jujur banyak kemungkinan. Saya sempat merenung meski kita sebut nama Tuhan yang sama boleh jadi kita berbeda:  jangan-jangan bukan Tuhan itu yang kita maksud .. lantas Tuhan yang mana ? 

*^^^^*

Tuhan punya mata seperti mataku. Punya tangan seperti tanganku. Punya pendengaran seperti pendengaranku. Tuhan turun dari mimbar seperti aku turun kata Washil bin Atho’ penggagas Washiliah atau Qadariah yang banyak dianut salafi. 

Trilogi Wahabi : Rubbubiyah Ubudiyah dan Uluhiyah jelas berbeda dan berlawanan dengan sifat 20 yang digagas Abu Hasan Al Asy’ary yang populair disebut Asy Ariyah perintis Aswaja di masa salaf.

Saya tidak tau apa ada kaitan trilogi wahabi: rubbubiyah, uluhiyah dan ubudiyah dengan konsep trinitas yang dipahami penganut Kresten dengan bentuk berbeda. Bukan tiga tuhan tapi tiga pribadi atau tiga sifat dalam satu tuhan. Bapak putra dan roh kudus adalah tiga pribadi bukan tiga tuhan yang disalah pahami. 

Para ulama berdebat panjang tentang Tuhan— Tuhan duduk bertahta bersemayam di Arsy. Tuhan duduk saat menerima Nabi saw memberi perintah shalat dalam perstiwa mi’radz. Washiliah juga berpendapat bahwa Tuhan sekarang nganggur karena semua dikerjakan makhkuk.

Mujassimah lebih ekstrim lagi bahwa Tuhan dipahami sebagai benda atau jissim yang memiliki dimensi dan warna sebab itu butuh ruang dan waktu.  Mencerna ayat dan hadits secara literar. 

*^^^*

Sebagian besar manusia mensifatkan Tuhan dalam bentuk rigit: tuhan dilukis seperti patung ganesha atau shiwa atau wishnu atau brahman, atau sosok Guru bermata empat, bertangan empat berkaki empat kanan semua. 

Sebagian berkata bahwa Tuhan bisa mewujudkan diri Nya menjadi manusia dengan bentuk utuh. Bisa di ikat dan dibunuh di tiang salib. Tuhan bisa menangis lapar bahkan bersedih. 

Julus istiwa juga bisa bermakna duduk menetap di arasy atau berpindah pindah - sampai ada sebuah stigma bahwa Tuhan itu di atas sambil menunjuk ke atas padahal atas juga relatif: atas bagi yang tinggal di kutub utara dan atas bagi yang tinggal di kutub selatan jelas berlawan arah termasuk kita orang indonesia yang tinggal di bumi bagian tengah juga berbeda. Kemudian ada yang bilang Tuhan ada di mana-mana atau nomaden.

^*****^

Saya membatasi dan menahan diri dari membahas sifat dan dzat Tuhan meski dengan rumpun dalil. Karena takut terpeleset dan keliru. Sama sekali tidak bermaksud menilai apalagi memvalidasi mana yang paling benar. 

Mensifati Tuhan adalah hal mudah meski rumit: Sifat Tuhan tidak sama dengan makhluk, yang secara teologis dikenal dengan prinsip Mukhalafatul Lilhawaditsi. 

Allah berbeda dengan makhluk ciptaan-Nya. Tuhan Maha Sempurna, qadim tidak berpermulaan, dan tidak terikat ruang-waktu, berbeda dengan makhluk bersifat terbatas, baru, dan fana. Laisa kamislihi syaiun -

@nurbaniyusuf

Komunitas Padhang Makhsyar 

Sumber FB Ustadz Nurbani Yusuf

© Terima kasih telah membaca Kajian Islam Ahlussunnah wal Jama’ah dengan judul "Benarkah Tuhannya Orang Salafi Berbeda?". Semoga Allah ﷻ senantiasa menganugerahkan ilmu yang bermanfaat, taufiq, dan hidayah kepada kita semua. Aamiin.

Kajian Favorit