Benarkah Bertabarruk di Kuburan Nabi SAW Menjerumuskan pada Kesyirikan?

Benarkah Bertabarruk di Kuburan Nabi SAW Menjerumuskan pada Kesyirikan?

Benarkah Bertabarruk mencium kuburan Nabi SAW dapat menjatuhkan seseorang ke dalam kesyirikan?

Di bawah ini, adalah cuplikan perkataan diantara murid terbaik Imam Ibnu Taimiyah yaitu Imam Syamsuddin Adz-dzahabi, atau yg lebih dikenal dengan nama Imam Adz-dzahabi.

Walaupun memiliki kedekatan dengan gurunya secara intelektual, namun dalam beberapa masalah, Imam Adz-dzahabi kerap kali tidak sependapat bahkan menyelisihi gurunya Imam Ibnu Taimiyah. Diantaranya dalam masalah “tabarruk” ngalap berkah di kuburan Nabi.

Diantara pandangan yg kontroversi dari Imam Ibnu Taimiyah adalah beliau melarang bertabarruk di kuburan Nabi atau orang shaleh, dengan alasan yg sebetulnya tidak pernah disebutkan oleh ulama sebelumnya, kekhawatiran yg tak mendasar yaitu “takut yg ngalap berkah terjatuh kepada kesyirikan”. Padahal faktanya, ada berapa orang yg sudah benar-benar syirik yaitu menyembah Nabi setelah bertabarruk kepada kuburan Nabi ?! 

Dari zaman beliau hingga detik ini belum ada kasus orang yg menyembah kuburan Nabi.

Atas dasar alasan itulah murid nya Imam Adz-dzahabi membantah pandangan tsb yg terkesan terlalu “memaksa” dengan membantah hadits yg dijadikan hujjah oleh gurunya untuk melarang tabarruk kepada kuburan Nabi, kata beliau yaitu Imam Adz-dzahabi di dalam kitab nya “Siyar A’lamun Nubala” cetakan Ar-risalah jilid ke 4 hal 483-484 :

Kata beliau “Hadits tersebut yaitu larangan tabarruk di kuburan Nabi, status nya Mursal (hadits lemah/dhaif)”

Lanjut kata beliau: “Jika ada yg menziarahi kuburan Nabi, dan tidak beradab seperti sujud di kuburan Nabi, atau melakukan hal-hal yg tidak disyariatkan, maka orang ini, orang yg telah melakukan kebaikan sekaligus kesalahan, maka diluruskan dengan lemah lembut sebab (bisa jadi perbuatan suul adab nya berupa sujud kepada kuburan Nabi) dimaafkan oleh Allah”

Di bagian akhir beliau mempertegas perbedaan baik sikap maupun pandangan dengan gurunya, kata beliau:

“Demi Allah jika ada seorang Muslim, histeris mencium dinding (kuburan Nabi), sembari menangis sejadi-jadinya, sikap tsb tidak lah datang kecuali karena orang itu sangat mencintai Allah dan Rasul Nya, dan cinta inilah yg menjadi pembeda antara penghuni syurga dan neraka …”

Dari sini bisa kita simpulkan, ternyata alasan Imam Ibnu Taimiyah  merupakan alasan yg tak mendasar dan terkesan berlebihan juga memaksa. Dan bertabarruk dengan kuburan Nabi termasuk perkara yg sangat dianjurkan, entah dengan mengusap-ngusap tembok kuburan Nabi atau dengan mencium nya.

Semoga bermanfaat 

Sumber FB Ustadz : Zulfikar Harun

© Terima kasih telah membaca Kajian Islam Ahlussunnah wal Jama’ah dengan judul "Benarkah Bertabarruk di Kuburan Nabi SAW Menjerumuskan pada Kesyirikan?". Semoga Allah ﷻ senantiasa menganugerahkan ilmu yang bermanfaat, taufiq, dan hidayah kepada kita semua. Aamiin.

Kajian Favorit