
Anjuran Syariat untuk Berkumpul dalam Dzikir dan Dalil-dalilnya
Telah datang perintah syariat untuk berdzikir kepada Allah Ta‘ala. Telah ditetapkan dalam kaidah bahwa perintah yang bersifat mutlak mencakup seluruh waktu, tempat, orang, dan keadaan. Maka perintah tersebut bersifat luas. Apabila Allah Subhanahu wa Ta‘ala mensyariatkan suatu perintah secara mutlak, dan perintah itu memungkinkan untuk dilakukan dengan lebih dari satu cara dan bentuk pelaksanaan, maka ia diambil sesuai dengan kemutlakan dan keluasan maknanya. Tidak sah membatasinya pada satu cara tertentu tanpa adanya dalil.
Telah datang dalil-dalil syar‘i dari Al-Qur’an dan Sunnah Nabi yang saling menguatkan dalam menganjurkan majelis-majelis dzikir dan berkumpul di dalamnya. Di antaranya adalah firman Allah Ta‘ala kepada Nabi-Nya yang mulia ๏ทบ:
“Dan bersabarlah engkau bersama orang-orang yang menyeru Tuhannya pada pagi dan petang hari dengan mengharap wajah-Nya.”
(QS. Al-Kahfi: 28)
Dan tidaklah samar bahwa pelaksanaan perintah untuk bersama orang-orang yang berdoa kepada Allah terwujud dengan ikut serta secara berjamaah dalam doa dan dzikir.
Dari Abu Hurairah dan Abu Sa‘id Al-Khudri ุฑุถู ุงููู ุนููู ุง, keduanya bersaksi bahwa Nabi ๏ทบ bersabda:
“Tidaklah suatu kaum duduk berdzikir kepada Allah ุนุฒ ูุฌู, melainkan para malaikat mengelilingi mereka, rahmat meliputi mereka, ketenangan turun kepada mereka, dan Allah menyebut mereka di hadapan makhluk yang ada di sisi-Nya.”
(Diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya)
Dari Abu Hurairah ุฑุถู ุงููู ุนูู, Rasulullah ๏ทบ bersabda:
“Sesungguhnya Allah memiliki para malaikat yang berkeliling di jalan-jalan mencari para ahli dzikir. ูุฅุฐุง mereka menemukan suatu kaum yang berdzikir kepada Allah, mereka saling menyeru: ‘Marilah menuju kebutuhan kalian.’ Lalu para malaikat mengelilingi mereka dengan sayap-sayap mereka hingga ke langit dunia…”
(Diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya)
Darul Ifta
Dalil-dalil Berkumpul untuk Dzikir dan Mengeraskannya
Rasulullah ๏ทบ bersabda:
“Allah berfirman: Aku sesuai dengan persangkaan hamba-Ku kepada-Ku, dan Aku bersamanya ketika ia mengingat-Ku. Jika ia mengingat-Ku dalam dirinya, Aku mengingatnya dalam diri-Ku. Jika ia mengingat-Ku dalam suatu majelis, Aku mengingatnya dalam majelis yang lebih baik darinya.”
Dan dzikir di dalam majelis tidak terjadi kecuali dengan suara keras.
Dari Jabir ุฑุถู ุงููู ุนูู, ia berkata:
“Nabi ๏ทบ keluar menemui kami lalu bersabda: ‘Wahai manusia, sesungguhnya Allah memiliki pasukan-pasukan dari malaikat yang singgah dan berhenti di majelis-majelis dzikir di bumi. Maka berbahagialah kalian di taman-taman surga.’
Mereka bertanya: ‘Di manakah taman-taman surga itu?’
Beliau menjawab: ‘Majelis-majelis dzikir. Maka pergilah pagi dan sore dalam dzikir kepada Allah.’”
Rasulullah ๏ทบ bersabda:
“Perbanyaklah dzikir kepada Allah sampai mereka mengatakan: dia gila.” ([1])
Rasulullah ๏ทบ juga bersabda:
“Perbanyaklah dzikir kepada Allah sampai orang-orang munafik mengatakan: sesungguhnya kalian adalah orang-orang yang riya.”
Sisi pendalilan dari dua hadits ini adalah bahwa ucapan semacam itu hanya muncul ketika dzikir dilakukan dengan suara keras, bukan secara pelan.
Rasulullah ๏ทบ bersabda:
“Jika kalian melewati taman-taman surga, maka singgahlah.”
Para sahabat bertanya: “Wahai Rasulullah, apakah taman-taman surga itu?”
Beliau menjawab: “Halaqah-halaqah (lingkaran-lingkaran) dzikir.”
Dari Abu ‘Ubaid, ia berkata:
“Sesungguhnya jika seorang mukmin meninggal dunia, maka bumi berseru: ‘Hamba Allah yang mukmin telah meninggal.’ Maka bumi dan langit menangisinya. Lalu Ar-Rahman berfirman: ‘Mengapa kalian menangisi hamba-Ku?’ Mereka menjawab: ‘Wahai Tuhan kami, tidaklah ia berjalan di suatu tempat pun melainkan ia selalu berdzikir kepada-Mu.’”
Sisi pendalilan darinya adalah bahwa didengarnya dzikir oleh bumi dan gunung-gunung tidak terjadi kecuali dengan suara keras. ([2])
Rasulullah ๏ทบ bersabda:
“Allah Ta‘ala berfirman: Wahai hamba-Ku, jika engkau mengingat-Ku dalam kesendirian, Aku mengingatmu dalam kesendirian. Dan jika engkau mengingat-Ku dalam suatu majelis, Aku mengingatmu dalam majelis yang lebih baik dan lebih banyak.”
Ibnu Al-Adra‘ berkata:
“Aku berjalan bersama Nabi ๏ทบ pada suatu malam. Lalu beliau melewati seorang lelaki di masjid yang mengeraskan suaranya. Aku berkata: ‘Wahai Rasulullah, semoga dia ini orang yang riya.’ Beliau bersabda: ‘Tidak, tetapi dia adalah orang yang banyak mengeluh dan merendahkan diri kepada Allah (awwฤh).’”
Diriwayatkan bahwa Rasulullah ๏ทบ bersabda tentang seorang lelaki bernama Dzul-Bijadain:
“Sesungguhnya dia adalah seorang awwฤh, karena dia banyak berdzikir kepada Allah.” ([3])
Dari Jabir bin Abdullah ุฑุถู ุงููู ุนูู, bahwa ada seorang lelaki yang mengeraskan suaranya dalam dzikir. Maka seseorang berkata: “Seandainya dia merendahkan suaranya.” Lalu Rasulullah ๏ทบ bersabda:
“Biarkan dia, karena dia adalah awwฤh.” ([4])
Dari Syaddad bin Aus ุฑุถู ุงููู ุนูู, ia berkata:
“Kami sedang bersama Nabi ๏ทบ, lalu beliau bersabda: ‘Angkatlah tangan-tangan kalian dan ucapkan: Laa ilaaha illallah.’ Maka kami mengangkat tangan-tangan kami. Lalu Rasulullah ๏ทบ bersabda: ‘Ya Allah, sesungguhnya Engkau telah mengutusku dengan kalimat ini, memerintahkanku dengannya, dan menjanjikanku surga atasnya. Sesungguhnya Engkau tidak menyalahi janji.’ Kemudian beliau bersabda: ‘Bergembiralah, karena sesungguhnya Allah telah mengampuni kalian.’” ([5])
Dari Abu Razin Al-‘Uqaili ุฑุถู ุงููู ุนูู:
“Bahwa Rasulullah ๏ทบ bersabda kepadanya: ‘Maukah aku tunjukkan kepadamu pokok perkara yang dengannya engkau memperoleh kebaikan dunia dan akhirat?’ Ia menjawab: ‘Tentu.’ Beliau bersabda: ‘Hendaklah engkau menghadiri majelis-majelis dzikir. Dan jika engkau menyendiri, maka gerakkanlah lisanmu dengan dzikir kepada Allah.’” ([6])
Dari Ibnu Abbas ุฑุถู ุงููู ุนููู ุง, ia berkata:
“Mengeraskan suara dalam dzikir ketika orang-orang selesai dari shalat fardhu adalah pada masa Nabi ๏ทบ. Ibnu Abbas berkata: Aku mengetahui mereka telah selesai jika aku mendengarnya.” ([7])
Dari As-Sa’ib ุฑุถู ุงููู ุนูู, Rasulullah ๏ทบ bersabda:
“Jibril datang kepadaku lalu berkata: Perintahkanlah para sahabatmu agar mereka mengeraskan suara mereka dalam takbir.” ([8])
Dari Mujahid, bahwa Abdullah bin Umar dan Abu Hurairah ุฑุถู ุงููู ุนููู ุง datang ke pasar pada hari-hari sepuluh (Dzulhijjah), mereka bertakbir. Mereka tidak datang ke pasar kecuali untuk itu. Diriwayatkan pula dari ‘Ubaid bin ‘Umair bahwa Umar ุฑุถู ุงููู ุนูู bertakbir di dalam kemahnya, lalu ahli masjid bertakbir, lalu ahli pasar bertakbir, hingga Mina bergemuruh dengan suara takbir. ([9])
Diriwayatkan pula dari Maimun bin Mihran, ia berkata:
“Aku mendapati manusia, mereka bertakbir pada hari-hari sepuluh itu hingga aku menyamakannya seperti ombak karena banyaknya.”
Imam An-Nawawi berkata:
“Ketahuilah bahwa sebagaimana dzikir itu dianjurkan, demikian pula dianjurkan duduk dalam halaqah-halaqah para ahli dzikir. Dalil-dalil tentang hal itu telah saling menguatkan. Cukuplah dalam hal ini hadits Ibnu Umar ุฑุถู ุงููู ุนููู ุง bahwa Rasulullah ๏ทบ bersabda:
‘Jika kalian melewati taman-taman surga maka singgahlah.’
Mereka bertanya: ‘Apa itu taman-taman surga wahai Rasulullah?’
Beliau menjawab: ‘Halaqah-halaqah dzikir. Sesungguhnya Allah memiliki malaikat-malaikat yang berkeliling mencari halaqah-halaqah dzikir. Jika mereka mendatangi mereka, mereka mengelilingi mereka.’” ([10])
Dalam hadits dari Ya‘la bin Syaddad, ia berkata:
“Ayahku Syaddad menceritakan kepadaku, dan ‘Ubadah bin Ash-Shamit hadir membenarkannya. Ia berkata: Kami bersama Nabi ๏ทบ, lalu beliau bersabda: ‘Apakah ada orang asing (Ahlul Kitab) di sini?’ Kami menjawab: ‘Tidak, wahai Rasulullah.’ Maka beliau memerintahkan agar pintu ditutup, lalu bersabda: ‘Angkatlah tangan-tangan kalian dan ucapkan: Laa ilaaha illallah.’ Maka kami mengangkat tangan-tangan kami. Kemudian beliau meletakkan tangannya dan bersabda: ‘Segala puji bagi Allah. Ya Allah, sesungguhnya Engkau telah mengutusku dengan kalimat ini, memerintahkanku dengannya, dan menjanjikanku surga atasnya. Sesungguhnya Engkau tidak menyalahi janji.’ Kemudian beliau bersabda: ‘Ketahuilah, bergembiralah, karena sesungguhnya Allah telah mengampuni kalian.’” ([11])
Sumber: https://www.facebook.com/share/p/1H9GwuQAGp/?mibextid=wwXIfr
Teks asli:
ุญุซ ุงูุดุฑุน ุงูุดุฑูู ุนูู ุงูุงุฌุชู ุงุน ููุฐูุฑ ูุงูุฃุฏูุฉ ุนูู ุฐูู
ูุฑุฏ ุงูุฃู ุฑ ุงูุดุฑุนู ุจุฐูุฑ ุงููู ุชุนุงูู، ูู ู ุงูู ูุฑุฑ ุฃู ุงูุฃู ุฑ ุงูู ุทูู ูุณุชูุฒู ุนู ูู ุงูุฃุฒู ูุฉ ูุงูุฃู ููุฉ ูุงูุฃุดุฎุงุต ูุงูุฃุญูุงู؛ ูุงูุฃู ุฑ ููู ูุงุณุนٌ، ูุฅุฐุง ุดุฑุน ุงููู ุณุจุญุงูู ูุชุนุงูู ุฃู ุฑًุง ุนูู ุฌูุฉ ุงูุฅุทูุงู ููุงู ูุญุชู ู ูู ูุนูู ูููููุฉ ุฅููุงุนู ุฃูุซุฑ ู ู ูุฌٍู، ูุฅูู ูุคุฎุฐ ุนูู ุฅุทูุงูู ูุณุนุชู، ููุง ูุตุญ ุชูููุฏู ุจูุฌٍู ุฏูู ูุฌٍู ุฅูุง ุจุฏููู.
ููุฏ ุฌุงุกุช ุงูุฃุฏูุฉ ุงูุดุฑุนَّูุฉ ู ู ุงููุฑุขู ุงููุฑูู ูุงูุณَُّّูุฉ ุงููุจููุฉ ู ุชุถุงูุฑุฉً ูู ุงูุญุซِّ ุนูู ู ุฌุงูุณ ุงูุฐِّูุฑ ูุงูุงุฌุชู ุงุน ุนูููุง؛ ูู ู ุฐูู ููู ุงููู ุชุนุงูู ู ุฎุงุทุจًุง ูุจูู ุงููุฑูู ุตูู ุงููู ุนููู ูุขูู ูุณูู : ﴿َูุงุตْุจِุฑْ َْููุณََู ู َุนَ ุงَّูุฐَِูู َูุฏْุนَُูู ุฑَุจَُّูู ْ ุจِุงْูุบَุฏَุงุฉِ َูุงْูุนَุดِِّู ُูุฑِูุฏَُูู َูุฌَُْูู﴾ [ุงูููู: 28] ، ููุง ูุฎูู ุฃู ุงู ุชุซุงู ุงูุฃู ุฑ ุจู ุนูุฉ ุงูุฏุงุนูู ููู ูุญุตู ุจุงูู ุดุงุฑูุฉ ุงูุฌู ุงุนูุฉ ูู ุงูุฏุนุงุก.
ูุนู ุฃุจู ูุฑูุฑุฉ ูุฃุจู ุณุนูุฏ ุงูุฎุฏุฑู ุฑุถู ุงููู ุนููู ุง ุฃููู ุง ุดَِูุฏَุง ุนูู ุงููุจู ุตูู ุงููู ุนููู ูุขูู ูุณูู ุฃูู ูุงู: «َูุง َْููุนُุฏُ َْููู ٌ َูุฐُْูุฑَُูู ุงَููู ุนَุฒَّ َูุฌََّู ุฅَِّูุง ุญََّูุชُْูู ُ ุงْูู ََูุงุฆَِูุฉُ، َูุบَุดَِูุชُْูู ُ ุงูุฑَّุญْู َุฉُ، ََููุฒََูุชْ ุนََِْูููู ُ ุงูุณََِّูููุฉُ، َูุฐََูุฑَُูู ُ ุงُููู ِููู َْู ุนِْูุฏَُู» ุฃุฎุฑุฌู ุงูุฅู ุงู ู ุณูู ูู "ุงูุตุญูุญ".
ูุนู ุฃَุจِู ُูุฑَْูุฑَุฉَ ุฑุถู ุงููู ุนูู ุฃَّู ุฑَุณَُูู ุงَِّููู ุตูู ุงููู ุนููู ูุขูู ูุณูู ูุงู: «ุฅَِّู َِِّููู ู ََูุงุฆَِูุฉً َูุทَُُูููู ِูู ุงูุทُّุฑُِู َْููุชَู ِุณَُูู ุฃََْูู ุงูุฐِّْูุฑِ، َูุฅِุฐَุง َูุฌَุฏُูุง َْููู ًุง َูุฐُْูุฑَُูู ุงََّููู ุชََูุงุฏَْูุง َُููู ُّูุง ุฅَِูู ุญَุงุฌَุชُِูู ْ. َูุงَู: ََููุญَُُُّููููู ْ ุจِุฃَุฌِْูุญَุชِِูู ْ ุฅَِูู ุงูุณَّู َุงุกِ ุงูุฏَُّْููุง.. ุงูุญุฏูุซ» ุฑูุงู ุงูุฅู ุงู ุงูุจุฎุงุฑู ูู "ุงูุตุญูุญ".
ุฏุงุฑ ุงูุฅูุชุงุก
ุฃุฏูุฉ ุงูุงุฌุชู ุงุน ุนูู ุงูุฐูุฑ ูุงูุฌูุฑ ุจู
ูุงู ุฑุณูู ุงููู ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู : “ูููู ุงููู: ุฃูุง ุนูุฏ ุธู ุนุจุฏู ุจู ูุฃูุง ู ุนู ุฅุฐุง ุฐูุฑูู ูุฅู ุฐูุฑูู ูู ููุณู ุฐูุฑุชู ูู ููุณู ูุฅู ุฐูุฑูู ูู ู ูุง ุฐูุฑุชู ูู ู ูุง ุฎูุฑ ู ูู” ูุงูุฐูุฑ ูู ุงูู ูุงً ูุง ูููู ุฅูุง ุนู ุฌูุฑ.
ุนู ุฌุงุจุฑ ูุงู: “ุฎุฑุฌ ุนูููุง ุงููุจูู ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู ููุงู: “ูุง ุฃููุง ุงููุงุณ ุฅู ููู ุณุฑุงูุงً ู ู ุงูู ูุงุฆูุฉ ุชุญู ูุชูู ุนูู ู ุฌุงูุณ ุงูุฐูุฑ ูู ุงูุฃุฑุถ ูุงุฑุชุนูุง ูู ุฑูุงุถ ุงูุฌูุฉ”، ูุงููุง: ูุฃูู ุฑูุงุถ ุงูุฌูุฉ؟ ูุงู: “ู ุฌุงูุณ ุงูุฐูุฑ ูุงุบุฏูุง ูุฑูุญูุง ูู ุฐูุฑ ุงููู”.
ูุงู ุฑุณูู ุงููู ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู : “ุฃูุซุฑูุง ุฐูุฑ ุงููู ุญุชู ูููููุง ู ุฌููู” ([1])
ูุงู ุฑุณูู ุงููู ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู : “ุฃูุซุฑูุง ุฐูุฑ ุงููู ุญุชู ูููู ุงูู ูุงูููู ุฅููู ู ุฑุงุคูู”
ููุฌู ุงูุฏูุงูุฉ ู ู ูุฐุง ูุงูุฐู ูุจูู ุฃู ุฐูู ุฅูู ุง ููุงู ุนูุฏ ุงูุฌูุฑ ุฏูู ุงูุฅุณุฑุงุฑ“
ูุงู ุฑุณูู ุงููู ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู : “ุฅุฐุง ู ุฑุฑุชู ุจุฑูุงุถ ุงูุฌูุฉ ูุงุฑุชุนูุง” ูุงููุง: ูุง ุฑุณูู ุงููู ูู ุง ุฑูุงุถ ุงูุฌูุฉ؟ ูุงู: “ุญูู ุงูุฐูุฑ”.
ุนู ุฃุจูู ุนุจูุฏ ูุงู: ุฅู ุงูู ุคู ู ุฅุฐุง ู ุงุช ูุงุฏุช ุจูุงุน ุงูุฃุฑุถ ุนุจุฏ ุงููู ุงูู ุคู ู ู ุงุช ูุชุจูู ุนููู ุงูุฃุฑุถ ูุงูุณู ุงุก ููููู ุงูุฑุญู ู: ู ุง ูุจูููู ุง ุนูู ุนุจุฏู؟ ููููู ุฑุจูุง ูู ูู ุด ูู ูุงุญูุฉ ู ูุง ูุท ุฅูุง ููู ูุฐูุฑู. ูุฌู ุงูุฏูุงูุฉ ู ู ุฐูู ุฃู ุณู ุงุน ุงูุฌุจุงู ูุงูุฃุฑุถ ููุฐูุฑ ูุง ูููู ุฅูุง ุนู ุงูุฌูุฑ ุจู ” ([2]).
ูุงู ุฑุณูู ุงููู ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู : “ูุงู ุงููู ุชุนุงูู: ุนุจุฏู ุฅุฐุง ุฐูุฑุชูู ุฎุงููุงً ุฐูุฑุชู ุฎุงููุงً، ูุฅู ุฐูุฑุชูู ูู ู ูุฃ ุฐูุฑุชู ูู ู ูุฃ ุฎูุฑ ู ููู ูุฃูุซุฑ”.
ูุงู ุงุจู ุงูุฃุฏุฑุน: “ุงูุทููุช ู ุน ุงููุจู ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู ูููุฉ ูู ุฑ ุจุฑุฌู ูู ุงูู ุณุฌุฏ ูุฑูุน ุตูุชู ููุช: ูุง ุฑุณูู ุงููู ุนุณู ุฃู ูููู ูุฐุง ู ุฑุงุฆูุงً؟ ูุงู: “ูุง ููููู ุฃูุงู”
ุฑูู ุฃู ุฑุณูู ุงููู ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู ูุงู ูุฑุฌู ููุงู ูู ุฐู ุงูุจุฌุงุฏูู، ุฅูู ุฃูุงู ูุฐูู ุฃูู ูุงู ูุฐูุฑ ุงููู” ([3])
ุนู ุฌุงุจุฑ ุจู ุนุจุฏ ุงููู ุฃู ุฑุฌูุงً ูุงู ูุฑูุน ุตูุชู ุจุงูุฐูุฑ ููุงู ุฑุฌู: ูู ุฃู ูุฐุง ุฎูุถ ู ู ุตูุชู ููุงู ุฑุณูู ุงููู ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู : “ุฏุนู ูุฅูู ุฃูุงู”. ([4]) .
ุนู ุดุฏุงุฏ ุจู ุฃูุณ ูุงู: “ุฅูุง ูุนูุฏ ุงููุจู ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู ุฅุฐ ูุงู: ุงุฑูุนูุง ุฃูุฏููู ูููููุง ูุง ุฅูู ุฅูุง ุงููู ููุนููุง ููุงู ุฑุณูู ุงููู ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู : “ุงูููู ุฅูู ุจุนุซุชูู ุจูุฐู ุงูููู ุฉ ูุฃู ุฑุชูู ุจูุง ููุนุฏุชูู ุนูููุง ุงูุฌูุฉ ุฅูู ูุง ุชุฎูู ุงูู ูุนุงุฏ ุซู ูุงู: ุฃุจุดุฑูุง ูุฅู ุงููู ูุฏ ุบูุฑ ููู ”. ([5]).
ุนู ุฃุจูู ุฑุฒูู ุงูุนูููู “ุฃู ุฑุณูู ุงููู ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู ูุงู ูู: ุฃูุง ุฃุฏูู ุนูู ู ูุงู ุงูุฃู ุฑ ุงูุฐู ุชุตูุจ ุจู ุฎูุฑู ุงูุฏููุง ูุงูุขุฎุฑุฉ؟ ูุงู: ุจูู، ูุงู: ุนููู ุจู ุฌุงูุณ ุงูุฐูุฑ ูุฅุฐุง ุฎููุช ูุญุฑู ูุณุงูู ุจุฐูุฑ ุงููู”. ([6])
ุนู ุงุจู ุนุจุงุณ ูุงู: ุฅู ุฑูุน ุงูุตูุช ุจุงูุฐูุฑ ุญูู ููุตุฑู ุงููุงุณ ู ู ุงูู ูุชูุจุฉ ูุงู ุนูู ุนูุฏ ุงููุจู ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู ، ูุงู ุงุจู ุนุจุงุณ: ููุช ุฃุนูู ุฅุฐุง ุงูุตุฑููุง ุจุฐูู ุฅุฐุง ุณู ุนุชู([7]).
ุนู ุงูุณุงุฆุจ ุฃู ุฑุณูู ุงููู ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู ูุงู: “ุฌุงุกูู ุฌุจุฑูู ููุงู: ู ุฑ ุฃุตุญุงุจู ูุฑูุนูุง ุฃุตูุงุชูู ุจุงูุชูุจูุฑ”. ([8]) .
ุนู ู ุฌุงูุฏ ุฃู ุนุจุฏ ุงููู ุจู ุนู ุฑ، ูุฃุจุง ูุฑูุฑุฉ ูุงูุง ูุฃุชูุงู ุงูุณูู ุฃูุงู ุงูุนุดุฑ ูููุจุฑุงู ูุง ูุฃุชูุงู ุงูุณูู ุฅูุง ูุฐูู، ูุฃุฎุฑุฌ ุฃูุถุงً ุนู ุนุจูุฏ ุจู ุนู ูุฑ ูุงู: ูุงู ุนู ุฑ ููุจุฑ ูู ูุจุชู ูููุจุฑ ุฃูู ุงูู ุณุฌุฏ ูููุจุฑ ุฃูู ุงูุณูู ุญุชู ุชุฑุชุฌ ู ูู ุชูุจูุฑุงً. ([9])
ูุฃุฎุฑุฌ ุฃูุถุงً ุนู ู ูู ูู ุจู ู ูุฑุงู ูุงู: ุฃุฏุฑูุช ุงููุงุณ ูุฃููู ูููุจุฑูู ูู ุงูุนุดุฑ ุญุชู ููุช ุฃุดุจููุง ุจุงูุฃู ูุงุฌ ู ู ูุซุฑุชูุง.”
ูููู ุงูุฅِู ุงู ุงََّููููู: ” ุงุนูู ุฃูู ูู ุง ُูุณุชุญุจُّ ุงูุฐูุฑ ُูุณุชุญุจُّ ุงูุฌููุณ ูู ุญَِูู ุฃููู، ููุฏ ุชุธุงูุฑุช ุงูุฃุฏูุฉ ุนูู ุฐูู، ููููู ูู ุฐูู ุญุฏูุซ ุงุจู ุนู ุฑ ุฑุถู ุงّููู ุนููู ุง ูุงู: ูุงู ุฑุณูู ุงّูููุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู : “ุฅุฐุง ู َุฑَุฑْุชُู ْ ุจِุฑِูุงุถِ ุงูุฌََّูุฉِ ูุงุฑْุชَุนُูุง. ูุงُููุง: َูู َุง ุฑِูุงุถُ ุงูุฌََّูุฉِ ูุง ุฑَุณَُูู ุงّููู؟! ูุงَู: ุญَُِูู ุงูุฐّْูุฑِ، ูุฅَّู ّููู ุชุนุงูู ุณََّูุงุฑَุงุชٍ ู َِู ุงูู َูุงุฆَِูุฉِ َูุทُْูุจَُูู ุญََِูู ุงูุฐّْูุฑِ، ูุฅุฐَุง ุฃَุชَْูุง ุนَِْูููู ْ ุญَُّููุง ุจِِูู ْ”. ([10]) .
ููู ุงูุญุฏูุซ ุนู ูุนูู ุจู ุดุฏุงุฏ ูุงู: ุญุฏุซูู ุฃุจู ุดุฏุงุฏ ูุนุจุงุฏุฉ ุจู ุงูุตุงู ุช ุญุงุถุฑ ูุตุฏูู. ูุงู: ููุง ุซู ุงููุจู ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู ููุงู ุบุฑูุจ ูุนูู ุฃูู ุงููุชุงุจ. ูููุง: ูุง ูุง ุฑุณูู ุงููู ูุฃู ุฑ ุจุบูู ุงูุจุงุจ، ููุงู: “ุงุฑูุนูุง ุฃูุฏููู ูููููุง ูุง ุฅูู ุฅูุง ุงููู، ูุฑูุนูุง ุฃูุฏููุง ุณุงุนุฉ ุซู ูุถุน –ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู ูุฏู ุซู ูุงู: ุงูุญู ุฏ ููู ุงูููู ุฅูู ุจุนุซุชูู ุจูุฐู ุงูููู ุฉ ูุฃู ุฑุชูู ุจูุง ููุนุฏุชูู ุนูููุง ุงูุฌูุฉ ุฅูู ูุง ุชุฎูู ุงูู ูุนุงุฏ: ุซู ูุงู: ุฃูุง ุฃุจุดุฑูุง ูุฅู ุงููู ูุฏ ุบูุฑ ููู ” ([11])
([1]) ุฑูุงู ุฃุญู ุฏ ูุงุจู ุญุจุงู ูุงูุญุงูู ูุงุจู ุงูุณูู ูุบูุฑูู
([2]) ุฃุฎุฑุฌู ุงุจู ุฃุจูู ุงูุฏููุง .
([3]) ุฃุฎุฑุฌู ุงูุจูููู ุนู ุนูุจุฉ ุจู ุนุงู ุฑ
([4]) ูุฃุฎุฑุฌ ุงูุจูููู
([5]) ุฃุฎุฑุฌู ุงูุญุงูู .
([6]) ุฃุฎุฑุฌู ุงูุฃุตุจูุงูู ูู ุงูุชุฑุบูุจ
([7]) ุฃุฎุฑุฌู ุงูุดูุฎุงู
([8]) ุฃุฎุฑุฌู ุฃุญู ุฏ، ูุฃุจู ุฏุงูุฏ، ูุงูุชุฑู ุฐู ูุตุญุญู، ูุงููุณุงุฆู، ูุงุจู ู ุงุฌู
([9]) ุฃุฎุฑุฌ ุงูู ุฑูุฒู ูู ูุชุงุจ ุงูุนูุฏูู
([10]) ุงูุฅู ุงู ุงููููู ูู ูุชุงุจู ุงูุฃุฐَْูุงุฑ .
([11]) ุฃุฎุฑุฌู ุฃุญู ุฏ ูุงูุทุจุฑุงูู ูุงูุจุฒุงุฑ ูุฑุฌุงูู ู ูุซููู
#ุตูุช_ุงูุฃุฒูุฑููู
@ุฃุจุฑุฒ ุงูู ุนุฌุจูู
Sumber FB Ustadz : Danang Kuncoro Wicaksono