Siapa Sebenarnya Ahli Bid’ah? Klarifikasi Menurut Ulama Salaf

Siapa Sebenarnya Ahli Bid'ah?

Yuk Ngaji

كان السلف ينهوْن عن مجالسة أهل البدع والنظر في كتبهم والاستمَاع لكلامهم 

“Ulama salaf melarang duduk bergaul dengan ahli bid’ah, melihat kitab-kitab mereka, atau mendengarkan perkataan mereka.” Intinya, ahli bid’ah adalah orang-orang yang harus dijauhi.

Siapa sebenarnya ahli bid’ah❓

Banyak orang salah tunjuk ke masalah FIQIH sebagai ahli bid’ah. Seperti amal qunut subuh. Sehingga siapa pun yg melakukan qunut subuh, peringatan maulid Nabi ﷺ dianggap ahli bid’ah. Dan banyak lagi contoh lainnya. 

Pola pikir ini akan berakibat sikap jumud (kaku) berujung fatal radikalisme agama, menteror sesama dan saling tuduh, bermusuhan yang membawa pada takfiri dengan mudah diadu domba pihak luar islam.

Padahal, amaliah-amaliah bahasan fikih bersifat ijtihadi, justru qunut dan maulid banyak imam salaf menganjurkan dengan dasar  masing-masing, sehingga tidak layak disebut bid’ah.

Perhatikan baik-baik!! "Menurut para imam terdahulu, ahli bid’ah bukan dalam ranah fikih, tetapi orang yang tersesat dalam urusan "akidah". Imam Ibnu Abidin, seorang imam mujtahid pengikut madzab Hanafi mengungkapkan:

أهل الْبدعة : كل منْ قال قوْلا خالف فيه اعْتقاد أهْل السنة والجماعة 

"Ahli bid’ah adalah orang yang mengatakan perkataan di dalamnya menyelisihi akidah Ahlus sunnah Waljama’ah.”

Definisi senada dari Imam Malik:

أهل البدع الذين يتكلمون في أسماء الله وصفاته وكلامه وعلمه وقدرته، ولا يسكتون عما سكت عنه الصحابة والتابعون لهم بإحسان. 

“Ahli bid’ah ialah orang-orang yang berkata tentang nama-nama Allah dan sifat-sifat-Nya, kalam-Nya, ilmu-Nya, kekuasaan-Nya dan tidak diam dari apa yg didiamkan para sahabat dan tabi’in.”

Imam Baihaqi meriwayatkan dengan jayyid sebagian rinci Aqidah bid'ah diantaranya: Jahmiyah-Qodariyah-Murjiah-karamiyah-Jabariyah-Dhororiyah-Musabbihah-Mujassimah-Takfiri dll

 Dalam Fathul Bari diriwayatkan:

“ Ketika berada di majelis Imam Malik tiba-tiba seseorang datang menemui Imam malik, seraya berkata: Wahai Abu Abdillah (nama depan imam Malik), ar-Rahman ‘Ala al arsy Istawa, bagaimanakah Istawa Allah?

"Ketika Imam Malik mendengar maka beliau menunduk lalu beliau menjawab: “ar Rahman ‘Ala al arsy Istawa; sebagaimana Dia mensifati diri-Nya sendiri, tidak boleh dikatakan bagi-Nya bagaimana, karena "bagaimana itu" sifat benda) dan tidak ada bagi-Nya. Engkau ini  berkeyakinan buruk, ahli BID'AH, keluarkan orang ini dari sini”. Lalu  orang tersebut dikeluarkan dari majelis.

Perhatikan perkataan Imam Malik: “Engkau ini adalah seorang yang berkeyakinan buruk, ahli bid’ah, hal itu karena mempertanyakan makna Istawa dengan kata-kata “Bagaimana?" yang dapat disimpulkan bahwa ahli bid’ah sebenarnya mengacu akidah yang menyimpang, bukan yang melakukan sesuatu amal fikih. 

Tokoh-tokoh sekte bid'ah akidah mujassimah yang berkata (Allah itu punya fisik dan bertempat tinggal seperti makhluk) suatu pandangan akidah yang menurut ulama Ahlussunah Wal jama'ah sebagai sesat, nauzubillahi min dzalik.

Ternyata kelompok ini sebenarnya yang Ahlul bid'ah. Bid'ah dalam urusan syariat terlalu dipaksakan penerapannya hanya untuk menghantam siapapun yang beda sudut pandang. Sungguh kelompok yang mengaku-ngaku manhaj salaf itu perlu didoakan dan disayangi karena sesama muslim bersaudara. 

Sumber FB Ustadz : Pardi Syahri

© Terima kasih telah membaca Kajian Islam Ahlussunnah wal Jama’ah dengan judul "Siapa Sebenarnya Ahli Bid’ah? Klarifikasi Menurut Ulama Salaf". Semoga Allah ﷻ senantiasa menganugerahkan ilmu yang bermanfaat, taufiq, dan hidayah kepada kita semua. Aamiin.

Kajian Favorit