Memahami Perbedaan Perintah dan Kehendak Allah dalam Takdir

Antara Perintah Dan Kehendak Allah

Antara Perintah Dan Kehendak Allah ?

Oleh : Rahmat Taufik Tambusai 

Asali setiap peristiwa dalam hidup dengan tabir hikmah, maka tak ada kesal dan sesal di hati, tidak menyalahkan keadaan dan tidak pula sumpah serapah kepada tuhan.

Perjalanan hidup ini telah terukur dan teratur, suka atau tidak suka tetap akan dijalani dan dilewati, kita hanya diperintahkan untuk berusaha agar sesuai dengan keinginan kita dan dijauhkan dari keburukan, tetapi yang berlaku tetap kehendak Allah.

Ketika berlakunya kehendak Allah, bukan berarti perintah usaha yang diwajibkan Allah akan menjadi sia - sia, sama sekali tidak, yang pertama pahala sudah disiapkan Allah disisinya sebagai bukti patuh dan taat nya kita atas perintah nya.

Kemudian yang kedua agar kita sadar diri, tidak sombong dan menganggap capaian yang kita peroleh atas usaha kita sendiri tanpa ada campur tangan Allah.

Dan Allah tidak akan mengingkari janjinya, setiap usaha akan diberi ganjaran, tetapi Allah memberikan nya sesuai dengan kehendak nya, bukan kehendak hambanya, karena Allah tidak terikat dengan hambanya dan dia lebih tau kondisi hambanya kapan waktu yang pas untuk diberikan.

Antara perintah dan kehendak Allah, yang berlaku tetap kehendak Allah, karena perintah Allah tidak wajib dilaksanakan untuk dirinya, akan tetapi menjadi wajib dilaksanakan oleh hambanya.

Dan ketika perintah Allah bertepatan sesuai dengan usaha dan  permintaan hambanya, maka pada hakikatnya yang berlaku adalah kehendak Allah.

Pada saat kita sudah melakukan semua perintah nya dan menjauhi larangannya, serta pola hidup dan pola makan yang telah dijalani sesuai ilmu pengetahuan, kemudian kita tetap ditimpa sakit, musibah, kemarau, kebanjiran dan kehidupan susah, maka sesungguhnya yang sedang berlaku adalah kehendak nya. 

Cukup bagi kita mencari hikmah dan hakikat dibalik itu semua, bukankah beriman kepada takdir buruk merupakan salah satu rukun iman yang wajib kita imani ?

Ahli ibadah sekali pun kita seperti iblis sebelum dilaknat, kalau Allah berkehendak memasukkan kita ke neraka, maka kita akan dimasukkan ke dalam neraka seperti iblis akan dikekalkan dalam api neraka.

Agar takdir kita sesuai dengan kehendak Allah maka salah satu jalan nya adalah doa, karena doa yang mampu merubah takdir yang Allah kehendaki.

Kepada dengan doa ? Karena Doa merupakan bentuk kelemahan diri, kerendahan diri, ketidakberdayaan diri dan kehinaan diri, dan doa lawan dari pada bentuk keangkuhan, dan Allah tidak menyukai kesombongan.

Hamba yang mencukupi dirinya dengan melaksanakan perintah dan menjadikannya sebagai patokan ukuran keberhasilan tanpa merendahkan diri dihadapan Allah maka akan berakhir dengan kesombongan, sehingga dengan mudah memandang rendah ibadah orang lain.

Ridhoi kehendak Allah apapun itu baik yang baik maupun yang buruk, maka Allah akan ridho dengan keinginan kita.

Dalu - Dalu, Rabu 24 Desember 2025

Yuk umroh bersama Azkia family group #MelayaniTamuAllahKemuliaanBagiKami

Sumber FB Ustadz : Abee Syareefa

© Terima kasih telah membaca Kajian Islam Ahlussunnah wal Jama’ah dengan judul "Memahami Perbedaan Perintah dan Kehendak Allah dalam Takdir". Semoga Allah ﷻ senantiasa menganugerahkan ilmu yang bermanfaat, taufiq, dan hidayah kepada kita semua. Aamiin.

Kajian Favorit