
ANDAI TUHAN BER-MANHAJ SALAFI … ?
Allah ta’ala berfirman: Aku bergantung prasangka hamba-Ku. Maka jangan sekali-sekali kalian mati sebelum berprasangka baik kepada-Ku — qudsi
*^^^^*
Kaidahnya adalah:
Salaf jelas bukan salafi.
Salafi bermimpi ingin menjadi Salaf.
Abai terhadap kekafiran orang kafer beneran. Salafi justru mengkaferkan orang yang sudah beriman. Dakwah Salafi konsen pada umat Islam yang dianggap menyimpang. Membatalkan iman. Membid’ahkan nderes al Qur’an d malem jemuah. Menyesatkan jamaah yasinan. Pengamal tahlilan. Pengirim hadiah pahala dan pengamal lainnya yang dianggap tidak sesuai dengan yang dicontohkan Nabi saw. Meski pada kenyataannya mereka juga tidak pernah ketemu Nabi saw secara langsung. Tidak pernah mendengar nabi, kecuali dari : katanya.
Siapapun disasar sesat karena dianggapnya bid’ah. Bahkan dikaferkan atau dibatalkan imannya meski sudah bersyahahat berkali-kali dalam sehari. Salafi paling rajin mengkaferkan menyesatkan dan menyasar bid’ah sesama mukmin yang tidak sepandangan.
Betapa sedikitnya umat Islam jika dipahami seperti indikator yang mereka tetapkan. Bersyahadat tak cukup. Shalat tak cukup. Puasa tak cukup. Haji tak cukup. Sedekah tak cukup. Berjilbab tak cukup. Bersarung apalagi tambah tak cukup.
Meng-idealkan tata-hidup seperti nabi saw. Dari takbir hingga salam harus seperti Nabi saw meski saya tak yaqin mereka bisa. Dari sendal gamis bahkan tidur seperti Nabi saw meski saya juga tak yaqin bisa seindah Nabi saw.
Salafi meprasangkai Tuhan sangat rigit, kaku dan formal, tak ada ruang untuk bercanda. Tuhan yang sukar memaafkan dan susah diajak kompromi.
******
Apapun bentuk ibadah goalnya adalah surga. Pembunuh 100 orang masuk surga karena hendak bertobat. Pelacur masuk surga karena memberi minum anjing haus. Setiap yang mengucap laailaha illa allah bakal masuk surga meski mencuri dan berzina. Ketiga orang ini belum ada yang sempat shalat … !
Ada ribuan bahkan jutaan hingga tidak terhitung cara masuk surga. Pohon yang kita tanam Insya Allah mengantar ke surga: daunnya jika di makan ulat. Buahnya jika dimakan burung atau oksigen yang dihasilkannya adalah sedekah tiada terputus.
*******
Abu Nawas ulama cerdas nan alim itu pernah bersenandung jenaka meski paradoks: Tuhan aku tak pantas masuk surga-Mu. Tapi tak kuat masuk neraka-Mu.
Abu Yazid Al Bhusthami pernah dengan cemas tapi penuh harap: Tuhan jika tak Kau maafkan salahku. Lantas kepada siapa aku minta maaf. Jika Kau tolak amalku kepada siapa amalku aku tujukan.
Tuhan membuka tangan-Nya di malam hari untuk menerima taubat hamba-Nya yang berbuat dosa di siang hari. Tuhan membuka tangan-Nya di siang hari untuk menerima taubat hamba-Nya yang berbuat dosa di malam hari.
Tuhan menggenggam jiwa setiap hamba agar mengakui dosa kemudian memaafkannya tanpa sisa.
Nabi saw berkata: Semua umatku bakal masuk surga kecuali yang enggan —
*^^^^*
Gusti Allah sayang padaku. Memaafkan kesalahanku.
Memaklumi jika shalatku, puasaku, hajiku, bacaan qur’anku tidak sesuai sunah, bahkan menerima amalku meski bercampur riya dan kurang iklas — itulah prasangkaku kepada Tuhanku. .. Rabbku sangat baik kepadaku .. ♥️♥️♥️🙏🏻
@nurbaniyusuf
Komunitas Padhang Makhsyar
Sumber FB Ustadz : Nurbani Yusuf