
Minta Maaf
Minta Maaf Itu Baik, Tapi Lebih Baik Lagi Menjaga Ucapan/Sikap Agar Tidak Harus Meminta Maaf
Imam al-Husein ุนููู ุงูุณูุงู mengatakan:
ุฅَّูุงَู َู ู َุง ุชَุนْุชَุฐِุฑُ ู ُِْูู ، ูุฅَّู ุงูู ُุคْู َِู ูุง ُูุณِูุกُ َู ูุง َูุนْุชَุฐุฑُ ، َู ุงูู َُูุงُِูู ُُูู َููู ٍ ُูุณِูุกُ َู َูุนْุชَุฐِุฑُ
"Jauhilah sesuatu yang membuatmu harus meminta maaf karena seorang mukmin itu semestinya tidak berbuat salah dan tidak meminta maaf, sementara munafik setiap hari berbuat salah lalu meminta maaf."
Seorang ahli hikmah berkata :
ุฅูุงู ูู ุง ูุณุจู ูููููุจ ุฅููุงุฑู، ูุฅู ูุงู ุนูุฏู ุงุนุชุฐุงุฑู، ูููุณ ูู ู ู ุชุณู ุนู ู ููุฑุงً ูู ููู ุฃู ุชูุณุนู ุนุฐุฑุงً
"Jauhilah segala sesuatu yang tidak diterima oleh hati meskipun engkau bisa meminta maaf, karena tidak semua orang yang engkau perdengarkan padanya sesuatu yang mungkar bisa menerima permintaan maafmu."
[YJ]
Sumber FB Ustadz : Yendri Junaidi
25 Februari 2022 pada 09.38 ·