Makna Ketinggian Allah Menurut Ahlus Sunnah

Ketinggian Allah? - Kajian Islam Tarakan

KETINGGIAN ALLAH... ???

Manhaj Salafus Salih ketika menjelaskan keadaan Allah, mereka mengatakan :

Allah istiwa' alal arsy...

Allah fis sama'...

Ini benar, jangan disalahkan, karena yang dimaksud bukan ketinggian MAKAN (TEMPAT), tapi ketinggian MAKAANAH (KEDUDUKAN). Jadi sama sekali arah atas bukan JIHAT (ARAH) bagi Allah, tapi dengan SIFAT, yaitu KEDUDUKAN,  KEAGUNGAN dan KEKUASAAN bagi Allah.

Ini buktinya :

1. Imam Asy-Syรขthibรฎ berkata di dalam kitab Al-Muwรขfaqรขt-nya  :

ู…ุณุฃู„ุฉ ู„ุง ุจุฏ ู…ู† ู…ุนุฑูุชู‡ุง ู„ู…ู† ุฃุฑุงุฏ ุนู„ู… ุงู„ู‚ุฑุขู† ..

ูˆู…ู† ุฐู„ูƒ ู…ุนุฑูุฉ ุนุงุฏุงุช ุงู„ุนุฑุจ ููŠ ุฃู‚ูˆุงู„ู‡ุง ูˆุฃูุนุงู„ู‡ุง ูˆู…ุฌุงุฑูŠ ุฃุญูˆุงู„ู‡ุง ุญุงู„ุฉ ุงู„ุชู†ุฒูŠู„ .. ูˆุฅู„ุง ูˆู‚ุน ููŠ ุงู„ุฅุดูƒุงู„ุงุช ูˆุงู„ุดุจู‡ ุงู„ู…ุชุนุฐุฑ ุงู„ุฎุฑูˆุฌ ู…ู†ู‡ุง ุฅู„ุง ุจู‡ุฐู‡ ุงู„ู…ุนุฑูุฉ .

ูˆู…ู†ู‡ุง :- ู‚ูˆู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰ :- ( ุฃุฃู…ู†ุชู… ู…ู† ููŠ ุงู„ุณู…ุงุก )ูˆุฃุดุจุงู‡ู‡ุง ، ุฅู†ู…ุง ุฌุฑุช ุนู„ู‰ ู…ุนุชุงุฏู‡ู… ููŠ ุงุชุฎุงุฐ ุงู„ุขู„ู‡ุฉ ููŠ ุงู„ุฃุฑุถ ูˆุฅู† ูƒุงู†ูˆุง ู…ู‚ุฑูŠู† ุจุฅู„ู‡ูŠุฉ ุงู„ูˆุงุญุฏ ุงู„ุฃุญุฏ ، ูุฌุงุกุช ู‡ุฐู‡ ุงู„ุขูŠุงุช ุจุชุนูŠูŠู† ุงู„ููˆู‚ ูˆุชุฎุตูŠุตู‡ ุชู†ุจูŠู‡ุง ุนู„ู‰ ู†ููŠ ู…ุง ุงุฏุนูˆู‡ ููŠ ุงู„ุฃุฑุถ ، ูู„ุง ูŠูƒูˆู† ููŠู‡ุง ุฏู„ูŠู„ ุนู„ู‰ ุฅุซุจุงุช ุงู„ุฌู‡ุฉ ุงู„ุจุชุฉ

“PERMASALAHAN : Merupakan suatu keharusan untuk mengetahui masalah ini bagi orang yang hendak belajar ilmu al-Quran. Di antaranya adalah, mengetahui tradisi kaum Arab di dalam ucapan dan perbuatan mereka serta mengetahui pemberlakuan keadaanya ketika suatu ayat diturunkan, jika tidak demikian, ia akan jatuh pada kerumitan dan syubhat yang sulit untuk keluar darinya kecuali dengan mengetahui ilmu ini. 

Di antara contohnya adalah firman Allah Ta’รขlรข :

 ุฃุฃู…ู†ุชู… ู…ู† ููŠ ุงู„ุณู…ุงุก

“Apakah kalian beriman dengan yg ada di langit...???“ (Q.S. Al-Mulk - 16)

Dan ayat-ayat semisalnya. Ayat tersebut berlaku pada tradisi mereka yang menjadikan tuhan-tuhan di bumi, meskipun mereka mengakui ketuhanan yang Maha Esa, maka DATANGNYA AYAT-AYAT INI dengan MENENTUKAN DAN MENGKHUSUSKAN ARAH ATAS adalah SEBAGAI PERINGATAN ATAS PENAFIAN PADA PENGAKUAN (TUHAN-TUHAN)  MEREKA DI BUMI, MAKA AYAT-AYAT TERSEBUT BUKANLAH DALIL UNTUK MENETAPKAN ARAH (BAGI ALLAH) SAMA SEKALI.“ (Al-Muwรขfaqรขt, Asy-Syรขthibรฎ : 4/154

2. Dalam kitabnya Syarh Musykil al-Hadits, Imam Ibnu Furak, rekan Qadhi Ibnul Baqillani, menjelaskan:

ูˆุงุนู„ู… ุฃู†ู‡ ู„ูŠุณ ูŠู†ูƒุฑ ู‚ูˆู„ ู…ู† ู‚ุงู„ ุฅู† ุงู„ู„ู‡ ููŠ ุงู„ุณู…ุงุก، ู„ุฃุฌู„ ุฃู† ู„ูุธ ุงู„ูƒุชุงุจ ู‚ุฏ ูˆุฑุฏ ุจู‡، ูˆู‡ูˆ ู‚ูˆู„ู‡ : (ุฃุฃู…ู†ุชู… ู…ู† ููŠ ุงู„ุณู…ุงุก).

Ketahuilah bahwa tidak diingkari orang yang mengatakan : ALLAH FIS SAMAA', karena memang lafadz dari Al Quran yg ada seperti itu, yaitu Firman Allah :

ุกَุฃَู…ِู†ุชُู… ู…َّู† ูِูŠ ูฑู„ุณَّู…َุงุٓกِ 

ูˆู…ุนู†ู‰ ุฐู„ูƒ ุฃู†ู‡ ููˆู‚ ุงู„ุณู…ุงุก؛ ู„ุง ุจู…ุนู†ู‰ ููˆู‚ูŠุฉ ุงู„ุชู…ูƒู† ููŠ ุงู„ู…ูƒุงู†، ู„ุฃู† ุฐู„ูƒ ุตูุฉ ุงู„ุฌุณู… ุงู„ู…ุญุฏูˆุฏ ุงู„ู…ุญุฏุซ، ูˆู„ูƒู† ุจู…ุนู†ู‰ ู…ุง ูˆุตู ุจู‡ ุฃู†ู‡ ููˆู‚ ู…ู† ุทุฑูŠู‚ ุงู„ุฑุชุจุฉ ูˆุงู„ู…ู†ุฒู„ุฉ ูˆุงู„ุนุธู…ุฉ ูˆุงู„ู‚ุฏุฑุฉ.

Makna demikian itu adalah Allah diatas langit, bukan makna 'fauqiyyah' tinggal pada suatu tempat, karena demikian itu adalah sifat jism yang terbatas serta baru, tetapi makna yang disifatkan adalah diatas dengan jalan derajat dan kedudukan serta keagungan dan kekuasaan.

Beliau juga mengatakan:

ูˆู…ู† ุฃุตุญุงุจู†ุง ู…ู† ู‚ุงู„ : ุฅู† ุงู„ู‚ุงุฆู„ ุฅุฐุง ู‚ุงู„ ุฅู† ุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰ ููŠ ุงู„ุณู…ุงุก، ูˆูŠุฑูŠุฏ ุจุฐู„ูƒ ุฃู†ู‡ ููˆู‚ู‡ุง ู…ู† ุทุฑูŠู‚ ุงู„ุตูุฉ ู„ุง ู…ู† ุทุฑูŠู‚ ุงู„ุฌู‡ุฉ، ุนู„ู‰ ู†ุญูˆ ู‚ูˆู„ู‡ : (ุฃุฃู…ู†ุชู… ู…ู† ููŠ ุงู„ุณู…ุงุก)، ู„ู… ูŠู†ูƒุฑ ุฐู„ูƒ.

Sebagian dari Ashhab kami mengatakan bahwa orang yg berkata : INNALLAAHA FIS SAMAA', yang dikehendaki adalah diatas langit dengan jalan 'sifat' bukan dengan jalan 'jihat' pada contoh :

ุกَุฃَู…ِู†ุชُู… ู…َّู† ูِูŠ ูฑู„ุณَّู…َุงุٓกِ

Hal ini tidak diingkari.

Istiwa' Allah tidak bermakna "at-Tamakkun" (tinggal) atau "al-Istiqrar" (menetap). Beliau menyebutkan:

ุซู… ุฐูƒุฑ ุตุงุญุจ ุงู„ุชุตู†ูŠู ุจุงุจุง ุชุฑุฌู…ู‡ ุจุงู„ุงุณุชูˆุงุก ุนู„ู‰ ุงู„ุนุฑุด، ูˆุฃูˆู‡ู… ู…ุนู†ู‰ ุงู„ุชู…ูƒู† ูˆุงู„ุงุณุชู‚ุฑุงุฑ، ูˆุฐู„ูƒ ู…ู†ู‡ ุฎุทุฃ؛ ู„ุฃู† ุงุณุชูˆุงุกู‡ ุนู„ู‰ ุงู„ุนุฑุด ุณุจุญุงู†ู‡ ู„ูŠุณ ุนู„ู‰ ู…ุนู†ู‰ ุงู„ุชู…ูƒู† ูˆุงู„ุงุณุชู‚ุฑุงุฑ، ุจู„ ู‡ูˆ ุนู„ู‰ ู…ุนู†ู‰ ุงู„ุนู„ูˆ ุจุงู„ู‚ู‡ุฑ ูˆุงู„ุชุฏุจูŠุฑ، ูˆุงุฑุชูุงุน ุงู„ุฏุฑุฌุฉ ุจุงู„ุตูุฉ ุนู„ู‰ ุงู„ูˆุฌู‡ ุงู„ุฐูŠ ูŠู‚ุชุถูŠ ู…ุจุงูŠู†ุฉ ุงู„ุฎู„ู‚.

Kemudian pengarang kitab ini mempunyai satu bab yang menerangkan terjemah 'istiwa' alal Arsy'. Sebagian orang menterjemahkan makna 'tamakkun' (tinggal) dan 'istiqraar' (menetap), ini salah karena Alah istiwa' alal Arsy maha suci Allah kalo memakai makna 'tamakkun' dan 'istiqraar', tetapi menggunakan makna yg agung dengan kekuasaasan dan pengaturan serta tingginya derajat sifat atas wajah yang menghendaki berbeda dengan makhluk.

ูˆู‚ุฏ ุฐูƒุฑู†ุง ููŠู…ุง ู‚ุจู„ ู…ุนู†ู‰ ูˆุตู ุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰ ุฃู†ู‡ ููˆู‚ ุฎู„ู‚ู‡، ูˆุฃู† ุฐู„ูƒ ุฑุงุฌุน ุฅู„ู‰ ููˆู‚ูŠุฉ ุงู„ู…ู†ุฒู„ุฉ ูˆุงู„ู…ุฑุชุจุฉ، ูˆููˆู‚ูŠุฉ ุงู„ู‚ู‡ุฑ ูˆุงู„ุนุธู…ุฉ. ูˆุฃู…ุง ุงู„ููˆู‚ูŠุฉ ุจุงู„ู…ุณุงูุฉ ูˆุงู„ู…ูƒุงู† ูู…ุญุงู„ ููŠ ูˆุตูู‡ ุชุนุงู„ู‰.

Kami sudah menyebutkan sebelumnya bahwa makna sifat Allah Ta'ala diatas makluq adalah kembali pada ketinggian kedudukan dan tingkatan, ketinggian kekuasaan dan keagungan, sedangkan ketinggian jarak dan tempat adalah mustahil bagi sifat Allah Ta'ala.

Beliau juga menuliskan:

ูˆุฅุฐุง ุงุณุชูุฏู†ุง ุจู‡ุฐุง ุงู„ุฎุจุฑ ุชูƒุฐูŠุจ ุงู„ูุฑู‚ุชูŠู† ููŠ ุฏุนูˆุงู‡ู…ุง ุนู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนุฒ ูˆุฌู„؛ ุฃู†ู‡ ูŠุญู„ ุจุนุถ ุงู„ู…ุฎู„ูˆู‚ุงุช ุฃูˆ ูŠูˆุตู ุจุฃู†ู‡ ููŠ ูƒู„ ู…ูƒุงู†، ุฑุฌุน ุชุฃูˆูŠู„ ุงู„ุฎุจุฑ ุฅู„ู‰ ู…ุง ู†ู‚ูˆู„ ุฅู†ู‡ ุฃุฑุงุฏ ุจู‡ ุฃู†ู‡ ุบูŠุฑ ู…ุฎุชู„ุท ูˆู„ุง ู…ู…ุชุฒุฌ ุจุดูŠุก ู…ู†  ุฎู„ู‚ู‡، ูˆุฃู†ู‡ ุจุงุฆู† ู…ู…ุง ุฎู„ู‚ ุจูŠู†ูˆู†ุฉ ุจุงู„ุตูุฉ ูˆุงู„ู†ุนุช، ู„ุง ุจุงู„ุชุญูŠุฒ ูˆุงู„ู…ูƒุงู† ูˆุงู„ุฌู‡ุฉ.

Dan kami telah mengambil faidah terhadap khobar ini atas kebohongan dari 2 golongan yg mendakwahkan atas Allah azza wa jalla bahwa boleh sebagian makhluk atau menyifati bahwasanya Allah di setiap tempat. Takwil dari khobar tersebut apa yg kami ucapkan bahwa yang dikehendaki bukan mencampur atau memadukan sesuatu dari makhluknya, Allah berbeda dengan makhluknya dari sisi sifat, bukan dengan bergabung, bertempat dan berarah.

ูุฃู…ุง ู‚ูˆู„ู‡ : (ุนู„ู‰ ูƒุฑุณูŠู‡)، ูู‡ูˆ ูƒู‚ูˆู„ู‡ (ุงู„ุฑุญู…ู† ุนู„ู‰ ุงู„ุนุฑุด ุงุณุชูˆู‰)، ูˆู‚ุฏ ุจูŠู†ุง ู…ุนู†ู‰ "ุนู„ู‰" ููŠู…ุง ู‚ุจู„، ูˆุฃู†ู‡ ูŠู†ู‚ุณู… ุนู„ู‰ ูˆุฌูˆู‡؛ ุฃุญุฏู‡ุง : ุนู„ูˆ ุงู„ุฑูุนุฉ ุจุงู„ู‚ุฏุฑ ูˆุงู„ู…ู†ุฒู„ุฉ، ูˆุงู„ุซุงู†ูŠ : ูƒู‚ูˆู„ู‡ (ุฅู†ูƒ ู„ุนู„ู‰ ุฎู„ู‚ ุนุธูŠู…)، ูˆูƒู‚ูˆู„ูƒ : ุนู„ู‰ ุฒูŠุฏ ู…ุงู„، ูˆู„ูŠุณ ุงู„ู…ุฑุงุฏ ุจุฐู„ูƒ ุนู„ูˆًّุง ุจุงู„ู…ูƒุงู†، ูˆุฅุฐุง ู„ู… ูŠูƒู† ู…ุนู†ู‰ "ุนู„ู‰" ู…ุฎุชุตًุง ุจุนู„ูˆ ุงู„ู…ูƒุงู†، ูู‚ุฏ ุจุงู† ุฃู† ู…ุนู†ุงู‡ ุนู„ูˆٌّ ุนู„ู‰ ู…ุง ูŠู„ูŠู‚ ุจู‡ ู…ู…ุง ู„ุง ูŠู‚ุชุถูŠ ุงู„ู…ูƒุงู†.

Adapun firman Allah Alaa Kursiyyihi yaitu firman Allah Arrohmanu alal Arsyistawa, telah kami jelaskan 'alaa' sebelumnya, bahwa 'alaa' terbagi atas beberapa makna, salah satu diantaranya : ketinggian kemuliaan, kedudukan dan tingkatan. Yang kedua seperti firman Allah : Innaka la'ala khuluqin azhiimin dan seperti ucapanmu : 'Alaa zaidin maalun, bukanlah yang dikehendaki ketinggian tempat. Ketika makna 'alaa' tidak terkhushush pada ketinggian tempat, maka sungguh nyata bahwa maknanya jauh dari apa yg pantas kepada Allah dari sesuatu yang menghendaki makna tempat.

--------------------

Kalo kita beraqidah seperti kaum Mujassimah dan Musyabbihah WAHABI SALAFY yg menyatakan Allah itu ada diatas arsy,  maka bagaimana kalo kita menghadapi dalil-dalil Allah turun ke langit dunia, Allah di depan orang yg sedang sholat, Allah ada dimanapun kita menghadap, Allah dekat...???

Alhamdulillah kitab beraqidah Ahlus Sunnah wal Jama'ah : Allah maujud bilaa makaaan, Allah ada tanpa butuh tempat......

Wallaahu a'lam....

Sumber FB Ustadz : Dodi ElHasyimi

18 Mei 2021· 

© Terima kasih telah membaca Kajian Islam Ahlussunnah wal Jama’ah dengan judul "Makna Ketinggian Allah Menurut Ahlus Sunnah". Semoga Allah ๏ทป senantiasa menganugerahkan ilmu yang bermanfaat, taufiq, dan hidayah kepada kita semua. Aamiin.