3 Tanda Allah Sedang Menjauhkanmu dari Neraka, Sering Tak Disadari

3 Tanda Allah Sedang Menjauhkanmu dari Neraka, Sering Tak Disadari

3 Tanda Allah Sedang Menghapus Namamu Dari DAFTAR PENGHUNI NERAKA Tanpa Kamu Sadari 

Disarikan Dari Kitab At-Taqwa Karya Ibnul Qayyim Al-Jauziyah & Jami'ul Ulum wal Hikam Karya Ibnu Rajab Al-Hanbali Rahimahullah

_____

Banyak hamba berdoa agar terhindar dari neraka. Tetapi tidak semua menyadari bahwa terkadang Allah mengabulkannya bukan dengan jawaban yang terdengar, melainkan dengan perubahan kecil di dalam hati.

Ibnu Rajab Al-Hanbali dan Ibnul Qayyim Al-Jauziyah menjelaskan, ada hamba yang namanya sedang dipindahkan secara diam-diam dari daftar penghuni neraka menuju daftar penghuni surga.

Pemindahannya tidak dengan pengumuman. Tetapi dengan tiga tanda yang Allah tanamkan di hatinya.

Jika tiga tanda ini ada padamu, maka itu adalah kabar gembira.

---

> Tanda Pertama: Diberi Rasa Takut Berbuat Dosa Padahal Kesempatan Ada

Pintu maksiat terbuka. Tidak ada yang melihat. Tidak ada yang melarang. Secara logika aman.

Tetapi tiba-tiba hatimu bergetar. Ada rasa takut, rasa tidak enak, rasa enggan yang muncul tanpa sebab.

Itu bukan kebetulan. Itu adalah penjagaan.

Ibnu Rajab berkata:

مَنْ خَافَ اللَّهَ فِي الْخَلْوَةِ كَفَاهُ اللَّهُ فِي الْعَلَنِ

"Barang siapa takut kepada Allah saat sendirian, maka Allah akan menjaganya saat di keramaian."

Allah berfirman:

وَأَمَّا مَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِ وَنَهَى النَّفْسَ عَنِ الْهَوَىٰ فَإِنَّ الْجَنَّةَ هِيَ الْمَأْوَىٰ

"Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya, maka sesungguhnya surgalah tempat tinggalnya."

(QS. An-Naziat: 40-41)

Rasa takut berbuat dosa saat sendirian adalah tanda Allah masih menginginkanmu. Banyak penghuni neraka adalah mereka yang kehilangan rasa takut ini. Mereka bermaksiat tanpa getar.

Jika hari ini kamu masih merasa takut sebelum bermaksiat, padahal kesempatan ada, maka itu tanda namamu sedang dijauhkan dari neraka.

---

> Tanda Kedua: Diberi Rasa Berat Meninggalkan Sholat Meski Dalam Keadaan Lelah

Tubuh lelah, mata mengantuk, pekerjaan menumpuk. Secara logika ada alasan untuk menunda shalat.

Tetapi hatimu tidak tenang. Ada yang mengganjal jika shalat ditinggalkan. Ada rasa bersalah yang tidak bisa dijelaskan.

Ibnul Qayyim berkata dalam kitab At-Taqwa:

عَلَامَةُ التَّقْوَى أَنْ تَجِدَ فِي قَلْبِكَ وَحْشَةً إِذَا تَرَكْتَ الطَّاعَةَ

"Tanda ketakwaan adalah ketika engkau merasakan kegelisahan di hatimu jika meninggalkan ketaatan."

Shalat adalah pembeda. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

الْعَهْدُ الَّذِي بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمُ الصَّلَاةُ، فَمَنْ تَرَكَهَا فَقَدْ كَفَرَ

"Perjanjian antara kami dan mereka adalah shalat. Barang siapa meninggalkannya, maka ia telah kafir."

(HR. Tirmidzi)

Jika Allah masih membuat hatimu berat meninggalkan shalat, itu artinya Allah masih ingin menjaga perjanjian antara kamu dengan-Nya.

Orang yang namanya sedang dihapus dari daftar neraka tidak akan dibiarkan tenang saat meninggalkan shalat. Ia akan terus digelisahkan hingga ia kembali bersujud.

Jika hari ini kamu masih merasa tidak enak saat telat shalat, bersyukurlah. Itu adalah tanda Allah belum melepasmu.

---

> Tanda Ketiga: Diberi Rasa Tidak Nyaman Berteman Dengan Orang Yang Melalaikan Allah

Dulu berkumpul dengan siapa saja terasa nyaman. Membicarakan apa saja terasa asyik.

Kini ada rasa tidak nyaman. Ketika obrolan mulai mengarah kepada ghibah, kepada pamer, kepada merendahkan orang lain, hatimu ingin pergi.

Kamu tidak membenci orangnya. Tetapi kamu tidak nyaman dengan suasananya.

Ibnu Rajab menjelaskan:

إِذَا أَرَادَ اللَّهُ بِعَبْدٍ خَيْرًا حَبَّبَ إِلَيْهِ الْخَلْوَةَ وَكَرَّهَ إِلَيْهِ مُخَالَطَةَ الْغَافِلِينَ

"Jika Allah menginginkan kebaikan untuk seorang hamba, Allah akan membuatnya cinta kesendirian dan membuatnya benci bergaul dengan orang-orang yang lalai."

Ini bukan berarti menjadi antisosial. Ini adalah seleksi alami dari Allah.

Allah sedang membersihkan lingkaran pertemananmu. Karena teman adalah cermin masa depan.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

الْمَرْءُ عَلَى دِينِ خَلِيلِهِ، فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ

"Seseorang itu tergantung pada agama temannya. Maka hendaklah salah seorang dari kalian memperhatikan siapa yang menjadi temannya."

(HR. Abu Dawud)

Jika hari ini kamu mulai tidak nyaman duduk lama dengan orang yang melalaikan Allah, dan justru rindu duduk dengan orang yang mengingatkan kepada Allah, maka itu adalah tanda perpindahan.

Namamu sedang dipindahkan dari lingkungan yang mendekatkan ke neraka, menuju lingkungan yang mendekatkan ke surga.

---

~ Muhasabah

Ibnu Rajab menutup bab ini dengan kalimat yang sangat menenangkan:

إِنَّ اللَّهَ إِذَا أَحَبَّ عَبْدًا جَعَلَ فِي قَلْبِهِ ثَلَاثًا: خَوْفًا لَا يُفَارِقُهُ، وَشَوْقًا لَا يَنْتَهِي، وَأُنْسًا لَا يَزُولُ

"Sesungguhnya jika Allah mencintai seorang hamba, Allah akan menjadikan di hatinya tiga hal: rasa takut yang tidak pernah hilang, rasa rindu yang tidak pernah habis, dan rasa nyaman yang tidak pernah lenyap bersama Allah."

Tiga tanda di atas adalah wujud dari rasa takut, rindu, dan nyaman tersebut.

~ Penutup

Jangan menunggu mimpi atau tanda besar dari langit untuk memastikan apakah kamu termasuk penghuni surga atau neraka.

Lihatlah hatimu hari ini.

Jika kamu masih takut berbuat dosa padahal kesempatan ada, jika kamu masih berat meninggalkan shalat meski lelah, dan jika kamu mulai tidak nyaman dengan pergaulan yang melalaikan Allah, maka berbahagialah.

Itu adalah tiga tanda bahwa Allah sedang menghapus namamu dari daftar penghuni neraka tanpa kamu sadari.

Pertahankan. Karena siapa yang dijaga oleh Allah, tidak akan ada yang bisa mencelakakannya.

Wallahu a'lam bishawab. 

​Sumber Facebook Ustadz : Dafa Naufal

© Terima kasih telah membaca Kajian Islam Ahlussunnah wal Jama’ah dengan judul " 3 Tanda Allah Sedang Menjauhkanmu dari Neraka, Sering Tak Disadari". Semoga Allah ﷻ senantiasa menganugerahkan ilmu yang bermanfaat, taufiq, dan hidayah kepada kita semua. Aamiin.
#tasawuf