Maksud Ucapan Imam Syafi’i tentang Tasawuf dan Akal

Maksud Ucapan Imam Syafi’i tentang Tasawuf dan Akal

Maksud Ungkapan al-Imam al-Syafi'i

روى أبو نعيم عن يونس بن عبد الأعلى قال: سمعت الشافعي رضي الله تعالى عنه يقول: لو أن رجلا عاقلا تصوف لم يأت الظهر حتى يصير أحمق

Abu Nu'aim meriwayatkan dari Yunus bin Abdil A'la, ia berkata: Aku mendengar al-Syafi'i radhiyallahu 'anhu mengatakan: Seandainya seseorang berakal menempuh jalan tasawuf, belum sampai dhuhur hingga menjadi ahmaq/bodoh.

قلت: كثيرا ما كنت أحسب أن الشافعي - رضي الله عنه - أراد بذلك ذم التصوف كما فهمه من كلامه غير واحد، ثم ظهر لي أنه لا يريد الذم لأن العاقل لا يدخل في باب إلا خرج من عهدة ما فيه، والتصوف إذا أريد به التعبد وتطهير القلب من الأخلاق الذميمة، وتبديل الأخلاق الجميلة بها، والتأدب بآداب الشريعة فلا ينبغي ذمه أصلا.

Komentarku (al-Imam Najmuddin al-Ghazzi al-Syafi'i):

Dulu aku sering menyangka bahwa maksud ungkapan (al-Imam) al-Syafi‘i radhiyallahu 'anhu itu untuk mencela tasawuf, sebagaimana dipahami oleh tak sedikit orang dari ungkapan beliau tersebut. Namun kemudian terang bagiku bahwa maksud beliau tidaklah mencelanya. Sebab orang yang berakal tidak akan menekuni suatu jalan kecuali setelah memahami seluruh tanggung jawabnya. Adapun tasawuf, jika dimaksudkan sebagai jalan ibadah, penyucian hati dari sifat-sifat tercela, menggantinya dengan akhlak mulia, dan beradab sesuai syariat, maka tidak ada alasan sama sekali untuk mencelanya.

وإنما أراد الشافعي رضي الله تعالى عنه أن العاقل إذا تصوف رفض الدنيا، ولم يعبأ بها، وآثر زي الفقراء، وغلب عليه الحب والوله، وخوف العاقبة، فتبدو عليه أحوال هي عند أهل الدنيا من صفات المجانين، وسمات الحمقى والمغفلين، وذلك على حد قوله - ﷺ -: «أكثروا ذكر الله حتى يقولوا: مجنون». فقول الشافعي: حتى يصير أحمق معناه: حتى يرى الناس أنه أحمق.

Hanya saja maksud (al-Imam) al-Syafi‘i radhiyallahu 'anhu adalah bahwa orang yang berakal, apabila ia menempuh jalan tasawuf, ia akan meninggalkan dunia dan tidak lagi memedulikannya; ia lebih memilih penampilan hidup seperti kaum fakir; dikuasai oleh cinta dan kerinduan (kepada Allah), serta rasa khawatir terhadap akibat kehidupannya. Sehingga, tampaklah pada dirinya ahwâl yang menurut pandangan para pecinta dunia, termasuk sifat orang-orang gila serta ciri-ciri orang bodoh dan dungu. Hal ini sesuai dengan sabda Nabi ﷺ: Perbanyaklah zikir kepada Allah hingga mereka berkata: “Ia gila."

Oleh karena itu, ungkapan (al-Imam) al-Syafi'i: "hingga menjadi ahmaq/bodoh" maksudnya adalah: hingga manusia memandangnya sebagai orang bodoh.”

حسن التنبه لما ورد في التشبيه ج ١٠ ص ٤١-٤٢

Sumber FB Ustadz : Nur Hasim

© Terima kasih telah membaca Kajian Islam Ahlussunnah wal Jama’ah dengan judul "Maksud Ucapan Imam Syafi’i tentang Tasawuf dan Akal". Semoga Allah ﷻ senantiasa menganugerahkan ilmu yang bermanfaat, taufiq, dan hidayah kepada kita semua. Aamiin.

Kajian Favorit