Apakah Berwudhu dengan Air Minum atau Aqua Haram?

APAKAH BERWUDHU' DENGAN AIR MINUM ATAU AQUA HARAM?

APAKAH BERWUDHU' DENGAN AIR MINUM ATAU AQUA HARAM?

Dalam fiqh hal pertama yang paling mendasar untuk diketahui adalah memahami istilah-istilah fiqh yang ada di kitab-kitab ulama'. Ketika kita salah memahaminya, maka kesimpulan hukumnya juga akan salah fatal. 

Sebagai contoh adalah hukum bersuci dengan air yang musabbal untuk minum (المسبل للشرب) di beberapa kitab fiqh hukumnya haram meskipun tetap sah. Sebelum menyimpulkan hukum kita harus faham dulu apa arti dari istilah musabbal (المسبل) tersebut.

Musabbal merupakan ism maf'ul dari mashdar tasbil (تسبيل). Dalam kitab Al-Mausu'ah Al-Fiqhiyyah Al-Kuwaitiyyah disebutkan 

التَّسْبِيل لُغَةً وَاصْطِلاَحًا جَعْل الشَّيْءِ فِي سَبِيل اللَّهِ. - وَيُطْلَقُ التَّسْبِيل أَيْضًا - اصْطِلاَحًا - عَلَى الْوَقْفِ، يُقَال: سَبَّلْت الدَّارَ أَيْ وَقَفْتهَا. فَالتَّسْبِيل مِنْ أَلْفَاظِ الْوَقْفِ الصَّرِيحَةِ عِنْدَ الشَّافِعِيَّةِ وَالْحَنَابِلَةِ.- فَلَفْظُ التَّسْبِيل صَرِيحٌ فِي الْوَقْفِ؛ لأَِنَّهُ مَوْضُوعٌ لَهُ وَمَعْرُوفٌ فِيهِ، وَثَبَتَ لَهُ عُرْفُ الشَّرْعِ، فَإِنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَال لِعُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ: إِنْ شِئْتَ حَبَسْتَ أَصْلَهَا وَسَبَّلْتَ ثَمَرَتَهَا فَصَارَ هَذَا اللَّفْظُ فِي الْوَقْفِ كَلَفْظِ التَّطْلِيقِ فِي الطَّلاَقِ. [مجموعة من المؤلفين، الموسوعة الفقهية الكويتية، ٢٩٢/١١]

"At-tasbīl secara bahasa dan istilah berarti menjadikan sesuatu berada di jalan Allah. Istilah tasbīl juga digunakan—dalam pengertian terminologis—untuk menyebut wakaf. Dikatakan: “sabbaltu ad-dār” yakni “aku mewakafkan rumah itu”. Dengan demikian, tasbīl termasuk lafaz wakaf yang sharīḥ (tegas/jelas) menurut mazhab Syafi‘iyyah dan Hanabilah. Lafaz tasbīl adalah lafaz yang tegas dalam wakaf, karena memang ditetapkan untuk makna tersebut, dikenal penggunaannya, dan telah memiliki dasar dalam ‘urf syar‘i. Hal ini berdasarkan sabda Nabi ﷺ kepada Umar رضي الله عنه: “Jika engkau mau, tahanlah pokok hartanya dan tasbilkan atau sedekahkan (wakafkan) hasilnya.”

Berdasarkan penjelasan di atas, ta'bir kitab-kitab fiqh Syafi'i tentang haramnya bersuci dengan air musabbal berlaku untuk air yang diwakafkan atau disedekahkan khusus untuk minum. Menggunakan air tersebut untuk bersuci berarti tidak sesuai dengan peruntukannya. 

Ta'bir tersebut tidak boleh difahami sebagai keharaman bersuci atau wudhu' dengan air minum seperti AMDK Santri, Le Mineral dan lainnya selama memang itu milik kita bukan air yang diwakafkan atau disedekahkan untuk minuman. Berbeda dengan air minum yang disediakan di masjid-masjid atau air zam-zam yang disediakan untuk minum di Masjidil Haram dan masjid Nabawi, maka haram digunakan bersuci karena memang disediakan khusus untuk minum. Wallahu alam 

Sumber FB Ustadz : Abdul Wahid Alfaizin

© Terima kasih telah membaca Kajian Islam Ahlussunnah wal Jama’ah dengan judul "Apakah Berwudhu dengan Air Minum atau Aqua Haram?". Semoga Allah ﷻ senantiasa menganugerahkan ilmu yang bermanfaat, taufiq, dan hidayah kepada kita semua. Aamiin.

Kajian Favorit