Pengertian Penyimpangan Aqidah dalam Islam Menurut Ahlussunnah wal Jama’ah

Pengertian Penyimpangan Aqidah dalam Islam Menurut Ahlussunnah wal Jama’ah

Aqidah merupakan fondasi utama dalam agama Islam. Seluruh amal ibadah, akhlak, dan perilaku seorang muslim sangat bergantung pada lurus atau tidaknya aqidah yang diyakini. Oleh karena itu, Islam memberikan perhatian besar terhadap penjagaan kemurnian aqidah dari segala bentuk penyimpangan yang dapat merusak iman seseorang.

Dalam sejarah Islam, muncul berbagai pemikiran dan aliran yang menyimpang dari ajaran tauhid yang murni. Sebagian muncul karena kesalahan memahami dalil, sebagian lain karena mengikuti hawa nafsu, dan tidak sedikit yang terpengaruh oleh filsafat atau ideologi di luar Islam. Ahlussunnah wal Jama’ah hadir sebagai manhaj yang menjaga keseimbangan antara dalil naqli dan akal yang sehat.

Makna Aqidah dalam Islam

Secara bahasa, aqidah berasal dari kata ‘aqada yang berarti mengikat atau mengokohkan. Secara istilah, aqidah adalah keyakinan yang tertanam kuat dalam hati tentang kebenaran Allah, Rasul-Nya, kitab-kitab-Nya, malaikat, hari akhir, serta takdir, tanpa keraguan sedikit pun.

Aqidah yang benar tidak hanya diketahui, tetapi diyakini dengan sepenuh hati dan tercermin dalam sikap hidup. Karena itu, penyimpangan aqidah bukan sekadar kesalahan intelektual, tetapi juga dapat berdampak besar terhadap praktik keberagamaan dan kehidupan sosial umat Islam.

Pengertian Penyimpangan Aqidah

Penyimpangan aqidah adalah segala bentuk keyakinan, pemahaman, atau ajaran yang menyelisihi prinsip-prinsip dasar aqidah Islam yang bersumber dari Al-Qur’an, Sunnah Nabi ﷺ, ijma’ ulama, dan pemahaman para ulama salaf.

Penyimpangan ini bisa terjadi secara terang-terangan, seperti pengingkaran terhadap Allah atau wahyu, dan bisa pula terjadi secara halus melalui penafsiran dalil yang keliru, sikap berlebihan dalam beragama, atau mencampuradukkan ajaran Islam dengan pemikiran asing.

Bentuk-Bentuk Penyimpangan Aqidah

1. Syirik

Syirik adalah mempersekutukan Allah dengan sesuatu dalam hal rububiyah, uluhiyah, atau asma’ dan sifat-Nya. Syirik merupakan dosa terbesar dan penyimpangan aqidah paling berbahaya karena merusak tauhid yang menjadi inti ajaran Islam.

2. Ghuluw (Berlebihan dalam Agama)

Ghuluw adalah sikap melampaui batas dalam beragama, baik dalam memuji seseorang secara berlebihan maupun dalam menetapkan hukum tanpa landasan yang benar. Sikap ini sering muncul dengan niat baik, namun justru menjerumuskan pada kesesatan.

3. Takfir Tanpa Hak

Takfir adalah mengkafirkan sesama muslim tanpa dasar yang sah. Ahlussunnah wal Jama’ah sangat berhati-hati dalam masalah ini karena kesalahan dalam takfir dapat berakibat fatal bagi persatuan umat dan keselamatan agama.

4. Liberalisme dan Penolakan Wahyu

Sebagian penyimpangan aqidah muncul dalam bentuk penafsiran agama yang melepaskan diri dari otoritas wahyu dan ulama, serta menjadikan akal dan kebebasan berpikir sebagai hakim mutlak. Hal ini bertentangan dengan prinsip Islam yang menempatkan wahyu sebagai sumber kebenaran tertinggi.

Penyebab Terjadinya Penyimpangan Aqidah

  • Kurangnya ilmu agama yang shahih
  • Tidak merujuk kepada ulama mu’tabar
  • Fanatisme kelompok dan tokoh
  • Pengaruh ideologi dan budaya asing
  • Memahami dalil secara parsial dan tekstual semata

Ahlussunnah wal Jama’ah menekankan bahwa ilmu harus dipelajari melalui sanad keilmuan yang jelas dan bimbingan ulama, bukan hanya dari logika pribadi atau potongan dalil.

Sikap Ahlussunnah wal Jama’ah terhadap Penyimpangan

Dalam menghadapi penyimpangan aqidah, Ahlussunnah wal Jama’ah menempuh jalan tengah: tegas terhadap kesesatan, namun tetap menjunjung tinggi adab, keadilan, dan hikmah. Penyimpangan dijelaskan dengan hujjah ilmiah, bukan dengan caci maki atau kekerasan.

Tujuan utama dari penjelasan ini bukan untuk menjatuhkan, melainkan untuk menyelamatkan aqidah umat dan mengembalikan mereka kepada jalan yang lurus.

Penutup

Memahami penyimpangan aqidah merupakan bagian penting dari menjaga kemurnian iman. Dengan ilmu yang benar dan sikap yang bijak, umat Islam dapat membedakan antara ajaran Islam yang murni dan pemikiran yang menyimpang.

Semoga kajian ini menjadi bekal bagi kita semua untuk tetap istiqamah di atas manhaj Ahlussunnah wal Jama’ah dan terhindar dari berbagai bentuk kesesatan yang merusak agama.

© Terima kasih telah membaca Kajian Islam Ahlussunnah wal Jama’ah dengan judul "Pengertian Penyimpangan Aqidah dalam Islam Menurut Ahlussunnah wal Jama’ah". Semoga Allah ﷻ senantiasa menganugerahkan ilmu yang bermanfaat, taufiq, dan hidayah kepada kita semua. Aamiin.

Kajian Favorit