Keluarga Sakinah dalam Islam: Tanggung Jawab Suami, Istri, dan Pendidikan Anak Menurut Ahlussunnah wal Jama’ah
Keluarga merupakan fondasi utama dalam kehidupan sosial umat Islam. Dari keluargalah lahir generasi yang beriman, berakhlak, dan berilmu. Islam tidak memandang keluarga sekadar ikatan biologis, tetapi sebagai amanah besar yang harus dikelola dengan iman, tanggung jawab, dan adab.
Dalam manhaj Ahlussunnah wal Jama’ah, keluarga sakinah bukan hanya rumah tangga yang tenteram secara lahir, tetapi juga dipenuhi ketenangan batin, ketaatan kepada Allah, serta akhlak yang mulia.
Makna Keluarga Sakinah
Kata sakinah mengandung makna ketenangan, ketenteraman, dan kedamaian. Keluarga sakinah adalah keluarga yang dibangun di atas iman, cinta, dan kasih sayang, serta diikat oleh komitmen menjalankan syariat Islam dalam kehidupan sehari-hari.
Ahlussunnah wal Jama’ah menegaskan bahwa sakinah tidak hadir secara instan, melainkan melalui proses pendidikan iman, kesabaran, dan saling memahami antara anggota keluarga.
Tanggung Jawab Suami dalam Keluarga
Suami memiliki peran sebagai pemimpin keluarga. Kepemimpinan ini bukan bentuk dominasi, melainkan amanah untuk membimbing, melindungi, dan memenuhi kebutuhan lahir maupun batin keluarganya.
Dalam pandangan Aswaja, suami berkewajiban memberikan nafkah yang halal, mendidik istri dan anak-anak dalam ketaatan, serta menjadi teladan dalam akhlak dan ibadah.
Tanggung Jawab Istri dalam Keluarga
Istri adalah tiang rumah tangga. Perannya sangat penting dalam menciptakan suasana sakinah. Istri dituntut menjaga kehormatan diri, harta, dan kepercayaan suami, serta mendidik anak-anak dengan kasih sayang.
Ahlussunnah wal Jama’ah memandang peran istri sebagai pendamping suami dalam kebaikan, bukan sekadar pelengkap, melainkan mitra dalam membangun keluarga yang diridhai Allah.
Hak dan Kewajiban yang Seimbang
Keluarga sakinah tidak akan terwujud tanpa keseimbangan antara hak dan kewajiban. Islam menolak sikap sewenang-wenang maupun pengabaian tanggung jawab.
Setiap anggota keluarga memiliki hak yang harus dipenuhi dan kewajiban yang harus ditunaikan, sesuai dengan tuntunan syariat dan adab Islami.
Pendidikan Anak sebagai Amanah Besar
Anak adalah amanah yang kelak akan dimintai pertanggungjawaban. Pendidikan anak dalam Islam tidak hanya berfokus pada kecerdasan intelektual, tetapi juga pembinaan iman, akhlak, dan adab.
Dalam manhaj Ahlussunnah wal Jama’ah, pendidikan anak dimulai sejak dini melalui keteladanan orang tua, pembiasaan ibadah, serta penanaman nilai kejujuran dan tanggung jawab.
Peran Keteladanan Orang Tua
Anak belajar lebih banyak dari apa yang ia lihat dibandingkan apa yang ia dengar. Oleh karena itu, orang tua harus menjadi contoh nyata dalam akhlak, ibadah, dan interaksi sosial.
Keteladanan yang baik akan membentuk karakter anak secara alami dan mendalam.
Tantangan Keluarga Muslim di Era Modern
Perkembangan zaman membawa tantangan tersendiri bagi keluarga muslim, mulai dari pengaruh media, gaya hidup materialistis, hingga melemahnya nilai adab.
Ahlussunnah wal Jama’ah menekankan pentingnya memperkuat iman, komunikasi keluarga, dan pengawasan yang bijak agar keluarga tetap berada di jalur yang lurus.
Penutup: Keluarga sebagai Pilar Peradaban
Keluarga sakinah adalah pilar peradaban Islam. Dari keluarga yang baik akan lahir masyarakat yang beradab dan umat yang kuat.
Dengan menjalankan peran masing-masing sesuai tuntunan Ahlussunnah wal Jama’ah, keluarga muslim dapat menjadi sumber ketenteraman, keberkahan, dan keselamatan dunia akhirat.