Pendahuluan
Ilmu memiliki kedudukan yang sangat tinggi dalam Islam. Melalui ilmu, seorang muslim mampu mengenal Allah, memahami syariat-Nya, serta menata kehidupan dengan benar. Namun, dalam manhaj Ahlussunnah wal Jama’ah, ilmu tidak pernah dipisahkan dari akhlak. Ilmu tanpa adab justru dapat menjadi sumber kerusakan, baik bagi individu maupun masyarakat.
Oleh karena itu, para ulama menekankan pentingnya akhlak terhadap ilmu dan ulama. Menuntut ilmu bukan sekadar aktivitas intelektual, tetapi ibadah yang membutuhkan niat lurus, adab yang benar, dan sikap tawadhu’. Akhlak inilah yang menjaga ilmu tetap membawa keberkahan.
Kedudukan Ilmu dalam Islam
Ilmu merupakan cahaya yang menerangi hati dan akal manusia. Dalam kajian Ahlussunnah wal Jama’ah, ilmu dipahami sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah, bukan alat untuk mencari popularitas atau kemenangan dalam perdebatan. Oleh sebab itu, ilmu selalu diiringi dengan tanggung jawab moral.
Para ulama menjelaskan bahwa semakin tinggi ilmu seseorang, seharusnya semakin besar rasa takutnya kepada Allah dan semakin lembut akhlaknya. Ilmu yang tidak melahirkan akhlak mulia dianggap sebagai ilmu yang belum sempurna.
Akhlak dalam Menuntut Ilmu
1. Meluruskan Niat
Niat merupakan fondasi utama dalam menuntut ilmu. Dalam tradisi Aswaja, menuntut ilmu diniatkan untuk mencari ridha Allah, menghilangkan kebodohan dari diri sendiri, serta memberi manfaat kepada umat. Niat yang salah akan menghilangkan keberkahan ilmu meskipun seseorang menguasai banyak pengetahuan.
2. Tawadhu’ dan Rendah Hati
Tawadhu’ adalah akhlak yang wajib dimiliki oleh penuntut ilmu. Ulama mengingatkan bahwa kesombongan merupakan penghalang utama datangnya keberkahan ilmu. Seseorang yang merasa sudah paling benar akan sulit menerima kebenaran dari orang lain.
3. Sabar dalam Proses Belajar
Ilmu tidak diperoleh secara instan. Para ulama terdahulu menempuh perjalanan panjang, menghadapi kesulitan, dan mengorbankan kenyamanan demi memperoleh ilmu. Kesabaran dalam belajar merupakan bagian dari akhlak yang harus ditanamkan sejak awal.
Akhlak terhadap Ulama dan Guru
Ulama dan guru memiliki kedudukan mulia sebagai pewaris para nabi. Dalam manhaj Ahlussunnah wal Jama’ah, menghormati ulama bukanlah bentuk kultus, melainkan penghormatan terhadap ilmu dan peran mereka dalam menjaga agama.
Akhlak kepada ulama diwujudkan dengan cara berbicara yang santun, tidak merendahkan pendapat mereka, serta menjaga kehormatan mereka meskipun terdapat perbedaan pandangan. Kritik ilmiah tetap dibolehkan, namun harus disampaikan dengan adab dan argumentasi yang bertanggung jawab.
Akhlak dalam Mengamalkan Ilmu
Ilmu yang benar akan tercermin dalam amal perbuatan. Dalam kajian Aswaja, mengamalkan ilmu merupakan bentuk kejujuran terhadap pengetahuan yang dimiliki. Orang yang berilmu tetapi tidak mengamalkannya diibaratkan seperti lampu yang menerangi orang lain namun membakar dirinya sendiri.
Akhlak dalam mengamalkan ilmu juga berarti menghindari sikap merasa lebih suci dari orang lain. Ulama tasawuf mengingatkan bahwa amal yang disertai ujub dan riya’ justru merusak nilai ibadah itu sendiri.
Akhlak dalam Menyampaikan Ilmu
Menyampaikan ilmu merupakan amanah besar. Dalam tradisi Ahlussunnah wal Jama’ah, ilmu harus disampaikan dengan hikmah, kasih sayang, dan mempertimbangkan kondisi mad’u. Penyampaian ilmu yang kasar dan merendahkan justru akan menjauhkan manusia dari kebenaran.
Di era digital, akhlak dalam menyampaikan ilmu menjadi semakin penting. Media sosial sering menjadikan ilmu sebagai alat debat dan sensasi. Ulama mengingatkan agar ilmu tidak disebarkan tanpa sanad, konteks, dan tanggung jawab ilmiah.
Ilmu, Akhlak, dan Keselamatan Umat
Akhlak terhadap ilmu dan ulama memiliki dampak besar terhadap keselamatan umat. Ketika ilmu dihormati dan diamalkan dengan adab, umat akan terjaga dari perpecahan dan penyimpangan. Sebaliknya, ketika ilmu dipisahkan dari akhlak, ia dapat menjadi sumber fitnah dan konflik.
Oleh karena itu, para ulama Ahlussunnah wal Jama’ah selalu menekankan keseimbangan antara ilmu, amal, dan akhlak. Inilah warisan keilmuan Islam yang perlu terus dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Penutup
Akhlak terhadap ilmu dan ulama merupakan pilar penting dalam membangun peradaban Islam yang sehat. Ilmu bukan sekadar pengetahuan, tetapi amanah yang harus dijaga dengan niat lurus, adab, dan tanggung jawab.
Dengan menjunjung tinggi akhlak keilmuan, umat Islam akan mampu menjaga kemurnian ajaran agama sekaligus menghadirkan Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam.
Pilar Akhlaq, Adab & TasawufManhaj Ahlussunnah wal Jama’ah Pilar Utama Kajian Ulama
Landasan Keilmuan Islam