Membidahkan Tapi Dengan Metodologi Bidah
Suatu amalan, ditetapkan pensyariatannya tidak hanya dengan contoh dari Nabi secara persis. Tapi, bisa jadi (dan ini sering terjadi) didasarkan pada dalil-dalil yang bersifat mutlak atau umum. Artinya, ada amalan-amalan yang kalau kita cari contohnya dari nabi secara persis, maka tidak kita temukan. Tapi tidak bisa langsung kita hakimi sebagai kebidahan. Sebab, mungkin ada dalilnya sekalipun bersifat mutlak atau umum. Dimana, dalil seperti ini mengandung kemutlakkan atau keumuman. Sehingga amalan-amalan tersebut telah berada di bawah dalil mutlak atau umum tersebut. Justru mereka yang secara gegabah menghakimi setiap perkara yang tidak ada contohnya (secara persis) dari nabi merupakan kebidahan, perilaku mereka seperti ini justru merupakan kebidahan tersendiri. Membidahkan suatu amalan dengan metodologi bidah.
Perhatikan nukilan berikut ;
ูู ِู ุงูู َُูุฑَّุฑِ ูู ุนِูู ِ ุงูุฃุตูู ุฃَّู ุงูุฃู ุฑَ ุงูู ُุทََْูู َููุชَุถِู ุงูุนُู ُูู َ ุงูุจَุฏََِّูู ูู ุงูุฃุดุฎุงุต ูุงูุฃุญูุงู ูุงูุฃุฒู َِูุฉِ ูุงูุฃู َِููุฉِ، ูุฅุฐุง ุดَุฑَุนَ ุงُููู ุชุนุงูู ุฃู ุฑًุง ุนูู ุฌูุฉ ุงูุนُู ُูู ِ ุฃู ุงูุฅุทูุงู ูุฅูู ُูุคุฎَุฐُ ุนูู ุนُู ُูู ِِู ูุณَุนَุชِِู، ููุง َูุตِุญُّ ุชَุฎุตِูุตُُู ููุง ุชَِูููุฏُُู ุจูุฌٍู ุฏَُูู ูุฌٍู ุฅَّูุง ุจุฏٍููู، ูุฅَّูุง ูุงู ุฐูู ุจุงุจًุง ู ِู ุฃุจูุงุจ ุงِูุงุจุชِุฏَุงุนِ ูู ุงูุฏِّูู ุจِุชَุถِِْููู ู ุง َูุณَّุนَُู ุงُููู ูุฑุณُُููู ุตูู ุงููู ุนููู ูุขูู ูุณูู
"Telah ditetapkan dalam ilmu Usul Fikih bahwa perintah yang mutlak (al-amr al-mutlaq) mengandung keumuman pengganti/alternatif (al-'umลซm al-badali) dalam hal orang, keadaan, waktu, dan tempat. Jika Allah Ta'ala mensyariatkan sesuatu secara umum atau mutlak, maka ia harus diambil dalam keumuman dan keluasan maknanya, dan tidak sah mengkhususkannya atau membatasinya kecuali dengan dalil. Jika tidak, itu akan menjadi salah satu pintu kebid'ahan dalam agama dengan mempersempit apa yang telah diluaskan oleh Allah dan Rasul-Nya shallallahu 'alaihi wa alihi wa sallam."
Apa kalian sudah paham apa maksud Al ‘Umum Al badali (keumuman pengganti/alternatif) di pembahasan di atas ? Dan apa bedanya dengan Al ‘Umum Asy Syumuli (keumuman yang bersifat menyeluruh) ? Coba tulis di kolom komentar, ya.
(Abdullah Al Jirani)
Sumber FB Ustadz : Abdullah Al Jirani
