Fatihah Tidak Diajarkan Nabi?
Saya selalu kesulitan untuk meyakinkan orang-orang yang baru belajar Islam yang sudah didoktrin oleh ustaz-ustaz Salafi dengan kata-kata "Kalau tidak ada contoh dari Nabi maka tinggalkan. Ibadah harus sesuai petunjuk Nabi".
Kalaupun saya tampilkan dalil-dalil sahih masih tetap ditolak oleh mereka. Tapi paling tidak, saya meyakinkan orang-orang yang tidak ikut kelompok Salafi.
Mari perhatikan. Imam Bukhari mencantumkan tata cara ibadah Sahabat yang tidak dicontohkan oleh Nabi:
ﻓﻜﺎﻥ ﺃﻭﻝ ﻣﻦ ﺳﻦ اﻟﺮﻛﻌﺘﻴﻦ ﻋﻨﺪ اﻟﻘﺘﻞ ﻫﻮ أي خبيبا
Orang yang pertama kali melakukan salat 2 rakaat sebelum perang adalah Khubaib (Sahih Bukhari)
Imam Bukhari yang ahli hadis dan perawi hadis-hadis bidah, tidak mengklaim bahwa Sahabat ini melakukan ibadah yang tidak dicontohkan oleh Nabi. Artinya, ranah ijtihad itu dibenarkan meskipun tidak dilakukan oleh Nabi.
Kali ini soal Fatihah. Kemarin saya cantumkan bagaimana Syekh Ibnu Qayyim mengamalkan bacaan Fatihah tapi tidak ada petunjuk dari Nabi. Sebab Nahdliyin selalu baca Fatihah di setiap waktu. Ke makam baca Fatihah. Ada majelis ilmu Fatihah lagi. Menutup doa lagi-lagi Fatihah.
Begini saja, dari pada saya capek-capek menjelaskan dalil hadis Fatihah sebagai doa dan amalan para ulama Salaf, termasuk Syekh Ibnu Taimiyah dan Syekh Ibnu Qayyim, mending anda membaca Buku yang mengulas secara tuntas Bab Fatihah karya Gus Dr Alvian Iqbal Zahasfan , lengkap dengan ijazah. Saya juga diminta memberi sambutan di buku tersebut dan saya ulas tentang doa Tajribah (manjur, mandhi Jawa). Silakan inbox beliau.
Sumber FB Ustadz : Ma'ruf Khozin