Kotoran Kucing Tidak Najis?

Kotoran Kucing Tidak Najis?

๐—ž๐—ข๐—ง๐—ข๐—ฅ๐—”๐—ก ๐—ž๐—จ๐—–๐—œ๐—ก๐—š ๐—ง๐—œ๐——๐—”๐—ž ๐—ก๐—”๐—๐—œ๐—ฆ ?

Maaf kiyai benarkah bahwa kotoran kucing itu tidaklah najis ?

๐—๐—ฎ๐˜„๐—ฎ๐—ฏ๐—ฎ๐—ป

Oleh Ustadz : Ahmad Syahrin Thoriq

Telah masuk pertanyaan yang serupa dari beberapa penanya, saya hitung sudah ada lebih sepuluh. Sampai saya bertanya-tanya apa sebabnya sampai begitu banyak yang bertanya ke kami tentang masalah ini.

Dalam madzhab syafi’i jelas bahwa semua kotoran hewan itu hukumnya najis. Sedangkan dalam pandangan ulama madzhab lainnya ada perbedaan pendapat tentang kenajisan kotoran hewan yang dimakan dagingnya. Seperti ayam, kambing, sapi, burung dan lainnya.

 Namun untuk kotoran hewan yang tidak dimakan dagingnya seperti kucing maka mayoritas ulama menetapkan kenajisannya.

 Ini adalah pendapat resmi dari empat madzhab termasuk sebagian Malikiyah yang memandang memakan kucing hukumnya makruh. Disebutkan dalam al Mausu’ah :

ูˆูŠุฑู‰ ุงู„ู…ุงู„ูƒูŠุฉ ู†ุฌุงุณุฉ ุจูˆู„ ุงู„ู‡ุฑุฉ

“Dan Malikiyah berpendapat najisnya kencing kucing...”[1]

Bahkan sebagian ulama ada yang mengatakan najisnya kotoran hewan yang tidak dimakan dagingnya adalah perkara yang telah disepakati adanya. Diantaranya seperti yang dinyatakan oleh beberapa ulama berikut ini :

Al imam Kasani al Hanafi rahimahullah berkata :

ูˆุจูˆู„ ู…ุง ู„ุง ูŠุคูƒู„ ู„ุญู…ู‡ ู†ุฌุณ ู†ุฌุงุณุฉ ุบู„ูŠุธุฉ ุจุงู„ุฅุฌู…ุงุน

"Kencing hewan yang tidak dimakan dagingnya adalah najis besar berdasarkan kesepakatan ulama."[2]

Al imam Ibnu Qudamah al Hanbali rahimahullah juga menyatakan :  

ูˆู…ุง ‌ุฎุฑุฌ ‌ู…ู† ‌ุงู„ุฅู†ุณุงู†، ‌ุฃูˆ ‌ุงู„ุจู‡ูŠู…ุฉ ‌ุงู„ุชู‰ ‌ู„ุง ‌ูŠุคูƒู„ ู„ุญู…ู‡ุง ู…ู† ุจูˆู„ ุฃูˆ ุบูŠุฑู‡، ูู‡ูˆ ู†ุฌุณ… ูู‡ุฐุง ู„ุง ู†ุนู„ู… ููŠ ู†ุฌุงุณุชู‡ ุฎู„ุงูุง

“Dan apapun yang keluar dari manusia, atau hewan yang tidak dimakan dagingnya dari air kencing dan semisalnya maka itu najis… dan tentang hal ini kami tidak mengetahui adanya perbedaan pendapat.”[3]

Ad Damiri asy Syafi’i rahimahullah  juga menyatakan :

ูุจูˆู„ ู…ุง ู„ุง ูŠุคูƒู„ ู„ุญู…ู‡ ู†ุฌุณ ุจุงู„ุฅุฌู…ุงุน

 “Kencing hewan yang tidak boleh dimakan dagingnya adalah najis menurut ijma’.”[4]

Meskipun ada sebagian ulama seperti al imam Ibnu Hajar al Asqalani yang membantah klaim ijma’ ini. Yakni Ketika beliau menjelaskan hadits-hadits di bab ke 66 dari kitab shahih Bukhari beliau berkata :

ูˆู‡ูˆ ูŠุฑุฏ ‌ุนู„ู‰ ‌ู…ู† ‌ู†ู‚ู„ ‌ุงู„ุฅุฌู…ุงุน ‌ุนู„ู‰ ู†ุฌุงุณุฉ ุจูˆู„ ุบูŠุฑ ุงู„ู…ุฃูƒูˆู„ ู…ุทู„ู‚ุง

“…Dan ini membantah terhadap nukilan adanya ijma’ atas najisnya kencing hewan yang tidak dimakan dagingnya secara mutlak.”[5]

๐—ž๐—ฒ๐˜€๐—ถ๐—บ๐—ฝ๐˜‚๐—น๐—ฎ๐—ป

Hukum kotoran kucing adalah najis menurut pendapat resmi empat madzhab. Bahkan Sebagian ulama menyatakan bahwa perkara ini telah disepakati oleh seluruh ulama kaum muslimin.

Wallahu a’lam.

•┈┈•••○○❁༺ฮฑั•ั‚༻❁○○•••┈┈•

[1] Al Mausu’ah al Fiqhiyyah al Kuwaitiyyah (42/266)

[2] Badai Shana'i (1/81)

[3] Al Mughni ( 2/490)

[4] An Najmu al Wahaj (1/410)

[5] Fath Bari (1/335)

~ Bintang model : Vavo 

Sumber FB Ustadz : Ahmad Syahrin Thoriq

© Terima kasih telah membaca Kajian Islam Ahlussunnah wal Jama’ah dengan judul "Kotoran Kucing Tidak Najis?". Semoga Allah ๏ทป senantiasa menganugerahkan ilmu yang bermanfaat, taufiq, dan hidayah kepada kita semua. Aamiin.