✍️ 10 Bukti Bahwa Pembahasan “Al Qur’an Bukan Makhluk” adalah Pembahasan Al Qur’an Sebagai SIFAT Allah
Sebagian orang mengira bahwa perdebatan “Apakah Al Qur’an adalah makhluk atau bukan makhluk?” di jaman Imam Ahmad, Imam Bukhori dan ulama lainnya adalah perdebatan tentang mushaf-mushaf dan tulisan-tulisan yang berada didalam mushaf-mushaf. Padahal, sebenarnya perdebatan di jaman itu adalah perdebatan dalam bab “SIFAT ALLAH”. Muktazilah mengingkari adanya sifat Kalam bagi Allah. Karena Al Qur’an adalah kalam Allah, maka secara otomatis Muktazilah juga mengingkari Al Qur’an sebagai sifat Allah. Oleh sebab itu, Muktazilah meyakini Al Qur’an adalah makhluk, karena menurut muktazilah, Al Qur’an bukanlah sifat Allah.
Sebaliknya, ulama Ahlussunnah meyakini bahwa Allah punya sifat Kalam. Karena Al Qur’an adalah Kalam Allah maka Al Qur’an adalah sifat Allah. Karena sifat Allah maka Al Qur’an bukanlah makhluk.
Itulah inti perdebatan di jaman Fitnah Kholqil Qur’an.
Silahkan simak 10 bukti berikut ini. Setelah menyimak 10 bukti berikut, saya harap tidak akan ada lagi orang yang meyakini bahwa di antara sifat Allah adalah mushaf dan tulisan dalam mushaf!
๐ข 1. Imam Ahmad bin Hanbal
ุงูุฌุงู ุน ูุนููู ุงูุฅู ุงู ุฃุญู ุฏ - ุงูุนููุฏุฉ 3/ 397:
ููุช: ุงููุฑุขู ุตูุฉ ู ู ุตูุงุช ุงَّููู ุชุนุงูู ูุตู ุจูุง ููุณู، ูุง ูููุฑ ุฐูู ููุง ูุฑุฏู
“Aku (Ahmad bin Hanbal) berkata “Al Qur’an adalah S I F A T dari sifat-sifat Allah Ta’ala yang Dia sifati dirinya dengannya. Kami tidak mengingkarinya dan tidak menolaknya”
๐ข 2. Imam Bukhori
ุฎูู ุฃูุนุงู ุงูุนุจุงุฏ ููุจุฎุงุฑู ุต115:
ูููุงู ูู: ุฃุชุฑู ุงููุฑุขู ูู ุงูู ุตุงุญู؟ ูุฅู ูุงู: ูุนู ، ููุฏ ุฒุนู ุฃู ู ู ุตูุงุช ุงููู ู ุง ูุฑู ูู ุงูุฏููุง، ููุฐุง ุฑุฏ ูููู ุงููู ุนุฒ ูุฌู: {ูุง ุชุฏุฑูู ุงูุฃุจุตุงุฑ} [ุงูุฃูุนุงู : 103] ูู ุงูุฏููุง
“Dikatakan kepadanya (orang yang meyakini Al Qur’an yang bukan makhluk berada di mushaf) “Apakah kamu melihat Al Qur’an (yang bukan makhluk) berada didalam mushaf-mushaf?” Jika dia menjawab “Ya” maka dia mengira bahwa ada sebagian S I F A T – S I F A T Allah dapat dilihat di dunia. Keyakinan semacam ini ditolak karena firman Allah (yang artinya) “Pandangan tidak dapat menjangkaunya” di dunia.
๐ข 3. Imam Zakiyyuddin Menceritakan Imam Bukhori
ุงูุชุฑุบูุจ ูุงูุชุฑููุจ ููู ูุฐุฑู - ุช ุนู ุงุฑุฉ 1/ 18:
ูุฃูุชู ุจุฃูู ูุฏูู ุบูุฑ ู ุฎููู، ูุฃู ุงููุฑุขู ุตูุฉ ู ู ุตูุงุช ุงููู ุฌู ูุนูุง ุงููุฏูู ، ูุฃُุฎุฑุฌ ู ู ุจุฎุงุฑู ู ุทุฑูุฏุง
“Dia (Imam Bukhori) berfatwa bahwa Al Qur’an itu qodim, bukan makhluk. Karena sesungguhnya Al Qur’an adalah S I F A T dari sifat-sifat Allah Jalla wa ‘Alaa yang qodim. Maka dia (Imam Bukhori) dikeluarkan dari Bukhoro dalam keadaan terusir”
๐ข 4. Imam Ibnu Batthal
ุดุฑุญ ุตุญูุญ ุงูุจุฎุงุฑู ูุงุจู ุจุทุงู 10/ 475:
ูุฃู ุงููุฑุขู ุตูุฉ ูู ุบูุฑ ู ุฎููู
“Sesungguhnya Al Qur’an adalah S I F A T bagiNya, bukan makhluk”
๐ข 5. Imam At Thabari
ุงูุชุจุตูุฑ ูู ู ุนุงูู ุงูุฏูู ููุทุจุฑู ุต203:
ุตุญ ุฃู ููุงู ุงููู ุตูุฉٌ ูู
“Benar bahwa kalam Allah adalah S I F A T bagiNya”
๐ข 6. Ibnu Taimiyah
ู ุฌู ูุน ุงููุชุงูู 17/ 78:
ููุฏ ุฃุฌู ุน ุฃูู ุงูุณูุฉ ุนูู ุฃู ุงููุฑุขู ุตูุฉ ู ู ุตูุงุช ุงููู ูุง ู ู ุตูุฉ ุฎููู
“Sungguh ulama ahlussunnah telah sepakat bahwa Al Qur’an adalah S I F A T dari sifat-sifat Allah, bukan sifat dari sifat makhlukNya”
๐ข 7. Yahya ibnu Abil Khayr Al Imrany
ุงูุงูุชุตุงุฑ ูู ุงูุฑุฏ ุนูู ุงูู ุนุชุฒูุฉ ุงููุฏุฑูุฉ ุงูุฃุดุฑุงุฑ 2/ 581:
ุฅู ุงููุฑุขู ุตูุฉ ููู ุณุจุญุงูู
“Sesungguhnya Al Qur’an adalah S I F A T bagi Allah Subhanah”
๐ข 8. Ibnu Mas’ud
ุงููุชุงูู ุงููุจุฑู ูุงุจู ุชูู ูุฉ 6/ 494:
َูุนُِูู َ ุฃََّู ุงُْููุฑْุขَู َูุงَู ุนِْูุฏَ ุงุจِْู ู َุณْุนُูุฏٍ ุตَِูุฉً َِِّููู
“Maka diketahui bahwa Al Qur’an menurut Ibnu Mas’ud adalah S I F A T Allah”
ุงููุชุงูู ุงููุจุฑู ูุงุจู ุชูู ูุฉ 6/ 494:
َูุงَู ุฃَุจُู ุนُุจَْูุฏٍ: ุฅَّูู َุง َูุงَู ู َุง ุฎَََูู ุงَُّููู ู ِْู ุณَู َุงุกٍ ََููุง ุฃَุฑْุถٍ ุฃَุนْุธَู َ ู ِْู ุขَูุฉِ ุงُْููุฑْุณِِّู، َูุฃَุฎْุจَุฑَ ุงَُّููู ุฃََّู ุงูุณَّู َุงุกَ َูุงْูุฃَุฑْุถَ ุฃَุนْุธَู ُ ู ِْู ุฎَِِْููู، َูุฃَุฎْุจَุฑَ ุฃََّู ุขَูุฉَ ุงُْููุฑْุณِِّู ุงَّูุชِู َِูู ู ِْู ุตَِูุงุชِِู ุฃَุนْุธَู ُ ู ِْู َูุฐَุง ุงْูุนَุธِูู ِ ุงْูู َุฎُِْููู
“Abu Ubaid berkata “Sesungguhnya dia (Ibnu Mas’ud) berkata “Allah tidak menciptakan langit dan bumi yang lebih besar dari ayat Kursi” Allah mengabarkan bahwa langit dan bumi adalah paling besarnya makhlukNya. Dan Allah mengabarkan bahwa ayat Kursi yang ia adalah termasuk dari S I F A T - S I F A T Allah itu lebih agung dari makhluk yang agung ini”
๐ข 9. Al Qur’an Bukan Makhluk yang dibela oleh Imam Ahmad adalah Al Qur’an sebagai Sifat Allah
ุงูุญูุฏุฉ ูุงูุงุนุชุฐุงุฑ ูู ุงูุฑุฏ ุนูู ู ู ูุงู ุจุฎูู ุงููุฑุขู ุต15:
ูุฅู ุงูุฅู ุงู ุฃุญู ุฏ ูุฏ ุจุงุดุฑ ุงูุฌูู ูุฉ ุงูุฐูู ุฏุนูู ุฅูู ุฎูู ุงููุฑุขู، ูููู ุงูุตูุงุช ูุงู ุชุญููู ูุณุงุฆุฑ ุนูู ุงุก ููุชู
“Sesungguhnya Imam Ahmad menghadapi Jahmiyah yang mengajaknya untuk meyakini kemakhlukan Al Qur’an dan menafikan S I F A T - S I F A T serta menyiksanya dan para ulama di jamannya”
๐ข 10. Serangan Muktazilah Atas Al Qur’an adalah Serangan Atas Sifat-Sifat Allah
ุงูุญูุฏุฉ ูุงูุงุนุชุฐุงุฑ ูู ุงูุฑุฏ ุนูู ู ู ูุงู ุจุฎูู ุงููุฑุขู ุต16:
ูุงูููู ุจุฃู ุงููุฑุขู ู ุฎููู ุทุนู ูู ุตูุงุชู ุชุนุงูู ูุฃููุง ู ุฎูููุฉ
“Pendapat bahwa Al Qur’an adalah makhluk merupakan serangan terhadap S I F A T - S I F A T Allah Ta’ala dan bahwa sifat-sifat itu (menurut muktazilah) adalah makhluk”
_________________
๐ Setelah paham inti perdebatannya, bahwa Al Qur’an bukan makhluk dengan alasan sebagai SIFAT Allah, maka ketahuilah bahwa sifat Allah hanya ada pada Dzat Allah. Sifat Allah tidak pernah berada pada selain Dzat Allah.
❓ Pertanyaannya: Apakah Ada Al Qur’an Di Dunia Ini? Jawabannya: YA, ADA! Tapi, Al Qur’an yang berada di dunia ini, yang bisa dipegang, bisa diindera, bisa dipindah, bahkan bisa salah dan bisa rusak adalah makhluk.
Apakah Anda pernah melihat mushaf rusak, tulisan dalam mushaf salah cetak, pembaca Al Qur’an keliru? Nah, itu bukti bahwa semua itu meskipun disebut Al Qur’an atau Kalam Allah tetaplah makhluk karena ia berada pada selain Dzat Allah, dan semua itu bukanlah sifat Allah.
๐ Jadi, sebutan Al Qur’an (juga sebutan Kalam Allah) itu punya dua maksud:
1. Al Qur’an sebagai Sifat Allah : Ini bukan makhluk dan hanya ada pada Dzat Allah
2. Al Qur’an berupa mushaf / tulisan dalam mushaf : Ini makhluk karena berada pada selain Dzat Allah dan ia bukanlah sifat Allah
๐ Contoh lain adalah Rahmat Allah yang juga punya dua maksud:
1. Rahmat Allah sebagai sifat Allah : Ini bukan makhluk karena berada pada Dzat Allah
2. Rahmat Allah berupa hujan dan Nabi Muhammad : Ini makhluk karena berada pada selain Dzat Allah dan ia bukanlah sifat Allah
Wallahu a’lam.
Sumber FB Ustadz : Saiful Anwar
