๐๐ข๐ ๐๐๐ฅ๐๐จ๐๐ ๐ฃ๐จ๐๐ฆ๐ ๐ฌ๐๐ก๐ (๐ฟ๐ ๐๐๐ผ๐๐) ๐ฆ๐๐ข๐๐๐ ๐ง๐๐ฅ๐ก๐ฌ๐๐ง๐ ๐๐๐ ๐๐
Berikut sanad dan matan lengkap riwayatnya
IMAM ABU DAUD Rahimahullah mengatakan :
ูขูฃูฅูง - ุญุฏุซูุง ุนุจุฏ ุงููู ุจู ู ุญู ุฏ ุจู ูุญูู [ุฃุจู ู ุญู ุฏ]، ุญุฏุซูุง ุนูู ุจู ุงูุญุณู، ุฃุฎุจุฑูู ุงูุญุณูู ุจู ูุงูุฏ، ุญุฏุซูุง ู ุฑูุงู ูุนูู ุงุจู ุณุงูู ุงูู ููุน ูุงู : ุฑุฃูุช ุงุจู ุนู ุฑ ููุจุถ ุนูู ูุญูุชู ูููุทุน ู ุง ุฒุงุฏ ุนูู ุงููู، ููุงู : ูุงู ุงููุจู ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู ุงุฐุง ุฃูุทุฑ ูุงู : "ุฐูุจ ุงูุธู ุฃ، ูุงุจุชูุช ุงูุนุฑูู، ูุซุจุช ุงูุฃุฌุฑ ุฅู ุดุงุก ุงููู".
2357 - Telah bercerita pada kami Abdullah Bin Muhammad Bin Yahya [Abu Muhammad], yaitu Abu Muhammad, telah bercerita pada kami 'Ali Bin Al-Hasan, telah mengabarkan ke kami dari ๐ผ๐ก-๐๐ช๐จ๐๐๐ฃ ๐ฝ๐๐ฃ ๐๐๐ฆ๐๐, telah bercerita pada kami ๐๐๐ง๐ฌ๐๐ฃ yaitu ๐๐๐ฃ๐ช ๐๐๐ก๐๐ข ๐ผ๐ก-๐๐ช๐ฆ๐๐๐๐', Dia berkata : Bahwa aku melihat Ibnu Umar menggenggam jenggotnya, lalu memangkas apa yang tersisa dibawah genggamanya, dan Dia berkata : NABI Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam jika berbuka puasa maka beliau berucap : "Dzahabazh Zhoma'u Wabbtallatil 'Uruqu Wa Tsabatal Ajru Insya ALLAH".
[HR. Abu Daud : No. 2357]
__
Hadits ini tidaklah shohih sebagaimana klaim dalam gambar/video karna adanya 2 perawi yakni Al-Husain Bin Waqid & Marwan Bin Salil Al-Muqaffa'
IMAM IBNU ABI HATIM Rahimahullah mengatakan :
ุนูู ุจู ุงูุญุณูู ุจู ูุงูุฏ ุงูู ุฑูุฒู، ุซูุง ุนุจุฏ ุงูุฑุญู ู ูุงู : ุณุฃูุช ุฃุจู ุนูู، ููุงู : ุถุนูู ุงูุญุฏูุซ
'Ali Bin Al-Husain Bin Waqid Al-Marwazi, telah bercerita pada kami Abdurrahman dia berkata : Kutanyakan ke ayahku tentang dia, beliau menjawab : Haditsnya Lemah.
[Al-Jarh Wa At-Ta'dil : Jilid 6, Halaman 140, No. 978]
IMAM AL-MARWADZI Rahimahullah mengatakan :
ุญุฏุซูุง ุงูู ูู ููู، ูุงู : ูุงู ุฃุจู ุนุจุฏุงููู : ุญุณูู ุจู ููุฏ ูู ุฃุดูุงุก ู ูุงููุฑ
Telah bercerita pada kami Al-Maimuni, dia berkata : Abu Abdillah (Imam Ahmad) berkata : Husain Bin Waqid memiliki hal-hal yang Munkar.
[Al-Ilal Wa Ma'rifatir Rijal : Halaman 228, No. 444]
SYAIKH UNAIS BIN NASHIR Rahimahullah mengatakan :
ููู ุณูุฏู ู ุฑูุงู ุจู ุณุงูู ، ูู ููุซูู ุบูุฑ ุงุจู ุญุจุงู، ููู ูุฑู ุนูู ุฅูุง ุงุจู ูุงูุฏ، ูุถุนูู ุงุจู ู ูุฏู ููุงู : ุบุฑูุจ ูู ุง ูู ุชูุฐูุจ ุงููู ุงู.
Dalam sanadnya ada Marwan Bin Salim, tiada yang menilainya tsiqoh kecuali Ibnu Hibban, tak ada pula jalur riwayat melainkan hanya dari Ibnu Waqid, hadits ini di dho'ifkan oleh Ibnu Mandah dengan komentar : Gharib, seperti yang tertulis dalam Tahdzibul Kamal
[Syarah Ash-Shiyam Min Daliluth Thalib : Halaman 28]
IMAM YUSUF AL-MIZZI Rahimahullah mengatakan :
ูุงู ุฑุณูู ุงููู ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู ุงุฐุง ุฃูุทุฑ ูุงู : "ุฐูุจ ุงูุธู ุฃ، ูุงุจุชูุช ุงูุนุฑูู، ูุซุจุช ุงูุฃุฌุฑ ุฅู ุดุงุก ุงููู". ูุงู ุงูุญุงูุธ ุฃุจู ุนุจุฏ ุงููู : ูุฐุง ุญุฏูุซ ุบุฑูุจ، ูู ููุชุจู ุฅูุง ู ู ุญุฏูุซ ุงูุญุณูู ุจู ูุงูุฏ.
[Hadits] Bahwa RASULULLAH Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam jika berbuka puasa maka beliau berucap : "Dzahabazh Zhoma'u Wabbtallatil 'Uruqu Wa Tsabatal Ajru Insya ALLAH". Maka Al-Hafidz Abu Abdillah berkata : Hadits ini gharib, tak kami temukan kecuali hanya melalui jalur hadits Al-Husain Bin Waqid.
[Tahdzibul Kamal Fii Asma' Ar-Rijal : Jilid 27, Halaman 391, No. 5872]
__
IMAM AHMAD Rahumahullah mengatakan :
ูุง ุชูุชุจูุง ูุฐู ุงูุฃุญุงุฏูุซ ุงูุบุฑุงุฆุจ ูุฅููุง ู ูุงููุฑ، ูุนุงู ุชูุง ุนู ุงูุถุนูุงุก
Janganlah menulis hadits-hadits gharib yang sejatinya ialah mungkar, dan pada umumnya berasal dari para perawi dho'if
[Tadribur Rawi Fii Syarhi Taqrib An-Nawawi: Jilid 2, Halaman 634]
__
Adapun sebagian orang dalam menguatkan hadits tersebut bersandar pada penilaian di bawah ini.
IMAM AD-DARUQUTHNI Rahimahullah mengatakan :
ุชูุฑุฏ ุจู ุงูุญุณูู ุจู ูุงูุฏ، ูุฅุณูุงุฏู ุญุณู
Disini telah menyendiri Al-Husain Bin Waqid, dan sanadnya hasan
[Sunnan Ad-Daruquthni : Jilid 6, Halaman 628, No. 2279]
__
Padahal maklum/diketahui bahwa tahsin/penilaian hasan di sisi Imam Ad-Daruquthni maknanya tidak mutlak sama dengan status hadits hasan yang umumnya kita kenal.
Sebab di beberapa tempat beliau pun kadang metahsin hadits yang sejatinya shahih, gharib bahkan mursal di sisi beliau.
SYAIKH THARIQ BIN IWADHULLAH BIN MUHAMMAD ABU MU'AD menjelaskan manhaj beliau :
ููุฐู ุฃู ุซูุฉ ุนู ุงูุฅู ุงู ุงูุฏุงุฑูุทูู : ูู ู ุฐูู : ุฃุฎุฑุฌ ูู ุงูุณูู :(ูข - ูกูฆูข - ุญุฏูุซ ูกูฃูฃูก) : ุซู ูุงู : "ูุฐุง ุฅุณูุงุฏ ุญุณู، ูุงุจู ูููุนุฉ ููุณ ุจุงูููู". ููููู : "ุฅุณูุงุฏ ุญุณู" ุจู ุนูู : ุบุฑูุจ ุฃู ู ููุฑ. ููุฏู ุนูู ุฐูู : ุฃูู ุฃุฎุฑุฌู ูู ูุชุงุจ "ุงูุบุฑุงุฆุจ ูุงูุฃูุฑุงุฏ".
Berikut ini contoh dari Imam Ad-Daruquthni terkait hal itu yakni kala dia meriwayatkan dalam kitab As-Sunnan (Jilid 2, Halaman 162, Hadits No. 1331) : Lalu dia berkomentar : "Ini Sanadnya Hasan, Sedang Ibnu Luhai'ah Tidak Kuat". Dan narasi "Sanad Hasan" disini bermakna : Gharib atau Mungkar. Yang jadi petunjuk akan hal tersebut ialah : Beliau merilis hadits itu ke dalam kitabnya "Al-Ghara'ib Wal Afrad".
[Al-Irshadat : Halaman 145]
__
Oleh karnanya, hadits yang kita bahas ini sejatinya gharib di sisi Imam Ad-Daruquthni, itu tersirat kala beliau menyebut Al-Husain Bin Waqid menyendiri dalam meriwayatkanya.
Berbeda lagi ketika beliau memberi penilaian hasan dengan narasi seperti berikut
IMAM AD-DARUQUTHNI Rahimahullah meriwayatkan :
ุฅุณูุงุฏ ุญุณู ุตุญูุญ ูุฑูุงุชู ูููู ุซูุงุช
Hadits ini sanadnya hasan shahih dan seluruh perawinya terpercaya
[Sunnan Ad-Daruquthni : Jilid 3, Halaman 99, No. 2150]
__
Lalu yang kedua, ada pula yang menguatkan hadits tersebut dengan bersandar pada tashih Imam Al-Hakim di bawah ini
IMAM AL-HAKIM Rahimahullah mengatakan
ูุฐุง ุญุฏูุซ ุตุญูุญ ุนูู ุดุฑุท ุงูุดูุฎูู ููุฏ ุงุญุชุฌุง ุจุงูุญุณูู ุจู ูุงูุฏ ู ู ุฑูุงู ุจู ุงูู ููุน
Hadits ini shahih sesuai syarat Syaikhain (Bukhari dan Muslim) karna keduanya berhujjah dengan Al-Husain Bin Waqid dan Marwan Bin Al-Muqaffa'.
[Al-Mustadrak 'Ala Ash-Shahihain : Jilid 1, Halaman 583, No. 1536]
__
Penilaian shahih dari Imam Al-Hakim di atas tak bisa kami terima sebab apa yang menjadi alasannya terbukti kurang tepat.
IMAM IBNU HAJAR AL-ASQALANI Rahimahulllah mengatakan :
ุฒุนู ุงูุญุงูู ูู ุงูู ุณุชุฏุฑู ุฃู ุงูุจุฎุงุฑู ุงุญุชุฌ ุจู ูููู ، ููุนูู ุงุดุชุจู ุนููู ุจู ุฑูุงู ุงูุฃุตูุฑ
Klaim Imam Al-Hakim di kitab Al-Mustadrak bahwa Imam Al-Bukhari berhujjah denganya maka ini keliru, mungkin tersamar bagi dia jika yang dimaksud ialah Marwan Al-Ashfar.
[Tahdzibut Tahdzib : Jilid 6, Halaman 222]
SYAIKH MUQBIL (Yai Salafy Yaman) Rahimahullah mengatakan :
ููู ุฃููุงู . ุงูุฃูู : ุฃู ุงูุจุฎุงุฑู ูู ูุญุชุฌ ุจุงูุญุณูู ุจู ูุงูุฏ. ุงูุซุงูู : ุฃู ู ุฑูุงู ุจู ุงูู ููุน ุชุฑุฌู ุชู ูู ุชูุฐูุจ ุงูุชูุฐูุจ ูููุณ ู ู ุฑุฌุงููู ุง، ููู ูุฐูุฑ ุฑุงููุง ุนูู ุฅูุง ุงูุญุณูู ุจู ูุงูุฏ ูุนุฒุฑุฉ ุจู ุซุงุจุช، ููู ููุซูู ู ุนุชุจุฑ. ููุฏ ูุจู ุงูุญุงูุธ ูู ุงูุชูุฐูุจ ุนูู ููู ุงูุญุงูู . ุงูุซุงูุซ : ุฃู ุงูุญุฏูุซ ุถุนูู ูุฃูู ูุฏูุฑ ุนูู ู ุฌููู ุงูุญุงู
Telah ada kesalahan. Pertama : Imam Al-Bukhari tidaklah berhujjah dengan Husain Bin Waqid. Kedua : Bahwa Marwan Bin Al-Muqaffa' pada biografinya dalam Tahdzibut Tahdzib tidak termasuk perawi dari keduanya dan tak disebutkan riwayat darinya kecuali hanya melalui Al-Husain Bin Waqid dan 'Azrah Bin Tsabit, juga tak ada baginya tautsiq yang mu'tabar, ditambah adanya kritikan Al-Hafizh (Ibnu Hajar) dalam At-Tahdzib atas kesalahan Imam Al-Hakim ini. Yang Ketiga : Hadits ini Dha'if sebab bermuara pada perawi majhul hal.
[Footnote Al-Mustadrak 'Ala Ash-Shahihain : Jilid 1, Halaman 583, No. 1536]
SYAIKH MUQBIL Rahimahullah juga berkata :
ูู ู ุฃูู ุงูุนูู ู ู ูููู : ุซุจุช ุญุฏูุซ : "ุฐูุจ ุงูุธู ุฃ، ูุงุจุชูุช ุงูุนุฑูู، ูุซุจุช ุงูุฃุฌุฑ ุฅู ุดุงุก ุงููู"، ูุงูุฐู ูุธูุฑ ุฃูู ูุง ูุซุจุช ุญุฏูุซ ูู ุงูุฏุนุงุก، ุฃู : ูู ุฏุนุงุก ุจุฎุตูุตู،.
Diantara ulama ada yang berpendapat : telah shahih sebuah hadits : "Dzahabazh Zhoma'u Wabbtallatil 'Uruqu Wa Tsabatal Ajru Insya ALLAH", Namun yang jelas bagiku bahwa tak ada yang shahih hadits tentang doa-doa, artinya terkait doa berbuka secara khusus.
[Fadha'ih Wan Nasha'ih : Halaman 74]
__
Seandainya di amalkan, maka lebih tepatnya di baca setelah berbuka puasa, bukan sebelum menyantap makanan/minuman ๐
IMAM ABU ATH-THAYYIB Rahimahullah mengatakan :
ุฅุฐุง ุฃูุทุฑ ุฃู ุจุนุฏ ุงูุฅูุทุงุฑ
Idza Ifthor artinya ialah setelah berbuka
[Aunul Ma'bud Syarah Sunan Abi Daud : Jilid 6, Halaman 482]
SYAIKH IBNU UTSAIMIN Rahimahullah mengatakan :
ุฃู ุง ุจุนุฏ ุงููุทุฑ : ูุฅู ุงูููุณ ูุฏ ุงุณุชุฑุงุญุช، ููุฑุญุช، ูุฑุจู ุง ูุญุตู ุบููุฉ. ููู ูุฑุฏ ุฐูุฑ، ุฅู ุตุญ ุนู ุงููุจู ุตูู ุงููู ุนููู ูุขูู ูุณูู : ูุฅูู ูููู ุจุนุฏ ุงูุฅูุทุงุฑ : "ุฐูุจ ุงูุธู ุฃ، ูุงุจุชูุช ุงูุนุฑูู، ูุซุจุช ุงูุฃุฌุฑ ุฅู ุดุงุก ุงููู" ูุฐุง ูุง ูููู ุฅูุง ุจุนุฏ ุงููุทุฑ.
Adapun setelah berbuka puasa, maka jiwa akan merasa santai dan senang, bahkan terkadang menjadi lalai, namun telah sampai doa yang jika shahih dari NABI Shallallahu 'Alaihi Wa Alihi Wa Sallam maka dibacanya setelah berbuka yaitu : "Dzahabazh Zhoma'u Wabbtallatil 'Uruqu Wa Tsabatal Ajru Insya ALLAH", doa ini tidak dibaca kecuali hanya setelah berbuka puasa.
[Al-Liqa' Asy-Syahri : Jilid 8, Halaman 18].
__
ADAPUN TERKAIT DOA "ALLAHUMMA LAKA SUMTU". MAKA INIPUN BOLEH DIAMALKAN MENURUT SALAH SATU ULAMA SALAFY DI BAWAH INI.
FATWA SYAIKH IBNU UTSAIMIN Rahimahullah :
ุงูุณุคุงู : ู ุง ูู ุงูุฏุนุงุก ุงูู ุฃุซูุฑ ุนู ุงููุจู ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู ุนูุฏ ุงูุฅูุทุงุฑ؟
ุงูุฌูุงุจ : ุงูุฃุฏุนูุฉ ุงููุงุฑุฏุฉ ุนู ุงููุจู ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู ูู ุงูุฅูุทุงุฑ ูู ุชูู ูู ุงูุตุญูุญูู ููุง ูู ุฃุญุฏูู ุง، ููููุง ูู ุงูุณูู، ูู ููุง : "ุงูููู ูู ุตู ุช ูุนูู ุฑุฒูู ุฃูุทุฑุช" ุงูููู ูู ุตู ุช : ููุฐุง ุฅุฎูุงุต، ูุนูู ุฑุฒูู ุฃูุทุฑุช : ููุฐุง ุดูุฑ ููู ุนุฒ ูุฌู.
Pertanyaan : Apakah doa yang berasal dari NABI Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam saat berbuka puasa.!?
Jawaban : Doa-doa yang berasal dari NABI Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam saat berbuka, tak ada dalam Shahihain dan tidak pula pada salah satunya, namun terdapat pada kitab-kitab As-Sunan, diantaranya : "Allahumma Laka Shumtu Wa 'Ala Rizqika Afthartu", Allahumma Laka Shumtu ini menunjukkan ke ikhlasan, Wa 'Ala Rizqika Afthartu adalah bentuk syukur kepada ALLAH 'Azza Wa Jalla.
[Al-Liqa'at Ar-Ramadhaniyyah : Halaman 67].
__
DITAMBAH LAGI INILAH DOA BERBUKA PUASA YANG DISUNNAHKAN OLEH PARA ULAMA LINTAS MADZHAB (Hanafi, Maliki, Syafi'i, Hanbali)
1. Madzhab Hanafi
IMAM AZ-ZAILA'I Rahimahullah mengatakan :
ูู ู ุงูุณูุฉ ุฃู ูููู ุนูุฏ ุงูุฅูุทุงุฑ : "ุงูููู ูู ุตู ุช ูุจู ุขู ูุช ูุนููู ุชูููุช ูุนูู ุฑุฒูู ุฃูุทุฑุช".
Diantara Sunnah adalah ketika kau bacakan saat berbuka puasa : "Allahumma Laka Shumtu Wa 'Ala Rizqika Afthartu".
[Tabyin Al-Haqa'iq Syarh Kanzu Al-Haqa'iq : 1/324]
____
2. Madzhab Maliki
IMAM AN-NAFRAWI Rahimahullah mengatakan :
ููููู ูุฏุจุง ุนูุฏ ุงูุฅูุทุงุฑ : "ุงูููู ูู ุตู ุช ูุนูู ุฑุฒูู ุฃูุทุฑุช ูุงุบูุฑ ูู ู ุง ูุฏู ุช ูู ุง ุฃุฎุฑุช"، ุฃู ูููู : "ุงูููู ูู ุตู ุช ูุนูู ุฑุฒูู ุฃูุทุฑุช، ุฐูุจ ุงูุธู ุฃ ูุงุจุชูุช ุงูุนุฑูู ูุซุจุช ุงูุฃุฌุฑ ุฅู ุดุงุก ุงููู".
Dan disunnahkan berdoa ketika berbuka puasa : "Allahumma Laka Shumtu Wa 'Ala Rizqika Afthartu, Faghfirli Maa Qaddamtu Wamaa Akhartu", atau membaca : "Allahumma Laka Shumtu Wa 'Ala Rizqika Afthartu, Dzahabazh Zhoma'u Wabbtallatil 'Uruqu Wa Tsabatal Ajru Insya ALLAH".
[Al-Fawakih Ad-Dawani : Jilid 1, Halaman 305]
____
3. Madzhab Syafi'i
IMAM NAWAWI Rahimahullah mengatakan :
ูุงูู ุณุชุญุจ ุฃู ูููู ุนูุฏ ุฅูุทุงุฑู : "ุงูููู ูู ุตู ุช ูุนูู ุฑุฒูู ุฃูุทุฑุช"، ูู ุง ุฑูู ุฃุจู ูุฑูุฑุฉ ูุงู " ูุงู ุฑุณูู ุงููู ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู ุฅุฐุง ุตุงู ุซู ุฃูุทุฑ ูุงู : "ุงูููู ูู ุตู ุช ูุนูู ุฑุฒูู ุฃูุทุฑุช".
Dan disunnahkan untuk membaca doa ketika berbuka puasa : "Allahumma Laka Shumtu Wa 'Ala Rizqika Afthartu", dikarnakan ada hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah, dia berkata : Bahwa RASULULLAH Shalallahu’alaihi Wa Sallam apabila berpuasa lalu beliau berbuka dengan mengucapkan : "Allahumma Laka Shumtu Wa 'Ala Rizqika Afthartu".
[Al-Majmu' Syarh Al-Muhadzdzab : Jilid 6, Halaman 362]
____
4. Madzhab Hanbali
IMAM AL-BAHUTHI Rahimahullah mengatakan :
ู ูุณู ุฃู ูุฏุนู ุนูุฏ ูุทุฑู، ูุฅู ูู ุฏุนูุฉ ูุง ุชุฑุฏ، ูู ุง ุฑูู ุงุจู ู ุงุฌู ู ู ุญุฏูุซ ุนุจุฏ ุงููู ุจู ุนู ุฑู ููุตุงุฆู ุนูุฏ ูุทุฑู ุฏุนูุฉ ูุง ุชุฑุฏ، ููุณู ุฃู ูููู ุนูุฏ ุงููุทุฑ : "ุงูููู ูู ุตู ุช، ูุนูู ุฑุฒูู ุฃูุทุฑุช".
Disunnahkan berdoa di saat menjelang berbuka karena bagi orang berpuasa memiliki doa yang tidak tertolak, berdasarkan riwayat Ibnu Majah dari hadits Abdullah Bin 'Amru bahwa orang yang berpuasa itu mempunyai doa yang tidak ditolak ketika sedang berbuka, maka disunnahkan membaca menjelang berbuka : "Allahumma Laka Shumtu Wa 'Ala Rizqika Afthartu".
[Qasyful Qina' 'An Matan Al-Iqna' : Jilid 2, Halaman 284]
__
๐๐ฎ๐ฑ๐ถ ๐ธ๐ฎ๐น๐ผ ๐๐ฎ๐บ๐ฎ-๐๐ฎ๐บ๐ฎ ๐๐ถ๐ฑ๐ฎ๐ธ ๐๐ต๐ผ๐ต๐ถ๐ต, ๐๐ฎ ๐ป๐ด๐ด๐ฎ๐ธ ๐๐๐ฎ๐ต ๐๐ผ๐ธ ๐ธ๐ฒ๐ฟ๐ฎ๐ ๐ฎ๐ฝ๐ฎ๐น๐ฎ๐ด๐ถ ๐ก๐ด๐ฒ-๐๐ฎ๐² ๐๐ฒ๐ธ ๐ฃ๐ฎ๐ธ ๐๐ฎ๐๐ฎ๐. ๐ช๐ฎ๐๐๐ฎ๐น๐ฎ๐บ๐๐ฎ๐น๐ฎ๐ถ๐ธ๐๐บ. ๐
Sumber FB : CCTV ASWAJA
