๐๐๐ฅ๐๐๐๐๐ ๐๐ ๐๐๐ฅ๐ ๐๐ฆ๐ฌ๐จ๐ฅ๐ ๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐ฆ๐จ๐ก๐ก๐๐๐๐ก๐ก๐ฌ๐ ?
Maaf kiyai izin bertanya tentang dasar amalan bercelak di hari Asyura, apakah ada haditsnya ?
๐๐ฎ๐๐ฎ๐ฏ๐ฎ๐ป
Oleh Ustadz : Ahmad Syahrin Thoriq
Amalan ini tidak memiliki dasar yang kuat sama sekali dari hadits Nabi shalallahu’alaihi wassalam. Bahkan status haditsnya adalah palsu menurut para ulama, sehingga kita tidak boleh menisbahkan hal tersebut sebagai amalan sunnah Rasulullah shalallahu’alaihi wassalam.
Yang tersebar adalah riwayat berikut ini :
... َูู َِู ุงุบْุชَุณََู َْููู َ ุนَุงุดُูุฑَุงุกَ َูู ْ َูู ْุฑَุถْ ู َุฑَุถًุง ุฅِูุง ู َุฑَุถَ ุงْูู َْูุชِ، َูู َِู ุงْูุชَุญََู َْููู َ ุนَุงุดُูุฑَุงุก ูู ุชุฑู ุฏ ุนََِْْูููู ุชَِْูู ุงูุณََّูุฉَ ََُّูููุง
“Barang siapa yang mandi di hari Asyura’ maka dia tidak akan sakit kecuali sakit yang menyebabkan kematiannya, dan barang siapa yang memakai celak di hari Asyura maka tidak akan sakit mata selama setahun tersebut.”
๐ง๐ฎ๐ธ๐ต๐ฟ๐ถ๐ท๐ป๐๐ฎ
Hadits ini tidak ada dalam kitab induk hadits manapun. Hanya tercantum di kitab kumpulan hadits palsu al imam Ibnul Jauzi rahimahullah, selebihnya terselip di beberapa kitab yang dinukil tanpa menyebutkan rantai riwayat yang bisa dipertanggung jawabkan.
๐ฆ๐๐ฎ๐๐๐๐ป๐๐ฎ
Al imam Ibnul Jauzi rahimahullah berkata :
ูุฐุง ุญุฏูุซ ูุง ูุดู ุนุงูู ูู ูุถุนู
“Hadits ini tidak diragukan lagi bagi orang yang berakal akan kelemahannya.”[1]
Al imam Suyuthi rahimahullah berkata :
ู ูุถูุน
“Palsu.”[2]
Syaikh Syatha ad Dimyathi asy Syafi’i rahimahullah berkata :
ูู ููุง ู ุง ูู ุถุนูู، ูู ููุง ู ุง ูู ู ููุฑ ู ูุถูุน
“Darinya (Amalan Asyura) ada yang lemah, dan sembagiannya yang lain munkar yang palsu.”[3]
Berkata al Imam Ibnu Rajab al Hanbali rahimahullah :
ููู ู ุง ุฑูู ูู ูุถู ุงูุงูุชุญุงู ูู ููู ุนุงุดูุฑุงุก ูุงูุงุฎุชุถุงุจ ูุงูุงุบุชุณุงู ููู ูู ูุถูุน ูุง ูุตุญ
“Semua apa yang diriwayatkan tentang keutamaan memakai celak di hari Asyura, memakai pacar kuku, mandi adalah hadits palsu tidak sah sama sekali.”[4]
Al Imam Buhuti rahimahullah berkata :
ูู ุง ุฑูู ูู ูุถู ุงูุงูุชุญุงู ูุงูุงุฎุชุถุงุจ ูุงูุงุบุชุณุงู ... ููู ุฐูู ูุฐุจ ุนูู ุงููุจู ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู ูู ุซู ุฐูู: ุจุฏุนุฉ ูุง ูุณุชุญุจ ุดูุก ู ูู ุนูุฏ ุฃุฆู ุฉ ุงูุฏูู
“Apa yang diriwayatkan tentang keutamaan memakai celak, memakai pacar kuku, mandi (di hari Asyura) dan amalan semisal ...semua itu adalah bentuk kedustaan atas Nabi shalallahu’alaihi wassalam. Semuanya adalah perbuatan bid’ah yang tidak ada satupun ulama madzhab yang menganjurkannya.”[5]
Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata :
ูุฅู ูุฐุง ุงูุญุฏูุซ ููุญูู ูุฐุจ ู ุฎุชูู ุจุงุชูุงู ู ู ูุนุฑู ุนูู ุงูุญุฏูุซ
“Sesungguhnya hadits ini dan yang semisalnya adalah dusta yang tertolak dengan kesepakatan siapapun yang mengetahui ilmu hadits.”[6]
๐๐ฒ๐๐ถ๐บ๐ฝ๐๐น๐ฎ๐ป
Jika ada yang mau memakai celak mata tentu boleh-boleh saja, namun tidak perlu untuk dikait-kaitkan dengan amalan Asyura yang disandarkan kepada Nabi shalallahu’alahi wassalam karena ini jelas bentuk kedustaan yang diharamkan.
Wallahu a’lam.
•┈┈•••○○❁༺ฮฑัั༻❁○○•••┈┈•
[1] Al Maudhu’at (2/201)
[2] La’alil Masnu’ah (2/93)
[3] I’anah ath Thalibin (2/301)
[4] Lathaif al Ma’arif hal. 102
[5] Kasyf al Qina (2/339)
[6] Majmu’ Fatawa ( 4/513)
Baca juga kajian Sunnah berikut :
- Berangkat Salat Jumat Dari Tempat Kerja, Kapan Mandi Sunahnya?
- Tidak Selalu, Kalau Tidak Sunnah Berarti Bid’ah
- Marah Sesuai Sunnah
- Ikhtilaf Terjadi Karena Meninggalkan Quran-Sunnah?
- Melafazkan Niat Menyelisihi Sunnah?
Sumber FB Ustadz : Ahmad Syahrin Thoriq
