Perbedaan Cara Istinbath Hukum Ulama Tentang Perayaan Maulid Nabi

Perbedaan Cara Istinbath Hukum Ulama Tentang Perayaan Maulid Nabi

Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW selalu jadi tema hangat setiap bulan Rabiul Awal. Di satu sisi ada yang merayakannya dengan sholawat, ceramah sirah, dan sedekah. Di sisi lain ada yang memilih tidak merayakannya. 

Perbedaan ini bukan karena beda cinta kepada Nabi. Tapi karena beda cara menarik hukum dari dalil atau yang disebut "istinbath hukum".

1. Kelompok Ulama yang Membolehkan Maulid

Ulama ini di antaranya Imam As-Suyuthi, Ibnu Hajar Al-Asqalani, An-Nawawi, dan mayoritas ulama NU. 

Cara mereka beristinbath:

1.  Hukum Asal Segala Sesuatu adalah Boleh

    Kaedahnya: "Al-Ashlu fil Asy-ya’i Al-Ibahah". Selama tidak ada dalil yang mengharamkan secara jelas, maka boleh. Isi Maulid adalah sholawat, baca Al-Qur’an, sedekah, dan dakwah sirah. Semua ini ada dalilnya dalam syariat.

2.  Mengakui Adanya Bid’ah Hasanah

    Mereka membagi bid’ah menjadi dua: Bid’ah Sayyi’ah dan Bid’ah Hasanah. Dalilnya perkataan Umar bin Khattab saat mengumpulkan sholat tarawih: “Sebaik-baik bid’ah adalah ini”. Selama tidak menyelisihi syariat dan ada maslahat, maka termasuk bid’ah yang baik.

3.  Qiyas dengan Puasa Hari Senin

    Nabi berpuasa hari Senin karena “itu hari aku dilahirkan” HR. Muslim. Dari sini diqiyaskan bahwa menunjukkan rasa gembira di hari kelahiran Nabi adalah sesuatu yang disyariatkan.

4.  Melihat Maslahat

    Maulid dianggap sebagai sarana _wasail dakwah_. Untuk menghidupkan cinta Nabi, mempersatukan umat, dan mengingatkan generasi muda tentang sirah.

Kesimpulan mereka: Maulid bukan ibadah wajib yang harus ada contohnya. Ia adalah sarana untuk mendekat kepada Allah. Selama isinya baik, maka hukumnya boleh bahkan mustahab.

2. Kelompok Ulama yang Tidak Merayakan Maulid

Ulama ini di antaranya Syaikh Ibnu Baz, Syaikh Utsaimin, Syaikh Al-Albani, dan sebagian ulama Salafi.

Cara mereka beristinbath:

1.  Hukum Asal Ibadah adalah Tauqifi

    Kaedahnya: _Al-Ashlu fil ‘Ibadati At-Tauqif_. Ibadah harus ada dalil perintah dan contoh dari Nabi. Tidak boleh membuat cara ibadah baru. Nabi dan para sahabat yang paling cinta beliau tidak pernah merayakan Maulid.

2.  Hadits “Setiap Bid’ah adalah Sesat”

    Mereka berpegang pada hadits:

"Kullu bid’atin dholalah” HR. Muslim. Menurut mereka bid’ah tidak dibagi dua. Selama tidak ada di zaman Nabi maka itu bid’ah yang harus ditinggalkan.

3.  Kaedah Saddudz Dzari’ah

    Menutup pintu yang bisa mengantar kepada kerusakan. Khawatir Maulid jadi ajang ghuluw, ikhtilath, musik, dan pemborosan. Lebih selamat meninggalkannya.

4.  Berdalil dengan Amal Salaf

    3 generasi terbaik tidak ada yang merayakan. Padahal kecintaan mereka ke Nabi jauh di atas kita. Jika itu baik, pasti mereka sudah lebih dulu melakukannya.

Kesimpulan mereka: Bukti cinta Nabi adalah dengan mengikuti sunnahnya setiap hari, memperbanyak sholawat, dan mengamalkan sirahnya. Tidak perlu mengkhususkan satu hari dalam setahun.

3. Titik Temu dan Pelajaran

1.  Tujuan Sama: Sama-sama ingin memuliakan Nabi dan menegakkan syariat.

2.  Sumber Dalil Sama: Sama-sama pakai Al-Qur’an, Sunnah, dan kaedah ulama. Bedanya di cara memahami kaedah "bid’ah" dan "hukum asal ibadah".

3.  Adab Berbeda Pendapat: Imam Suyuthi yang membolehkan dan Syaikh Ibnu Baz yang melarang, keduanya ulama Ahlussunnah. Saling menghormati lebih utama daripada saling mencela.

Penutup

Dalam masalah khilafiyah furu’iyah seperti ini, sikap paling selamat adalah: _“Amalkan yang kamu yakini dalilnya, dan hormati yang berbeda dalilnya”_. 

Yang merayakan, jadikan Maulid untuk menambah ilmu dan cinta Nabi.  

Yang tidak merayakan, jadikan setiap hari sebagai “Maulid” dengan mengikuti sunnahnya.

_Wallahu A’lam Bishawab_

#peringatanmaulid #maulidnabi #dakwahislam #tradisimaulid #hukumislam

Sumber FB Ustadz : Masruchan Mahpur

© Terima kasih telah membaca Kajian Islam Ahlussunnah wal Jama’ah dengan judul "Perbedaan Cara Istinbath Hukum Ulama Tentang Perayaan Maulid Nabi". Semoga Allah ﷻ senantiasa menganugerahkan ilmu yang bermanfaat, taufiq, dan hidayah kepada kita semua. Aamiin.
#maulid
Lebih lamaTerbaru